Friday, 9 March 2012

Dakupun Ikut Menangis

Lima tahun menekuni perbakulan kue. Menghadapi berbagai macam customer dengan berbagai macam karakter. Dari yang super duper detil (kalo nggak boleh dibilang cerewet hehe..), ada yang “terserah” sampe bingung mau saya dekor apa, sampai yang akhirnya begitu dekat di hati.

Dari sekian banyak customer, ada satu yang tidak pernah saya lupakan. Pertama karena kejadiannya di awal saya baru resign. Kedua karena ceritanya membuat saya ikut berurai air mata. Semua gara-gara order cup cakes.
Sebutlah ibu X. Memesan cukup banyak cupcakes, dikemas dalam tabung mika, untuk 2 orang anaknya, laki-laki dan perempuan, yang kebetulan ultahnya berdekatan. Diskusinya cepat, desainnya gampang aja dengan edibel, langsung bayar lunas. Dikirim ke sekolah anak-anaknya,,,pagi. Noted!

Tibalah hari H. Karena pesanan cukup banyak, dan rekuesnya jam 10 pagi, jadilah supirku yang mengantar ke sekolah di daerah Jakarta Barat. Sesampainya di sekolah tersebut, pihak sekolah menolak menerima cup cakes pesanan ibu X. Wadoooh...gimana niiih. Supirku bingung. Pihak sekolah juga menjelaskan, anak-anak tersebut udah pulang, dijemput ayahnya. Loh koq? 

Akhirnya saya telpon ibu X. Beliau meminta cup cakes diantar ke tempatnya. Makin bingung saya.
Paham dengan kebingungan saya, beliau bercerita bahwa dia baru saja selesai proses perceraian dan dengan latar belakang yang sangat tidak enak. Anak-anak dibawa pihak suami dan ibu X tidak diperkenankan bertemu dengan anak-anaknya. Seluruh keluarga mantan suami juga memproteksi anak-anaknya agar tidak bisa bertemu sang ibu.
Saya tidak menanyakan latar belakang perceraiannya, namun yang saya khawatirkan mau diapain itu cupcakes sebanyak itu. Ibu X bilang coba besok dia sendiri yang akan mengantar ke sekolah.

Keesokan hari, saya sms ibu X menanyakan kabar cupcakesnya. Beliau menelpon saya sambil menangis. Anak-anaknya tidak masuk sekolah karena sakit. Sedih, nggak bisa melihat dan merawat anaknya.
Akhirnya, cup cakes diterima pihak sekolah dan langsung dibagikan ke teman-teman dan guru. Dan yang membuat ibu X makin pilu, ternyata anak-anaknya tahu soal bagi-bagi cup cakes tersebut, lalu mengirim sms ke ibu X bilang terima kasih dan ingin sekali cupcakes tersebut.
Tapi ternyata sang ayah tak mengijinkan! Padahal Ibu X masih menyimpan 2 cup cakes untuk anak-anaknya. Akhirnya ibu X cuma bisa memfoto cup cakes itu dan mengirim fotonya via BB. Ibu X makin bertambah sedih, pasalnya setelah melihat foto cup cakesnya, anaknya yang perempuan bercerita bahwa adiknya menangis ingin cup cakes bergambar karakter kesayangannya. 

Saya tanya, lalu cup cakes yang 2 biji itu mau diapain? Ibu X cuma bilang: "Biar aja mbak Yul, aku pajang aja buat kenang-kenangan, supaya anak-anakku juga ingat, saya tidak melewatkan ulang tahun mereka".

Airmata saya ikut berderai. Ikut merasakan kepiluan seorang ibu yang tak bisa bertemu dengan buah hatinya.

Interaksi dengan customer membuat bakul kue ternyata tak sekedar bikin kue. Ada hati yang juga ikut terlibat. Semoga ibu X diberi ketabahan


Pengirim  : Yuli - the very beginner
Domisili   : Jakarta

8 comments:

Yeni Suryasusanti said...

Huaaaaa..... dan mataku pun ikut berkaca2.... :((
Terkadang, ada jenis orang dewasa lupa memikirkan bahwa meskipun ada yg namanya mantan istri, tapi tidak pernah ada yang namanya mantan ibu, mantan ayah, atau mantan anak...

Indah Pahlevi said...

Ibuuuuuu......ceritanya sedih. Jadi pengen pulang peluk anak2

ienk said...

hiks, jadi ikutan nangis.. kebayang deh gimana perasaan si ibu :((

yenni said...

hiks..kasihan sekali :( jadi ikutan nangis..

Shirley said...

Semoga si ibu dan anak-anaknya akhirnya memperoleh kebahagiaan ya. Ada saatnya Tuhan membiarkan air mata manusia menetes supaya hati kita disiapkan untuk menyambut kebahagiaan yang lebih besar.

silvia said...

so saddddd "gara2 ngeliat di fb nya mba yeni" akhirnya baca juga hiks hiks *ngelap air mata

Yeni Suryasusanti said...

@ Silvia : heheheh.... tertular ya? gpp deh... biar kita belajar sama2... bahwa terkadang kita baru sadar bahwa sesuatu itu berharga setelah kita kehilangan.... *mengingatkan diri sendiri untuk selalu mencintai semua yg masih dititipkan oleh Allah kepadaku*

Devy Pusposari said...

So sad