Tuesday, 17 April 2012

Dag Dig Dug

Assalamu'alaikum wr wb.

Saya memberanikan diri untuk menulis cerita dan pengalaman saya yang menurut saya sangat menegangkan dan membuat jantung dag dig dug karena masih sangat awam dalam perbakingan.

Berawal dari orderan seorang teman yang minta dibuatkan blackforest siram ganache yang dia lihat dari internet. Dengan percaya diri dan modal nekat saya terima orderan itu karena sekalian saya ingin belajar membuat ganache. Akhirnya setelah mencari-cari resep ganache di internet,saya langsung belanja bahan. Kesalahan mulai terjadi saat pembelian bahan kue, yang seharusnya saya beli whipcream merek A ternyata yang ada merek B.

Tanpa pikir panjang saya beli yang ada saja karena saya pikir mau sekalian mencoba. Singkat waktu setelah cake siap dihias, saya mulai mengocok whipcream. Karena pengetahuan saya masih kurang tentang bahan yang satu ini akhirnya kocokan pertama gagal dengan sempurna. Hasilnya encer karena kocokan yanng terlalu lama, tapi untungnya masih ada satu lagi yang menunggu giliran untuk dikocok.

Alhamdulillah .....kocokan kedua sukses berhasil. Sampai di sini hati mulai lega dan dengan semangat mulai menutupi cake dengan whipcream. Lagi-lagi kesalahan timbul, ternyata tidak ada sisa whipcream untuk dijadikan ganache.
Akhirnya dengan perasaan campur aduk saya melirik whipcream yang gagal tadi dengan harapan bisa sukses jika dijadikan ganache. Namun ternyata setelah dicampur dark cooking chocolate malah jadi keras. Jadinya yang tadinya gagal, setelah dicampur malah gagal total. Sampai disitu saya sempat putus asa dan mulai panik karena jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sore dan pesanan akan diambil jam 18.00, jadi hanya punya sisa waktu 2 jam untuk memperbaiki semuanya.

Dengan perasaan yang kacau saya memutuskan untuk mencari buttercream di pasar tradisional yang mulai buka sore hari. Jarak yang lumayan jauh saya tempuh naik angkot dengan perjuangan menggendong si kecil pula. Sesampainya di pasar ternyata kios bahan kuenya belum buka karena biasanya buka jam 17.00, kalau nunggu buka kelamaan. Mumpung masih ada waktu saya langsung ke supermarket karena mau ambil jalan pintas dengan membeli blackforest di sana supaya saya aman dan tidak mengecewakan pelanggan. 

Setelah melihat harganya saya jadi berubah pikiran karena sayang sekali kalau saya harus mengeluarkan uang yang lumayan besar hanya untuk menutupi ketidakmampuan saya. Kemudian saya pulang naik angkot lagi dan kepikiran lagi untuk membeli kue di toko kue yang terkenal karena alasan ingin mengganti kue di rumah yang gagal.
Jantung semakin dag dig dug ketika jalan macet total karena ada pemblokiran jalan akibat demo. Perasaan tambah kacau karena berpacu dengan waktu yang tinggal sisa 30 menit sebelum penambilan. Akhirnya saya turun pindah angkot dan langsung menuju rumah untuk mengakali kue gagal itu. Sesampainya dirumah, saya tutup cake itu dengan siraman dark cooking chocolate leleh, meskipun saya tahu cokelatnya akan mengeras dan susah dipotong cakenya. Tapi itulah jalan pintas yang akhirnya saya tuju untuk menyelamatkan cake yang hampir gagal. 

Tibalah waktu pengambilan blackforest setengah gagal itu. Pelanggan lumayan suka dengan hasilnya meskipun terlihat jelas dia sangat kecewa karena kuenya tidak sesuai dengan pesanannya. Saya sempat berpikiran bahwa ini pasti orderannya yang terakhir, tapi ternyata pikiran saya salah, sampai sekarang dialah yang selalu mendukung saya untuk terus belajar dan terus menghasilkan kue-kue yang lebih cantik lagi.


Alhamdulillah semua kejadian memang ada hikmahnya, mudah-mudahan saya bisa selalu memuaskan hati pelanggan meskipun saya masih bakul kue amatiran. 

Mudah-mudahan juga cerita saya ini bisa bermanfaat.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Pengirim  : Aghniya Fauziyah
Domisili   : Jakarta

Wednesday, 11 April 2012

Suatu Babak Dalam Hidupku

Duluuuuuu ......sebelum buka usaha online, saya telah punya usaha offline di area kampus ITS tempat almamater saya. Dengan modal tabungan hasil les privat saya membuka usaha yang bergerak di bidang urusan perut yaitu makanan. 

Untuk awalnya, dibuatlah list perlengkapan yang diperlukan lalu list belanjaan, pertama cari helper satu dulu.... dan udah ada yang bersedia yaitu tetangga dikampung yang bersedia diberdayakan dan yang terpenting chef nya tak lain dan tak bukan adalah ibuku tercinta. 
Jadi ibu didatangkan untuk memberi arahan racikan bumbu-bumbu masakan yang akan dijual. Karena beliau adalah seorang ahli takar dengan perasaan jadi setelah diracik langsung saya timbang dan dicatat biar rasa gak berubah dan tentunya ingat terus.

Sampai hamil anak kedua usaha saya tetap lancar jaya dan karyawan saya jadi 2 orang. Setelah kelahiran anak kedua, masalah-masalh kecil mulai datang dari dua karyawan saya. Merasa dibutuhkan mereka mulai berulah, akhirnya dua-duanya saya berhentikan tanpa pesangon hehehe.... 
Akhirnya depot saya handle berdua dengan adik yang kebetulan kerja di Surabaya dan belum nikah jadi kuajak gabung sambil terus cari karyawan baru tentunya. Dapet impor tenaga dari desa, ealah .....lha kok ya agak aneh orangnya. Orang Jawa bilang "beras sak kilo kurang sak ons". Karena takut jadi setiap selesai sholat kumohon kepada Allah agar dia tidak krasan alias tidak betah, bener juga sebulan berlalu dia minta keluar katanya kangen dengan suaminya. Alhamdulillah.... tapi setelah itu saya nggak dapet lagi karyawan….. hehehehe kualat kali ya. Semua sudah dipesenin dari ortu, mertua, saudara dari tiga kota sudah tak request untuk bantu cari karyawan delalah (ternyata) hasilnya nihil. 
Hingga akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan yang terutama anak yang masih baby, kuputuskan dengan berat hati untuk menutup depot saya.

Sedih.... sedih.... banget biasanya punya penghasilan sendiri sekarang tergantung sama suami, serasa tidak berdaya.

Tahun berganti akhirnya saya bertemu sahabat SMA saya, namanya Yenni, yang telah hijrah ke Jakarta dan telah punya usaha online yaitu Yennis Cake. Dari dia saya kenal Natural Cooking Club (NCC) dan akhirnya memutuskan untuk bergabung di mailing list NCC tersebut. 

Dan yang paling kuinget nasehat Bu Fatmah Bahalwan (owner NCC), bahwa jangan sampe usaha kita terhenti hanya karena karyawan pergi. Saya banget bu itu hehehe,,,,, dan semangat saya pun berkobar untuk mulai usaha lagi yang sekiranya nggak menyita waktu saya alias bisa disambi momong anak gitu. Sejak bergabung dengan milis NCC ini, hobi saya dibidang perkuean yang sejak SMA yang terpenggal karena seabrek aktivitas akhirnya mulai ditekuni lagi.

Dengan berbekal kemampuan dasar dan mantengin blog temen-temen yang pada oke, akhirnya belajar bikin blog juga. Tanpa bantuan orang lain, cuman modal liat sana sini ....dan blog yang paling sering saya sambangi adalah Dapur Solia nya mba Shierly hehehe..... tengkyu ya mbak Shierly.... akhirnya jadi juga blog saya. Dengan bekal awal foto-foto jadul mulailah mengisi page per page blog saya. Setelah sering upload ke facebook mulailah orderan mengalir slow but sure (ini salah satu manfaat facebook yang saya rasakan). 

Nah... awal-awal orderan lancar semua terhandle dengan baik dan memuaskan pelanggan. Hingga pada suatu hari dapet orderan birthday cake (bdck) dan pudding dari dua orang yang berbeda dan berurutan harinya, yaitu bdck nya hari Jum’at dan pudingnya hari Sabtu. 
Karena kepedean dan sifat saya yang tukang lupa/pikun karena keseringen makan brutu ayam (kata orang-orang tua sih), dimana suamipun selalu ngingetin untuk buat note-note di agenda, dengan pedenya belanja semua keperluan dan hari Selasanya telepon kurir, untuk booking kurirnya di hari Jum’at. Rabunya nyicil pernak pernik perlengkapan bdck, Kamis sore buat cakenya, Jum’at pagi setelah selesai ngerjain tugas rumah, mulailah mendekor bdck dan buat pudingnya. 

Jam 01.00 siang kurir datang, pesanan dua-duanya dah di package dengan aman. Jam 02.00 siang ada 2 sms masuk, satu dari pemesan bdck yang bilang kalo pesanan dah nyampe dan uda diterima. Yang kedua dari kurir bilang kalo alamat kedua yang pemesan pudding katanya kosong ngga ada penghuninya. 

Akhirnya kuminta nunggu bentar biar tak confirm dulu ke customerku. Dan jawabannya bagai petir disiang hari, “Lho mbak kan saya pesen buat surprise mama hari Sabtu, dan memang itu alamat rumah mama, dan mama sekarang ada dirumahku” katanya…..
Duennggg …waduh gimana ini, sayanya langsung panik, tapi kemudian dia ambil jalan tengah “Ngga papa deh mba, kalo gitu dititipkan ke tante tetangga depan rumah mama aja ya mbak”…..olalaaa.... bakulnya minta maaf berkali-kali, untung itu pudding yang bisa disimpen di kulkas, bagaimana kalo kue basah……Oh noooooo.......

Untung nya lagi customer saya tidak kecewa dan tetap ada repeat ordernya. Alhamdulillah ya Allah, terima kasih saya telah dipertemukan dengan teman-teman yang penuh inspirasi, pelanggan yang loyal dan sabar-sabar. Semoga rezeki ini barokah buat keluarga dan orang-orang disekitar saya. Amin

Hikmah dari sepenggal cerita saya adalah : 
  • Selalu keep in touch dengan semua orang, karena bisa jadi dari sinilah ilmu dan rizki mengalir
  • Jangan pernah berhenti berkarya karena adanya halang rintang apapun.
  • Jangan malas untuk mencatat dan mendokumentasikan apapun kegiatan kita sapa tau berguna buat portofolio kita
  • Dan diatas itu semua jangan lupa berdoa
 
Disini juga saya ingin berterima kasih kepada :
1.    Bu Fatmah Bahalwan atas kobaran semangatnya
2.    Yenni dan Yennis Cake nya karena telah berbagi ilmu dan pertemanan
3.    Mbak Shierly dan Dapur Solia nya atas bantuan dan contekan ilmunya
4.    Dan tentunya semua teman-teman milis yang semakin banyak dan oke-oke semua



Pengirim   : Anik Kurniawan
Website      : www.dapurmamasofi.blogspot.com

Anniversary Cake for My Idol

Aku adalah salah satu member fans sebuah band yang cukup “melegenda” karya-karyanya. Suatu ketika aku diberi kesempatan oleh sesama fans  untuk membuat cake anniversary band tersebut.
Memang ini bukan yang pertama bagiku untuk membuat cake anniversary mereka, tapi tetap saja aku deg-degan, secara ini akan aku persembahakan untuk orang-orang yang aku kagumi karya-karyanya.

Singkat cerita, sekitar dua hari sebelum hari H aku baru deal untuk pembuatan cake ini. Cakenya sih simple, hanya cake dengan hias edible poto bergambar photo-photo perjalanan band tersebut. 
Yang sempat membuat aku sulit adalah ukurannya yang cukup besar dan terpaksa aku mengerjakannya dengan 2 lembar edible photo yang di sambung. Ya sudah aku pikir gak masalah, tinggal ditumpuk sesuai batas gambar saja.
Kesulitan berikutnya adalah aku harus mencari kurir cake dengan box besar seukuran 35 cm X 45 cm. Beberapa kurir menyatakan gak sanggup dengan ukuran tersebut, sisanya sudah full book.

Tiba-tiba aku teringat sebuah penawaran jasa pengiriman, sebenarnya ini jasa pengiriman umum, perusahaan tersebut  menyebutkan melayani juga pengiriman cake & makanan.
Akhirnya aku hubungi perusahaan ini, sebut saja kurir ”PD”, aku telepon koordiantornya (Co Kurir) dan menanyakan apakah sanggup mengirim cake seukuran tersebut, Co kurir bilang oke sanggup, dan bilang box mereka besar. Aku sampe dikirimkan foto design motor + box kurirnya.

Setelah itu aku menyiapkan beberapa file gambar untuk didesign & dikirim ke bakul edible photo langganan ku, alhamdulillah beliau bisa mngerjakan dengan cepat, rapih dan tepat waktu.
Sehari menjelang hari H aku konfirmasi lagi ke Co kurir, apakah boxnya muat untuk membawa cake sesuai ukuran yang aku minta? Bahkan aku sampai memaksa beliau untuk mengukur ulang boxnya, apakah pasti muat? Jawabannya: “Oke bu siap, boxnya ukuran 45 cm X 45 cm"
Yaa sudahlah .... aku pikir aman untuk urusan pengiriman, aku request jam 11.00, harapan aku cake tersebut bisa sampai paling lambat jam 02.00 siang, karena acaranya jam 03.00 sore.

Malamnya mulailah aku baking plus d├ęcor cake. Semua berjalan lancar & mulus. Saat hari H jam 10.45, kurir datang, aku tengok ke depan pagar kok yang datang satu orang? Di sini nih kebingungan & kepanikan aku di mulai ....
Aku buka pintu… lebih terkejut lagi aku meliat box si kurir, yang ternyata mirip banget dengan box delivery fast food,  box nya nempel di ujung jok belakang motor ......

GUBRAKSS !!!..... kue sebesar ini mau dibawa pake box tsb & dibawa sendiri???
Aku Tanya ke kurir, "Apa bisa cake aku masuk ??"
Jawabannya: "Di coba aja bu..."

Akhirnya aku coba, ternyata..... apa jadinya teman??? Untuk memasukkan cake tsb ....sangat sulit.... karena benar-benar ngepress dengan ukuran cake. Si bapak Co Kurir itu benar, kalo boxnya ukuran 45 cm X 45 cm, tapiii….bagian atas box-nya itu melengkung ke dalam, sehingga posisi tangan saat meletakkan box cake tidak akan cukup, setidaknya ukuran box ini "matinya" cuma 42 cm. 

Aku telpon Co Kurir, bagaimana dengan box yang aku request, karena aku harus mengirim cake ini segera ..
Jawaban yang aku dapat dari Co Kurir tidak memberi solusi, akhirnya aku putuskan untuk cancel menggunakan kurir tersebut.
Sebagai ganti jerih payah kurir yang sudah sampai ke rumah, aku memberi 50% dari ongkos kurir yang seharusnya. Mungkin gak seharusnya aku membayar karena tidak sesuai, tapi biarlah… aku hanya ingin menghargai orang lain. Dan mulai saat itu aku tetapkan untuk TIDAK memakai lagi jasa pengiriman “PD” titik.

Jam mennjukkan angka jam 12:30, akhirnya aku memutuskan untuk membawa sendiri cake tersebut, berboncengan motor dengan suamiku. Meskipun aku sudah terbiasa datang ke acara seperti ini, dan aku pikir bisa lebih santai jika aku datang berdua saja dan kuenya bisa sampai lebih dulu. 
Apa daya harapan tinggal harapan. Dan aku harus tetap menghargai kepercayaan teman-temanku untuk menghadirkan cake anniversary.
Aku tidak berfikir membawa cake tersebut dengan mobil/taxi, karena menurut aku masih bisa aku bawa di motor, dan kalo aku booking mobil/taxi, makin memperpanjang waktu aku lagi untuk menunggu, otomatis akan telat.

Berangkatlah aku dengan sedikit terburu-buru, karena khawatir cake ini harus di persiapkan dulu dan di tunggu oleh teman-teman fans. Perjalanan Bekasi ke Kuningan tidaklah pendek, tapi aku harus kuat membawa cake sebesar itu.
Lepas area Bekasi masih lancar, kebetulan aku pake motor type “ laki-laki” yang cukup besar & cepat.
Saat belok masuk jalan pintas kawasan Industri Pulo Gadung.... duugg... aduuh.. kakiku kebentur tiang listrik, yang otomatis membentur box cake, karena dengkul aku sebagai penyangga box cake. Sakitnya tak begitu ku rasakan… tapi dag-dig-dug karena aku khawatir akan bentuk kuenya. 

Kami meneruskan perjalanan hingga lewat Rawamangun, Manggarai hingga Kuningan. Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya aku pesan ke suami “ Mas.. pelan-pelan yaa mas… , masih ada waktu kok”
Aku katakan seperti itu, agar tidak terjadi lagi masalah di jalan. Sementara beberapa teman fans sudah ada yang menanyakan di mana posisi aku.
“Aaahhh.. gimana mau angkat HP, megang box ajah dah repot ;( “

Karena aku belom pernah ke lokasi acara tersebut, yang biasanya di adakan di base camp, namun kali ini diadakan di tempat berbeda. Aku sempat beberapa kali bertanya, bahkan saking kebablasan belok di jalanan, aku kelewat lumayan jauh & sampe bingung di mana cari putaran.

Akhirnya aku sampai juga di venue, di sana sudah banyak kerumunan para fans, termasuk wartawan. Cake aku diterima oleh perwakilan manajement & fans........Alhamdulillah…..sampai juga. 
Aku tinggal kan cake tersebut sambil istirahat sejenak & cari tempat parkir yang nyaman. Sampai di ruang perayaan, aku liat cake buatankua....alamaaak….cakenya hampir remuk di satu sudut dan berimbas ke beberapa bagian pinggir cake.
Aku sempatkan merapihkan yang masih bisa aku perbaiki, aslinya aku malu banget dech. Gak enak ke teman-teman fans seharusnya aku bisa menyajikan yang lebih sempurna.

Beruntung mereka bisa memakluminya, setelah aku ceritakan kondisi sebenarnya, malah di jadikan bahan becanda kami. Dan lucunya lagi tetap saja teman-teman sibuk foto-foto cakenya, termasuk beberapa wartawan he he he....
Mereka bilang cake yang penuh perjuangan. Alhamdulillahnya lagi cakenya laris manis  habis tak berbekas. Bahagianya aku bisa jadi bagian acara anniversary band favoritku. 

Aku hampir lupa kelelahan,,,di sepanjang perjalanan yang ada di otakku, aku senang bisa ketemu teman-teman, senang liat perform band yang mirip mini concert, senang juga dapet orderan .. ha ..ha ..ha

Dua hari berlalu, aku dapet telepon dari management: “Yan .. bisa gak buat kue lagi kayak kemaren, tapi untuk acara besok malam??”
Antara bahagia dan bingung aku mendengarnya. Bahagia ternyata cake buatan aku bisa diterima banyak orang, bingungnya apa bisa aku buat cake nya untuk besok, sedangkan aku besok kerja, saat itu sudah jam 17:30 sore.

Selesai mengirim detail cake yang diinginkan & beberapa pembicaraan, akhirnya aku menyanggupi utnuk membuat cake ini. Awalnya minta anniversary cake serupa dengan yang sebelumnya (pake photo). 
Karena tidak memungkinkan order edible saat itu, akhirnya aku putuskan membuat cake dengan gambar logo band . Logo ini aku ambil jiplak dari kaos fans club yang aku punya. 
Alhamdulillah semua lancar, dan kurirnya juga ada. Pagi-pagi aku baru dapet kabar, kalo ternyata cake ini untuk acara live di salah satu TV swasta, dan sebagai surprisenya adalah cake anniversary band tersebut.

Wooowww… beruntungnya aku dapet kesempatan ini...alhamdulillah cake bisa terkirim dengan baik, dan karena ini cake surprise, akupun diminta merahasiakan untuk sementara waktu tentang cake in.
Sayangnya ....saking kelelahan aku sendiri justru gak bisa meliat acara saat cake aku di tampilkan, karena aku sudah keburu teler. Lagian cake anniversary tersebut dikeluarkan hampir jam 12.00 malam.

Ceritanya,,, semua personil band mendapat surprise kedatangan ibu-ibu mereka sambil membawa cake dengan diiringi lagu hits mereka…hikhikss....jadi terharu.
Betapa bahagianya aku, hasil karyaku bisa di terima oleh orang-orang yang aku kagumi karya-karyanya.

Demikian cerita dari aku....thanks udah diberi kesempatan untuk sharing


Pengirim  : Yanti Biyan
Domisili   : Bekasi
Website  : http://biyankitchen.blogspot.com

From Zero to Significant

Aku lahir dari keluarga guru dan merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Aku hanya terbilang sebentar saja mengecap kebahagiaan masa kecil karena ketika kelas 5 SD, papa tercinta meninggalkanku dan keluarga.
Sejak itu keadaan ekonomi keluarga kami mulai guncang dan 3 tahun setelah itu mama tercinta juga menyusul papa. Tinggallah aku dan kakakku dengan warisan hutang biaya rumah sakit yang cukup besar dan memaksa kami untuk merelakan rumah kami untuk dijual dan tinggal dengan saudara secara bergantian.
Begitu menyakitkan dan kehidupan kami selanjutnya sangat kelam. Begitu banyak hal buruk yang datang bertubi-tubi, seakan-akan Tuhan benar-benar sudah meninggalkan kami. Cita-citaku menjadi seorang pilot pun harus kandas ditengah jalan, menambah satu lagi kegagalan hidupku, yang kemudian membawaku lebih dalam dalam dunia “gelap”. 


                Ceritanya sangat panjang  hingga akhirnya hidupku mengalami perubahan haluan yang sangat signifikan. Aku memutuskan menjadi seorang fotografer dan akhirnya aku mengalami “titik-balik” dan sebuah “pertemuan” dengan kasih Tuhan yang sesungguhnya.
Sampai sekarang aku sudah memiliki 2 orang anak dan seorang istri yang luar biasa, yang selalu mendukungku dalam hal apapun, termasuk dari hobiku di bidang kuliner.
Di keluarga besarku dulu, hanya ada 2 orang yang dikenal sebagai pakar masakan salah satunya termasuk papaku. Selalu aku melihat beliau memasak dan membuatku terinspirasi sampai sekarang. Dimulai dari berbagai eksperimen masakan yang kebanyakan tidak masuk akal seperti “nugget ikan sapu-sapu” dll yang selalu membuat teman-teman hanya bisa menggelengkan kepalanya, tetapi mereka tetap mengakui bahwa ternyata rasanya tetap enak
                Akhirnya bisnis kulinerku dimulai dari klappertaart dan itu dimulai dari benar-benar iseng pada awalnya ketika mendekati perayaan Natal 2010, yang ternyata membuahkan orderan cukup lumayan. Akhirnya aku juga sampai membuat website sendiri khusus untuk itu.
Setelah aku merasa bahwa proyek pertama cukup berhasil, aku memutuskan untuk menambah skill lewat dunia pasta, serta mencoba untuk membuat ayam kodok dan sempat berhasil menjadi juara “Lomba Ayah Jago Masak” se Jabodetabek yang diadakan Kecap Sedaap pada tahun 2011. Aku hanya terharu dan tidak dapat berkata apa-apa . 

                Begitu banyak suka duka dalam dunia kuliner, apalagi yang melakukannya sebagai “side job” . Dengan juga menjadi bagian dari milis NCC adalah salah satu suntikan motivasi untukku walau paling sering harus masak malam-malam, ketika pulang dari kantor dengan tubuh yang sudah lelah tapi harus tetap semangat dan membuktikan bahwa aku juga bisa melakukannya.  
Sering juga pada waktu awal memulai, selalu bermasalah dengan kurir kue yang mengantar dan beberapa kali menerima complain dari klien. Sukanya adalah ketika klien yang pesan dan senang banget dengan makanan yang aku jual. 

Baru-baru ini juga aku mengikuti sebuah bazaar makanan di Mal Kelapa Gading dengan beberapa teman NCC juga, dimana itu merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga sekali. Apalagi panitia menawarkan tempat dan listrik gratis dan hanya dipotong 25% dan itupun dari hasil penjualan kita. 
Mencari penjaga booth saja benar-benar mujizat, karena dari 3 orang calon, semua membatalkan secara tiba-tiba dengan berbagai alasan dan tiba-tiba ditengah keputusasaan, seperti dikirim Tuhan seorang penjaga booth yang malah rumahnya di Kelapa Gading juga dan siap bekerja untuk kami.
Bazaar selama 11 hari itu menghasilkan penjualan sekitar 400 cups, baik itu klappertaart, macaroni schotel maupun lasagna dan membuahkan hasil keuntungan  minus Rp 3.450,- dari modal awal yang keluar.
Aku juga akhirnya  sadar bahwa memang kalau mencoba menjual produk apapun dengan harga murah dan bermain kuantitas, maka kita siap-siap untuk bekerja bakti dan malah bisa menuai kerugian. Pada saat weekend memang arus pembeli sangat besar tetapi pada saat weekdays, benar-benar penjualan menurun tajam. 

Positifnya adalah aku bisa membagi brosur dan kartu nama disana dan membuatku bisa menjadikan event tersebut sebagai brand awareness untuk produkku. Semua pasti ada hikmah dan pelajaran dibaliknya dan level kita akan semakin meningkat lagi dari sebelumnya. 

Doaku cerita ini bisa jadi inspirasi untuk kita semua bahwa,  
.......kalau kita tidak diberi masalah hidup oleh Tuhan, maka kita tidak akan pernah menjadi manusia yang mandiri dan kuat apapun bakat dan talenta yang diberikan ........

Mari kita asah semakin tajam dan buat diri kita menjadi yang terbaik dalam segala hal.

***
Jadilah penakluk sejati dan pantang menyerah dalam segala hal. Selalu libatkan Tuhan dalam kerja keras kita, maka kita akan menuai promosi yang tak terpikirkan.
Perbuatlah segala sesuatu seperti melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, maka kita tidak pernah akan dikecewakan. God Bless us all

Bazaar @Mall Kelapa Gading

Pengirim   : Mr. Icho - Owner Dapoer Icho
Domisili    : Bekasi
Website    : http://www.klappertaart.net/    

Monday, 9 April 2012

The Power of Kepepet

Haai semua ...!! 

Apa kabar...? Mau numpang cerita lagi yaa. 

Hari Kamis kemarin aku dapet lemparan order lagi untuk bikin cupcake ultah. Customernya minta tema MU (Manchester United). Sebagai orang yang nggak ngerti bola sama sekali, aku langsung tanya tanya ke teman-teman NCCers di Joglosemar (NCC wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang). Banyaak yang langsung nyumbang ide dan salah satunya bilang agar memakai edible image. 

Tiiiiing ....*lampu menyala di atas kepala* ....langsung angkat tilpun mau pesen edible utk hari Jumat sama teman sesama NCC Joglosemar. Ternyata dia lagi liburan...ealaaaah... Buru-buru telpon ke beberapa toko bahan kue, dan mereka baru bisa menyelesaikan pesanannya hari Minggu. 

Walaaahhh.. mendadak migren deh aku. Tau-tau suamiku nyeletuk "Jiplak aja gambarnya di fondant trus potong pake pisau". Hmmmm... Worth to try. 
Aku browsing logo MU kumplit dengan si red devil, print, lalu di gunting. 

Ya ampuun..gunting dikertas aja udah ribet apalagi musti di jiplak ke fondant. Motif sudah siap, sekarang waktunya jiplak. Ngucap bismillah daaaann.... Konsentrasi pegang pisau ukir dan fondant. Megol kanan,megol kiri, akhirnyaaaa...ternyata berhasiiiilll!!!! Si red devil MU bisa aku jiplak dengan baik!!! 

Alhamdulilaaahhh senangnyaaaa .... Ternyata ya kalau kita dipaksa oleh keadaan, apapun BISA kita lakukan. Cup cake sudah jadi, dihias sebentar...sret sret..antar deh ke customer. Hihihi...seneng deh lihat dia nandak-nandak kegirangan lihat cupcake-nya keren ...hihihihi. 

The power of kepepet memang canggih euy ....!!!

Pengirim  : Novi
Domisili   : Semarang
Website  : http://noviscorner.blogspot.com/ 

"Hanya" Penjual Nasi Kotak-kah Saya?

Mimpi akan masa depan membuat kita semangat,
Bayangan akan keberhasilan membuat kita tidak mudah mundur,
Kesadaran akan sesuatu yang besar biasanya dimulai dari sesuatu yang kecil membuat kita tak mudah menolak....
Kenyataan akan ada Allah yang tidak pernah tidur membuat kita selalu berikhtiar,
Keikhlasan dalam berusaha akan membuat kita senantiasa memberikan yang terbaik,
Visi dan keyakinan akan keberhasilan yang dijanjikan Allah bagi umat-Nya yang selalu berusaha akan membuat kita survive...

***

Mungkin sebait tulisan di atas yang menggambarkan kejadian di bulan Ramadhan beberapa tahun lalu. Hmmm...waktu itu Rakha anak saya belum genap setahun, masih menyusu dia. Salah seorang sahabat saya meminta tolong untuk membuat nasi kotak untuk berbuka puasa bersama di masjid komplek rumahnya di Tebet.

Awalnya dia memesan 45 box nasi kotak untuk acara masjid. Selang beberapa hari kemudian, dia menanyakan apakah saya sanggup untuk mengerjakan 100 box nasi kotak sekalian untuk diberikan bagi kaum dhuafa. Di pikiran saya tadinya yang 45 itu sudah termasuk di dalam 100 box, maka saya iyakan.

Ternyata, ketika dikonfirmasi sahabat saya bilang, bukan, jadi total pesanan 145 box. Fuiiih....100 box saja saya agak bingung mengerjakan, maklum bakul sangat amatir, belum punya asisten tetap pulak. Tapi karena merasa ini adalah tantangan besar bagi saya, maka saya memutuskan untuk pantang menolak pesanan...:)

Beberapa hari kemudian, sahabat saya sms lagi menanyakan apakah saya masih bisa menerima sekitar 10 box lagi sekalian untuk diberikan kepada keluarga para asisten rumah tangga dan supir keluarga..Hmmm..kepalang tanggung, boleh lah sekalian saja....:). ***modalnekatdotcom.

Mulailah saya berpikir bagaimana me manage pesanan sebanyak ini. Hehehehe..jadi malu nih sama para bakul senior yang kalo cuma seratusan gini mah masih ecek-ecek mengerjakannya. Buat saya berat selain karena minim pengalaman, juga itu tadi, saya tidak punya asisten yang bisa membantu kecuali suami tercinta yang selalu bisa diandalkan minimal untuk menemani belanja, atau bahkan belanja barang-barang yang terlupa, menjadi supir/kurir dadakan sampai membantu menggoreng kerupuk atau menggoreng ayam. I love you, suamiku....(lhooo...kok malah kaya' tulis surat buat suami nih...hehehhehe....)

Anyway, lanjut ke cerita nasi box tadi. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta bantuan asisten harian saja. Kebetulan ada dua orang teman mengaji yang bersedia membantu dan berjanji akan datang sekitar jam 08.00 pada hari H. Alhamdulillah, sedikit banyak lega, at least ada yang membantu untuk menyusun nasi and the gank ke kotak, karena biasanya justru itu yang memakan waktu paling banyak dan yang jelas paling ribet menurut saya.

Dua hari menjelang hari H, saya sudah belanja, membuat kotak-kotak nasi, menggoreng kerupuk (eh itu suami dink..:D), dan membungkusnya. Mempersiapkan sendok garpu dan lain-lain sebagai supporting tools di nasi kotak..:). Sampai sini saya merasa semua lancar-lancar saja, dan terus terang pede jaya menyambut datangnya hari H.

H-1, saya mulai menyiapkan bumbu-bumbu, potong-potong, tumis-tumis bumbu, ukep mengukep ayam. Untuk sayur, buah, telur dan urusan menggoreng, saya pikir cukup lah ketika hari H sehingga rasanya masih oke.

Hari H dini hari. Sekitar jam 01.00 saya mendengar ada suara penggorengan di dapur. Ketika saya cek, suami saya sudah mulai menggoreng ayam...Subhanallah....Memang tak ada bandingannya deh suamiku ini...:). Dia minta saya tidur lagi, supaya Rakha tidak menangis karena tidak ada orang tuanya, sekalian menyimpan energi untuk kerja keras hari ini.

Sekitar jam 03.00 saya bangun dan menyiapkan makan sahur dan siap-siap minum dopping madu, sari kurma dan lain-lain untuk persiapan kerja rodi hari ini. Saya ketika itu bersikeras tetap puasa walaupun ada rukshoh untuk ibu menyusui, tapi saya yakin saya kuat berpuasa. Setelah sholat subuh, mulailah kerja rodi saya hari itu.

Dimulai dari merebus telur dan menyiapkan bumbu bali (saya baru belajar ketika itu bahwa bumbu bali bisa diinapkan di kulkas sehingga bisa save energi di hari H dan malahan terasa lebih enak dibanding dibuat mendadak seperti yang saya lakukan hari itu).
Mengupas dan menggoreng telur tak dinyana memakan waktu cukup lama karena saya juga masih harus memandikan Rakha dan menyusuinya. Ada satu asisten rumah tangga di rumah yang saya minta konsentrasi untuk menemani Rakha dan ketika Rakha sedang bersama saya, maka tugasnya adalah mencetak nasi. :)

Oh yah, sekitar jam 06.00 pagi salah satu asisten cabutan sms mengabarkan bahwa dia "mundur" karena migrain...Saya masih tenang karena Insya Allah saya masih yakin dapat mengerjakan dengan bantuan satu asisten yang lain. Jam 08.00 pagi, teman saya belum datang juga. Akhirnya saya telphone, dan dia bilang, dia minta maaf tidak bisa datang karena ada ibu mertuanya datang jadi harus menemani, dan minta maaf juga karena tidak bisa mengabari saya karena pulsanya habis....

Hiks....rasanya mau marah, sebel, kesel, yang paling dominan sih ingin menangis sangat......Tapi mau menyalahakan siapa sebenarnya? Semua punya alasan yang tidak bisa ditolak kan?

Tapi saya tahu, amanah tetap amanah. Harus dikerjakan walaupun babak belur. Saya sempat telphone suami di kantor untuk curhat, dia meminta saya bersabar dan fokus sama pekerjaan saja, jangan pada kekecewaan. Suami saya juga mengingatkan akan rukshoh puasa yang bisa saya dapatkan ketika nanti saya merasa tidak kuat secara fisik untuk terus berpuasa. Saya mendapat suntikan semangat baru dan mulai mengerjakan dan yakin Allah pasti membantu.

Jam 12.00 siang, makanan sudah siap semua. Ah gampanglah. Tinggal dimasukkan ke kotak.... Dengan pengalaman minimal, karena biasanya cuma menerima paling banyak 50 box, saya tidak terlalu sadar bahwa 155 adalah 3 kali nya 50 box, jadi yah pastinya makan waktu jauh lebih banyak. Alhasil, ketika jam menunjukkan pukul 14.00 dan ternyata baru setengah pesanan yang selesai, saya mulai ingin menangis lagi. Tubuh yang mulai lemah, haus, Rakha yang rewel minta saya menemani dan menyusuinya membuat saya mau berteriak saja..
Aaaaaaaaahhhhhhhhhhh........

Jam 15.00 akhirnya semua selesai, tinggal dimasukkan ke mobil dan cap cus meluncur ke Tebet dari rumah saya di Joglo. Sedikit bisa bernafas lega lah saya. Sahabat saya minta jam 17.00 nasi kotak nya sudah ada di sana, biar ada waktu untuk membagikan pada kaum dhuafa. Saya pikir 1 jam lah paling lama sampai ke sana. Saya sempatkan untuk mandi sekadar untuk memberi energi baru bagi tubuh saya, dan menyusui dan memompa ASI untuk Rakha sebelum saya berangkat menuju Tebet.

Tepat pukul 15.30 saya siap berangkat. Kok ya dilalah, ternyata masih ada lagi ujian yang diberikan Allah...AC mobil saya mati...huaaaaaaaaaa.......Dan entah kenapa di sore hari ini, matahari sangat bersahabat dan rasanya ingin bermesraan dengan saya....panasss terik seperti jam 12.00 saja layaknya. Belum lagi Jakarta yang rasanya tidak ingin saya hanya sebentar berada di jalanannya, saya terjebak macet berkali-kali. 
Dengan keringat mengucur deras, rasa lelah yang luar biasa, kemarahan kepada semua situasi yang tidak mendukung membuat saya lagi-lagi ingin menangis. Saya sempat menanyakan ke diri saya sendiri, dapat ide darimana saya kalau perjalanan hanya akan makan waktu sekitar satu jam. 
Akhirnya saya sadar, saya biasa berangkat ke rumah sahabat saya itu dulu dari rumah Kebon Jeruk, nah biasanya dari rumah Kebon Jeruk menuju Tebet cuma sekitar segituan waktunya. Saya lupa, Joglo-Tebet dengan Kebon Jeruk-Tebet jelas jauh berbeda. Titik macetnya jauh lebih banyak.

Di tengah kemacetan ibukota itu lah saya bicara pada Allah, "ya Allah, segininya yah berusaha cuma untuk mendapatkan uang ratusan ribu....". Terbayang ketika saya masih kerja di kantor, dengan baju yang fancy, ruangan ber AC, tempat kerja yang nyaman, supir yang membawa mobil ketika ada urusan luar kantor, gaji yang digitnya sangat jauh berbeda dari bakul amatir begini, fuiiiiiiiiiiiiih rasanya marah, entah marah pada siapa...

Ketika sesuatu berjalan di luar rencana awal kita, memang lebih mudah bagi kita untuk marah, menyalahkan keadaan, dan menyesali diri. Tapi ketika akhirnya saya mulai tenang dan sambil istighfar, pertolongan Allah pun datang. 
Tiba-tiba saya mulai membayangkan Rakha yang lucu, sehat, dan alasan saya yang utama memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan bekerja apa saja asalkan bisa tetap menemani dan mengikuti perkembangan Rakha detik demi detik. Tak lama kemudian bayangan tentang Rakha berganti dengan bayangan sebuah cafe atau wedding organizer yang cateringnya juga ada di bawah kendali saya suatu hari nanti. 

Membayangkan sekumpulan keluarga harmonis yang menikmati kebersamaan di restoran milik saya yang nyaman sebagai pengembangan dari usaha catering rumahan saya. Banyak keluarga yang nantinya memiliki peluang kerja dari usaha yang saya miliki akhirnya membuat saya mulai tersenyum. AC yang rusak pun tak lagi menjadi sesuatu yang membuat saya marah. Jalanan yang masih tetap macet pun tidak membuat saya kemerungsung. 

Saya tetap lelah, saya tetap merasa sangat haus...(yah ibu menyusui kalo puasa menurut saya lebih berat daripada berpuasa ketika hamil), tapi saya tidak lagi marah dan melihat yang saya usahakan dari rupiah yang saya dapatkan ketika itu. Energi dan semangat yang tersuntikkan dari mimpi dan keyakinan akan keberhasilan dari sebuah usaha yang tanpa henti membuat energi saya ter-boost ke posisi tertinggi.

Apalagi ketika akhirnya saya sampai di rumah sahabat saya juga, walaupun memang terlambat 5 menit dari waktu yang saya janjikan. Dan lagi-lagi suami saya yang luar biasa itu sudah menunggu di sana (catatan, kantor suami saya ketika itu di MT Haryono) untuk membantu mengangkat nasi-nasi box tadi dari mobil, yang saya yakin bisa jadi untuk melakukan hal sekecil itu pun saya sudah sempoyongan karena tubuh saya benar-benar lelah dan kekurangan energi plus kaki yang gemetaran karena kebanyakan injak kopling.

Ketika semua nasi box terdeliver, tak terkira rasanya gembiranya hati ini. Suami convoy (suami naik motor) di samping mobil saya dalam perjalanan pulang kembali ke rumah. Sesenang-senangnya dan selega-leganya, tubuh saya memang tidak bisa disembunyikan kelelahan yang amat sangat nya. Ditambah dengan lagi-lagi si AC yang rusak itu melengkapi kelelahan saya sore itu, hingga saya meminta untuk beristirahat sambil menunggu maghrib di masjid di daerah Pejompongan (masih halfway to go to home).

Setelah berbuka puasa, walaupun hanya dengan sebotol teh dan sebotol air putih, tubuh pun kembali segar. Setelah sholat maghrib, kami melanjutkan perjalanan pulang dengan perasaan yang tak bisa didefinisikan. Di situ saya sadar penuh, sampai kapan pun pengalaman hari itu tidak akan pernah saya lupakan. Bukan hanya soal kelelahan yang luar biasa. Tapi lebih kepada pelajaran hidup.

Hidup ini bukanlah sekadar rupiah yang kita hasilkan ketika itu. Tapi lebih kepada semangat yang tak boleh mati, dan mimpi akan masa depan yang jauh lebih baik, target, visi dan keyakinan akan keberhasilan dengan usaha yang tak putus yang membuat saya (baca: kita semua) akan survive. Allah ma'ana.....(Allah bersama kita)


Jakarta, 9 April 2012
Tetap menganggap diri bakulan walaupun tidak pernah menawarkan produk. :)
-Poppy-

Manajemen Waktu Order Keroyokan

Hai NCCers ....


Mau berbagi cerita tentang pengalaman mengerjakan orderan dibawah ini. Kesannya terlalu berambisi mengerjakan semua, tetapi mohon dapat dilihat dari sisi bagaimana aku mengerjakan semua orderan itu tanpa meninggalkan aktivitas rutinku.

Tanggal 12 Maret aku menerima orderan kukis hias 120 pieces untuk Kamis 29 Maret. Selang 2-3 hari kemudian aku menerima orderan dari teman untuk ulang tahun anaknya untuk diantar ke daerah Bintaro hari Selasa 27 Maret jam 8.30 pagi.

Ini dia orderannya :
1. Rainbow cake birthday cake (BDCK) uk 24 cm
2. Bolu gulung ukuran panjang 15 cm sebanyak 25 buah
3. Cupcakes 50 buah

Kemudian tanggal 18 Maret ada orderan lagi dari temenku untuk ulang tahun suaminya tanggal 26 Maret dan minta diantar ke daerah Kelapa Gading jam 10.00 pagi pesenannya adalah :
1. Nasi kotak sebanyak 40 kotak
2. Rainbow cake bdck uk 22 cm

Setelah itu tanggal 19 Maret masuk orderan lagi untuk tanggal 26 Maret malam yaitu ulang ulang tahun salah satu teman latihan nyanyi setiap hari Senin malam. Ini dia orderannya :
1. Rainbow cake bdck uk 26
2. Fruit platter
3. Red velvet cupcakes 25 biji
dimana selang 1 hari kemudian minta ditambah dengan soes pandan 50 buah

Awalnya yang terpikir ... ahh tanggalnya deket, sekalian aja buatnya. Tapi akhirnya panik kog aku terima-terima aja ya semua orderan untuk hari yang sangat berdekatan, dan dalam jumlah yang cukup besar pula. Sementara aku punya 2 orang anak umur 5 tahun dan 6 bulan. Gak tau harus memulainya dari mana duluan tapi aku berusaha buat tenang dan mulai membuat list apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu.

List yang aku buat antara lain :

1. Mengecek ketersediaan bahan baku
2. Membuat list belanja
3. Mulai menghubungi supplier bahan untuk bisa disediakan bahan-bahan yang dibutuhkan berikut waktu deliverynya. Sempet bingung juga karena ternyata ada beberapa bahan yang aku butuhkan gak ada di Toko Bahan Kue yang aku hubungi, dan  akhirnya harus hunting sendiri.
4. Aku segera menghubungi pemasok sayuran sesuai dengan daftar belanjaan yang aku akan ambil hari Minggu tanggal 25 Maret.
5. Segera beli bahan mentah dan yang bisa dikerjakan terlebih dahulu seperti: dus untuk nasi kotak, dus untuk cup cake, plastik dan semuanya yang bisa dibeli duluan.
6. Persiapkan mental diri sendiri dan anggota rumah seperti :
Katakan kepada suami bahwa kita membutuhkan bantuan untuk membantu mengawasi anak-anak pada saat kita sedang mengerjakan orderan.
Katakan kepada anak-anak kita, bahwa mungkin untuk 3 hari kita belum bisa main bareng dulu karena kita sedang sibuk.
Katakan kepada ART bahwa kita membutuhkan bantuan mereka untuk additional job (misalnya, menemani anak-anak, bangun pagi dan masak, serta membereskan peralatan perang).
7. Meminta asisten mengerjakan buat kotak untuk nasi, sendok, tissu dan kotak tempat kue (kelihatannya simple, tapi apabila teman-teman mendapatkan order banyak mendingan urusan tempat kue dibereskan terlebih dahulu di depan)

Setelah semua point diatas aku lakukan... eng ing eng ....mulailah acara masak memasak dilaksanakan.

1. Aku membuat prioritas makanan/kue mana saja yang bisa dimulai terlebih dahulu...... Yup, pasti temen-teman setuju dengan aku bahwa kue kering untuk kukis hias yang pertama bisa dilakukan.
2. Lauk untuk menu nasi box (ayam, sambel, kerupuk) aku buat hari Kamis. ayam aku goreng 1/2 matang dan sambel (kemudian disimpan di frezzer).
3. Selanjutnya muffin untuk cup cakes dan kulit soes bisa dibuat dan disimpan di frezzer

Sabtu 24 Maret
Harus cek akhir bahan-bahan (harus sudah komplit semua), karena dalam memasak menurutku bila kita kekurangan 1 bahan saja maka akan merembet ke lainnya seperti delay waktu, mood memasak dan akhirnya bisa berantakan semua planning yang sudah aku buat.
Sabtu siang anterin anakku les drum dan les nyanyi buat ku sampai jam 03.00 sore. Sampai rumah aku langsung bikin butter cream. Gak tanggung-tanggung 4 kilo sampai mixer panas dan tangan pueggeeelll poolll...

Sembari menunggu mixer dingin aku mulai nimbang-nimbang bahan untuk membuat 3 rainbow cake dan membuat 25 bolu gulung. Selesai dan langsung tidur buat ngumpulin tenaga kerja full membuat kue hari Minggu

Minggu 25 Maret
Bangun pagi langsung ke tukang sayur buat mengambil pesanan yang aku sudah aku pesan 3 hari sebelumnya. Meminta asisten untuk mempersiapkan loyang dan mengolesnya dengan carlo dan kertas roti.

Pulang ngopi-ngopi sebentar langsung jam 09.00 aku mulai membuat adonan pertama untuk red velvet dengan hand mixer dan rainbow cake dengan standing mixer (sekali mixer aku bikin langsung 2 resep). Total aku bikin 7 resep untuk membuat 3 rainbow cake.

Sebenernya pembuatan rainbow cake ini simple, tapi cek bebi cek ternyata aku hanya punya 1 loyang ukuran 24 cm.... tepok jidat deh ...kan harus buat 6 lapisan berbeda (sementara untuk loyang 22 cm dan 26 cm banyak). Tapi show must go on tidak ada waktu untuk ngomel kecuali melakukan yang bisa dilakukan. Akhirnya bisa ditebak kalo aku lama di pembuatan rainbow cake untuk yang ukuran 24 cm

Rainbow cake ukuran 22 cm dan 26 cm selesai jam 03.00 sore. Sementara yang ukuran 24 cm selesai jam 05.00 mulus???? TIDAK.... karena ada 1 lapisan warna biru yang hancur berantakan pada saat handling.. Akhirnya harus bikin lagi.

Pada saat selesai rainbow cake yang jam 03.00 itu, aku langsung membuat bolu gulung (bolu gulung ini menurutku cukup kuat untuk dibikin 2 hari sebelum hari H...., maksudku dipengerjaannya jadi bisa dicicil).

Sembari menunggu bolu gulung matang aku mulai mendekor rainbow cake bdck, membuat ucapan selamat ulang tahun dengan menggunakan dark cooking chocolate (DCC) coklat dan putih. Rainbow cake yang sudah jadi aku masukan ke kulkas.

Kegiatan hari Minggu selesai jam 09.00 dengan hasil 3 rainbow cake + 15 bolu gulung + 25 cup cake red velvet.

Malamnya aku meminta asisten mulai memotong aneka sayuran untuk dibuat cap cay, mempersiapkan bumbu untuk dibuat dadar jagung dan mie goreng

Sebelum tidur jam 10.00 aku mengeluarkan ayam dan sambal dari frezeer, kemudian memberi instruksi kepada 2 asisten bangun jam 04.00 pagi hari Senen untuk membantu membuat nasi box dan mengeluarkan kulit soes pandan.

Senin 26 Maret
Asisten bangun langsung membuat nasi (perlu 4 kali masak nasi dengan menggunakan 2 rice cooker) Sembari menunggu nasi matang (aku dengan mengendong anakku yang umurnya 6 bulan, karena udah bangun dari jam 04.00), mulai memberi instruksi kepada asisten untuk segera mengerjakan dadar jagung, mie goreng dan ayam kecap.

Asistenku sudah lama ikut aku dan untuk makanan di atas mereka sudah biasa membuat jadi aku bertugas di bagian akhir sebagai tester.

Jam 06.00 anakku berpindah tangan ke salah satu asisten, semetara aku kabur sebentar ke pasar mengambil pesanan pisang dan strawberry.

Jam 6.45 aku pulang dari pasar asisten aku minta untuk membersihkan pisang dan membuat cap cay sementara aku mengisi soes (krn akan dipick up oleh kurir jam 10.00 atau jam 11.00). Selesai jam 08.00 kurang.

Jam 08.00 semua masakan siap untuk dimasukan ke dus makanan ukuran 20 cm x 20 cm.

Jam 09.00 nasi box siap untuk diantar (aku menggunakan temanku untuk menjadi kurir dadakan dan mengantarkan nasi box ke daerah Kelapa Gading)

Satu pesanan (nasi box+rainbow cake) beres dan sudah diantar. Sembari menunggu kurir, aku mulai menyalakan mixer dan mengerjakan sisa 10 bolu gulung.

Mulus lagikah??? TIDAK..... jam 10.00 kurir belum dateng (berusaha tenang), hampir jam 11.00 kurir belum juga dateng. Mulai sms orderan saya gimana?? Kue soesnya diminta pelanggan untuk tiba di kantornya maksimal jam 12.00 sebagai surprise kepada teman pelangganku yang sedang berulang tahun juga.

Jawaban kurir yg pertama : "Maklum bu hari Senen.. dimana-mana macet".

Akhirnya ditelp balik oleh kurir dan dikatakan dijadwalnya tidak diketahui kue untuk diterima jam berapa, dan jarak Depok-Pangeran Antasari tidak mungkin ditempuh dalam waktu 1 jam.

Emosi??? Tentu saja ....!! Tapi berusaha tidak membuang energi.

"Jadi gimana pak?" tanya saya ....."Nanti saya carikan kurir terdekat" jawab kurir ......what????

Aku cuma bilang :" Pak ...saya sudah bersedia membayar special handing (walaupun menurut saya kue soes tidak perlu spesial handling) dan konfirmasi via sms, yang menyatakan bersedia untuk mengambil kue saya masih ada nih" (fyi kurir konfirm oke hari Jumat 23 Maret).

Akhirnya aku tutup telp dengan tanpa ada kepastian kapan kurir terdekat datang. Otak harus berpikir dengan bagaimana caranya supaya soes ini bisa diterima ke teman aku dan langsung kontak teman aku untuk menceritakan kejadian sebenernya.

Aku langsung telepon temanku yang mengantarkan nasi box ke daerah Kelapa Gading untuk menyakan dimana posisinya sekarang? Dia bilang sudah dekat kembali ke rumah. Aku minta tolong dia sekali lagi untuk mengantarkan kue soes tadi dan temanku bersedia.

Jam 11.45 kurir aku batalkan (karena masih tidak ada kepastian dan sudah ilfill banget rasanya). Jam 12.45 soes tiba di daerah Pangeran Antasari. Alhamdulillah walaupun delay 45 menit dari jadwal yang diminta.

Oh ya, ada sms dari kurir yang berbunyi bahwa pada saat saya membatalkan orderan saya posisi kurir sudah di depan komplek rumah saya dan sudah menelpon teman saya yang mengorder kue soes tersebut. 
Mohon maaf.
Aku sudah males membalas SMS kurir tadi. Forget it about kurir.... kartu mati!

Buat aku janji adalah janji. Komitmen adalah komitmen. Kita dipegang karena janji dan komitmen kita. Jadi jangan berjanji kalo tidak bisa tepati dan membiarkan pelanggan anda tanpa kepastian.

Tadi sembari telpon sana sini proses pembuatan bolu gulung tetap berjalan dong dan alhamdulillah selesai jam 01.00 siang. Selesai bolu gulung langsung mengeluarkan cup cake dari frezer untuk di dekor. Membutuhkan waktu 3 jam utk membuat dekor cup cake yang paling sederhana (bunga, rumput, ice cream).

Jam 04.00 sore selesai langsung buat fruit platter. Potong buah sana-sini terus tinggal ditancepin ke pot dan busa hijau dibungkus aluminium foil yang sudah dibuat beberapa hari sebelumnya.

Jam 05.00 sore selesai. Istirahat sebentar main dengan anak, jam 06.00 langsung pergi lagi buat latihan nyanyi dan mengantarkan red velvet, rainbow cake BDCK ukuran 26 m dan fruit platter tadi.

Alhamdulillah sampai ditujuan di daerah Brawijaya dengan selamat. Pulang sampai dirumah jam 10.00 malam, langsung cek-cek untuk pengantaran orderan hari Selasa pagi, minum vitamin trus tidur.

Untuk cup cakes dan bolu gulung yang sudah jadi aku masukin ke kamar AC yang nyala 24 jam ....hihihihihiihihi

Selasa 27 Maret
Waktunya nganter rainbow cake ukuran diameter 24 cm, cup cake 50 biji dan bolu gulung 25 biji. Iseng sebelum ngirim pesanan, ceritanya pagi-pagi mau laporan tentang soes pandan ke milis NCC... ealah namanya buru-buru akhir terjadilah insiden salah kirim judul posting ke milis NCC ....qikqikqikqikqik (kena centong).

Pesanan harus sampai di daerah Bintaro jam 09.00 pagi karena mau dipakai untuk pesta ulang tahun anaknya sahabat di sekolah. Berangkat jam 7.30 dari rumah eh karena efek demo BBM, maka rute Depok-Bintaro menjadi lancar jaya dan hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 45 menit.

Alhamdulillah pesenan terkirim lancar ..... Alhamdulillah semua pesanan bisa dikerjakan ......Alhamdulillah dikasih kekuatan sama Gusti Allah untuk melakukan semuanya.....Alhamdulillah semua yang memesan puas.......Alhamdulillah dapet rejeki dari jerih payah tersebut.

Selesaikah?? Belum.. !! Siang jam 01.00 aku mesti harus mengajar di sebuah perguruan tinggi di daerah Lenteng Agung dan malamnya (jam 07.00) harus perform nyanyi.. hihihihii.....

Pulang sampai rumah jam 10.00 malem badan rasanya rontok semua... tapi sekali lagi Alhamdulillah tetap diberi kesehatan sampai sekarang.

Rabu 28 Maret
Mengerjakan kukis hias untuk diambil temanku hari Kamis malam serta ada tambahan rainbow cake yang aku kerjakan Kamis setelah pulang mengajar. Alhamdulillah sekali lagi berjalan lancar.

Selesai ....waktunya mentraktir anakku yang 5 tahun dan suami beli fried chicken sebagai kompensasi dicuekin selama 3 hari hehhehe....., dan untuk asisten seperti biasa ada tip untuk mereka.

Ringkasan dari tulisan ini adalah :

1. Jangan pernah takut untuk menerima orderan banyak, tapi yang terpenting adalah kita juga harus bisa menakar kemampuan kita dalam mengerjakannya.
2. Harus ditunjang dengan peralatan (fyi 3 mixer dirumah nyala semua dirumah, 2 oven besar dan kecil serta loyang-loyang bertebaran di mana-mana).
3. Usahakan mempunyai beberapa supplier/ tbk/ pemasok/ apapun istilah yang menjadi pegangan kita.
Jadi sewaktu kita memerlukan bahan-bahan yang dibutuhkan mereka siap. Harus diingat bahwa hanya mengandalkan pada 1 supplier saja akan sangat membuat kita kelabakan apabila bahan yang kita butuhkan tidak ada. Buat skala prioritas seperti tukang sayur A, tukang B dan tukang sayur C. jadi kalo tukang sayur utama misalnya A tidak ada aku bisa langsung pindah ke tukang sayur B. Aku sendiri mempunyai langganan tukang sayur di pasar. walaupun harganya sedikit lebih mahal tapi apa yang aku mau tukang sayur itu bisa memprovide bahan yang aku butuhkan. Jadi aku bisa menghemat tenaga.
4. Janji adalah janji jangan pernah membatalkan order atau menunda pengiriman hanya karena sedang mengerjakan orderan/aktivitas lainnya.
5. Selalu membuat list apa yang harus dikerjakan malam sebelum tidur dan membuat skala prioritas dan jangan pernah menunda list to do yang sudah kita buat.
6. Selalu cek dan ricek ketersediaan bahan-bahan dan gas. untuk gas walaupun aku punya beberapa tabung tapi untuk order banyak seperti ini begitu kosong harus segera beli gantinya jangan menunda membeli.
7. Lakukan aktivitas rutin seperti makan, minum, mandi atau sholat disela-sela waktu kita mengerjakan orderan. Jangan sampai lupa.
8. Selalu siapkan untuk plan B (misalnya dalam kasus aku bahwa kurir delay) 
9. Berdoa dan jangan lupa minum vitamin..


Semoga tulisan ini bisa bermanfaat ...


Pengirim : Diana A. Soetjipto
Domisili : Depok
Website : http://dianaasoetjipto.blogspot.com/


































































































































































































































































Friday, 6 April 2012

Gapai Cita-citamu Setinggi Bulan

.........karena banyaknya pemintaan kepada saya untuk bercerita mengenai mengapa dari kantoran menjadi tukang kue, maka saya akan sedikit menceritakan pengalaman hidup saya, yang semoga dapat diambil hikmahnya atau sekadar bacaan menghibur diri.........

***
Saya dilahirkan di Semarang 16 Mei 1980, dari kecil seperti layaknya anak-anak kalau ditanya cita-cita pasti menjawab dokter atau pilot atau apapun yg berkesan dihatinya. Demikian juga saya, kalau ditanya orang saya selalu menjawab cita-cita saya menjadi dokter.

Namun seiring dengan berputarnya roda kehidupan, ternyata jalan yang saya jalani membawa saya menjadi seorang lulusan accounting dari salah satu universitas di Jakarta. Setelah lulus pastinya donk mendambakan suatu pekerjaan yang baik dengan gaji yang lumayan.

Awalnya saya mendapatkan pekerjaan di sebuah biro travel sebagai seorang accounting staf. Tidak terlalu lama sih saya bekerja di sana hanya 6 bulan saja, karena kemudian saya ditawari pekerjaan lain yang lebih menantang dengan gaji yang lumayan di kawasan Kelapa Gading sebagai finance.
Ternyata di sana juga saya tidak bertahan terlalu lama hanya sekitar 1,5 tahun. Saya memutuskan pindah ke perusahaan pembiayaan di Menteng dengan jabatan sebagai assisten manager. Di perusahaan tersebut saya merasa sangat nyaman, menerima gaji yang juga lumayan dan jabatan saya pun cukup baik.
Selama bekerja di sana saya menjalani hari-hari dengan santai, semua pekerjaan dapat saya kuasai dengan baik, ritme kerja yang teratur. Cukup lama saya bertahan disitu yaitu selama kurang lebih 6 tahun.

Suatu ketika kembali saya ditawari pekerjaan baru untuk menjadi seorang manager di perusaaan otomotif ternama di Jakarta. Tentu saja hal ini tidak saya sia-siakan.
Setelah menjalani beberapa tes yang menurut saya cukup banyak dan sulit, kemudian beberapa wawancara dengan petinggi di sana, akhir kata saya mendapatkan pekerjaan yang saya idam-idamkan selama ini, yaitu sebagai seorang manager keuangan di perusahaan bonafide di Jakarta.

Namun kemudian kenyataan berkata lain dimana secara tiba-tiba saya dipindah tugaskan ke daerah Lampung, untuk sementara waktu dengan alasan menggantikan manager yang posisinya kosong di sana. Manajemen menjanjikan di Lampung tersebut saya hanya dibutuhka untuk jangka waktu yang sementara.
Apa boleh buat saya menyetujui usulan tersebut, dengan perjanjian hanya sementara waktu di sana untuk mengisi posisi yang kosong, sampai posisi tersebut terisi segera. (karena dalam taraf pencarian)

Saya menjalani.hari-hari di sana yang menurut saya cukup menyiksa, untuk beradaptasi dengan orang baru di tempat baru dimana suasananya juga cukup mengagetkan. Jika di Jakarta jam 12.00 malam jalanan agak mulai berkurang, di Lampung jam 09.00 jalanan sudah sepi. Apalagi teman-teman saya semua di Jakarta, tidak ada satupun yang di Lampung. Namun semua itu aku tetap jalani dengan rasa syukur.

Satu bulan dua bulan telah berlalu namun tidak ada kabar tentang orang baru yang akan datang. Sedangkan saya juga banyak membawa perubahan yang cukup baik seperti laporan-laporan yang tepat waktu dan penghematan yang cukup signifikan buat perusahaan.

Saya beberapa kali mengkontak ke Jakarta menanyakan perihal orang baru tersebut namun jawaban management hanya belum ada orang yang cocok disana harap bersabar. Faktanya kesabaran seseorang ada batasnya, setelah 5 bulan penuh saya di sana, akhirnya saya mengeluarkan ultimatum jika orng yang dicari belum ada dalam waktu 1 bulan lagi, saya akan mengundurkan diri (eng ing eng....)

Waktu yang saya tetapkan akhirnya tiba namun tetap tidak ada seorangpun yang menggantikan posisi saya. Dan keputusan saya sudah bulat akhirnya keputusan yang saya ambil adalah resign dari perusahaan tersebut.

Inilah akhir dari karier saya di dunia sekuler atau dunia kerja. Awalnya saya masih giat mencari kerjaan baru, interview demi interview saya jalani, namun sampai suatu titik saya merasa apa yag selama ini saya bangun yaitu kepercayaan atasan, penghematan bagi perusahaan, kebanggaan diri, sirna begitu saja.

Saya merenung dan berdoa, pastilah Tuhan tidak memberikan percobaan melebihi kekuatan umatNya, lalu kemudian saya menguatkan hati dan bangkit, percaya bahwa Tuhan pasti punya rencana yang indah buat hidupku. Dan pasti Tuhan memberi suatu talenta atau kemapuan pada tiap manusia untuk sanggup berdiri menjalani kehidupannya.

Saya ingat-ingat apa sih yang merupakan kekuatan atau keahlian yang Tuhan beri, lalu saya tersadar bahwa saya sangat mencintai dunia kuliner. Dari kecil saya sangat suka bereksperimen di dapur, bahkan setelah saya ingat di kelas 5 SD saya berhasil membuat sendiri kue tart dihias krim moka dengan ditaruh biskuit coklat bundar sebagai hiasannya.

Saya berpikir mengapa tidak membuat kue atau cupcakes yang saat ini lagi trend untuk ulang tahun anak-anak. Mulailah saya mencari pengajar yang tepat di bidang ini, setelah menemukannya saya mulai belajar, dan juga banyak membeli dan membaca buku-buku yang mengulas mengenai pembuatan kue dan figurin. Saya belajar dan terus belajar, ternyata makin didalami passion saya makin meningkat seiring dengan pengalaman saya yang juga cukup bertambah.
Ternyata saya sangat cinta mati dibidang dekor kue ini, apalagi saya juga ketemu dengan berbagai guru yang sangat berbakat, salah satunya Ibu Fatmah yang sangat sabar dan menjadi inspirasi saya juga.

Apapun yang kita kerjakan bila dengan serius dan sabar, kemudian tak lupa juga banyak mengucap syukur, pasti Tuhan akan membuka jalan.
Saya jadi ingat pepatah yang mengatakan .... bila pintu didepanmu seakan tertutup, jangan pernah takut karena akan banyak jendela yang dibuka......

Saya sangat bersyukur sekali dengan hal ini, jika saya waktu itu tidak terjepit, saya tidak akan tahu Tuhan telah memberian kemampuan/skill seperti ini kepada saya.

"RencanaNya adalah kebaikan dan bukan rancangan kecelakaan dlm hidupku, hal itu yang selalu ku pegang dalam hidupku"

Setelah aku jalani kurang lebih 6 bulan terakhir ini, ternyata begitu banyak orderan untuk ulang tahun maupun untuk acara keluarga dan teman-teman, banyak dari mereka yang heran kok bisa-bisanya saya mendekor kue yang menurut orang lain cantik.

Saya tak henti-hentinya bersyukur mengenal NCC beserta guru-gurunya yang sangat komunikatif dan sangat menginspirasi dalam hidup saya. Memang tak ada kata terlambat untuk terus belajar.

Di akhir kata, tetap semangat para member NCC tetap ingat pepatah lama... dimana ada kemauan di situ ada jalan..... 

  
Tetap gantungkan cita-cita kalian setinggi bulan dan ingat Tuhan sangat mencintai kita semua. Sukses buat kita semua



Pengirim  : Beng Budiarso
Domisili   : Jakarta
Website   : http://www.pesankuejakarta.com/