Friday, 9 March 2012

Cerita Sedihku ...


Cerita ini berawal ketika aku memutuskan untuk menjadi bakul kue sebagai usaha sampinganku yang masih bekerja dikantoran. Waktu itu kalau gak salah sekitar tahun 2009. Siang hari aku ditelpon oleh salah satu TV swasta yang cukup terkenal di Jakarta untuk meliput bakulku yang baru aja kurintis. Sempet kaget shock, dan senang dong pastinya.
Setelah janjian ketemu mereka datang kerumahku, dikarenakan waktu yang mepet, dan persiapan yang kurang, akhirnya aku berinisiatif untuk memasukkan tema cara pembuatan coklat lolly yang sangat mudah. 

Liputan lancar dan sudah tayang, selang beberapa waktu kemudian si presenter mau pesan kue  ulang tahun yang besaarrr sekali, orderan dari kakaknya untuk anaknya alias keponakannya. Aku bertanya ukurannya berapa? Dan dia bilang pokoknya yang besaaar sekali dan dicover fondant dengan budget Rp. 300,000.
Aku bilang ukuran yang aku buat yang paling besar adalah 25 cm x 25 cm dan gak bisa dengan budget segitu, akan tetapi dia tetep kekeuh. Dia bilang, " Cuma ada budget segitu !"
Well,,, karena aku pikir aku mau sesuaikan dengan budget dia, dan karena juga aku ini masih merintis, jadi aku pikir itung-itung biaya promosi aja deh.

Aku buatin deh tu cake ulang tahunnya, aku buat cover full fondant, sekalian latihan mencover cake dengan fondant pikirku. Kalau dipikir pake logika pasti ini cuma kerja bakti doang kan..asli gak ada untungnya. 

Setelah itu cake kuantar kerumahnya, lagi-lagi gak pake ongkos kirim ( nih presenter emang udah mulai ngelunjak..:’<). Oke ...aku antar pagi-pagi sekali sebelum aku berangkat ke kantor, dan kue itu diterima oleh pembantunya. Udah kelar dong urusan ini, cake udah set dengan tema yang dia inginkan, dan ukurannya aku sesuaikan dengan budget dia. Aku pun ke kantor dengan tenang…

Dan guess what,,,,? Jam 10.00 an pagi si presenter telepon aku sambil marah-marah,..
Presenter : "Mbak,,, kok kuenya kecil?? Aku ordernya kan yang paling besaaar..? Kakakku jadi marah nih ke aku kenapa cake ultahnya kecil?? Gimana dong nih urusan??"
Aku kaget setengah mati, lalu aku bilang : "Kan aku sudah bilang, kalau cake aku yang paling besaaarrr itu ukurannya 25 cm x 25 cm, dan juga budgetnya kan cuma Rp. 300,000? Bagaimana bisa minta yang paling besaaar dengan budget segitu??"
Dia tetep gak mau terima, minta ganti rugi, minta Rp. 200.000 dibalikin, alasannya karena kakaknya marah besar.

Aku nangis, sedih, kecewa dan masih banyak lagi rasa yang gak bisa aku lukiskan. Sambil terus beristighfar, dengan mengelus dada, akhirnya aku transfer balik semua uangnya dengan hati  pasrah kepada Illahi.
Aku percaya bahwa semua ini pasti ada hikmahnya buat aku. Bahan baku, tenaga, pikiran, ongkos kirim semuanya aku ikhlaskan. Aku balikin semua kepada yang punya.
Aku meyakinkan diriku bahwa rizki ada yang mengatur. Setelah aku transfer semua uangnya dia, dia telepon aku bertanaya kenapa uangnya semua dibalikin? Aku bilang gak apa-apa, lalu aku tutup telpon.

Suatu pembelajaran hidup yang sangat besar buat aku, bahwa sesungguhnya yang namanya rejeki itu sudah ada yang mengatur. Karena selang beberapa hari kemudian, aku mendapat SMS, ada pelanggan yang mau order kue dengan total biaya yang berkali-kali lipat.
Alhamdulillah ...Allah Maha Besar.... kejadian ini sungguh membuat aku semakin kuat lahir batin untuk jadi bakul kue sejati....


Pengirim : Redni Astuty
Domisili  : Jakarta
Website  : http://www.sandiazcakes.blogspot.com/

1 comment:

Devy Pusposari said...

Alhamdulillah.... kalau ikhlas baliknya memang lebih banyak. Terbukti.