Membaca banyaknya status FB tentang keluhan seputar tingginya harga
wysman atau menghilangnya wysman dari pasaran, selintas membuat saya
berpikir, emang segitu hebatnya ya si wysman ini? Orang mana sih pak wys
ini?
Jagoan mana sama mas wisnu ali martono yg jd moderator 15ribu org atau wis-wis lainnya? Hehehehe....
Saya,
Jujur bukan pengguna wysman
Terlebih saya juga bukan pemain kue kering.
(Tangan saya gendot2 ya, jadi rada males ngurusin kue kering yg printilan2 dan cepet abis dimakan begitu)
Jadi,
saya kurang mengerti penderitaan bakulan wysman.
Saya tidak mengerti, kenapa harus menggunakan wysman ketimbang orchid atau blue triangle
Atau bahkan margarine
Saya pun tidak memahami,kenapa sebuah wysman bisa membuat produksi bakulan berhenti.
Tapi satu hal yg saya mengerti
Bahwa a great chef/bakers or apalah namanya
Tidak tergantung pada bahan dan alat
Tp pada skill of surviving.
Itulah sebabnya skill ini diasah diajang masterchef dgn mystery box atau challenge lain
*berharap pak didi han dan beng bisa cerita pengalaman mereka
Jika wysman langka,
Bukankah inilah saat yg tepat melatih diri dan resep baru tanpa butter?
(Teringat posting mba Besta arlita ttg kue kering margarinenya, yg jg jadi andalan disaat wysman naik harga th lalu)
Jika wysman mahal,
Bukankah inilah saat yg tepat untuk menghubungi supplier dan mencoba menggunakan butter oil substitute?
*colek Charisma Wu
Saya teringat di kelas kue kering yg saya ikuti bersama mba riana
ambarsari dan juga berbincang bersama mba Fat di awal saya mengikuti
kelas cake dasar beberapa tahun lalu
Para suhu ini jelas mengatakan bahwa TIDAK ada alasan utk TIDAK berkarya.
Ketika itu mba Fat cerita ia mengawali karir nya dengan 5 alat sederhana saja
Yaitu baskom, mikser tangan, loyang lapis surabaya, oven, dan ah, saya lupa satu lagi.
Ia memotivasi saya yg kala itu masuk dapurpun dilarang, bahwa tak ada
alat2 keren dan canggih, saya tetap bisa memulai berjualan.
Mba Riana juga kerap mengatakan pengganti2 bahan jika tidak ada bahan yg
tercantum dalam resep susah didapat didaerah asal peserta
(Teringat saya pada postingan bu Heritha yg menggunakan sisa buttercream
menjadi kue kering dgn menambahkan terigu dan telur serta resep
buttermilk cupcakes nya yg menggunakan bahan pengganti)
Bahkan beberapa chef hebat luar negeri kerap membuat acara memasak di
area2 yg terisolasi, seperti kota terpencil, hutan, padang pasir dll,
hanya untuk memperlihatkan bahwa keterbatasan bahan dan minimnya alat
bukan halangan menciptakan karya enak dan luar biasa
(Yah, meski memang bisa saja tayangan tersebut sudah disetting duluan, tapi buat saya, tetep inspiratif kok)
Dan bukankah sesuatu yg kreatif itu harganya menjadi jauh lebih mahal dan dicari-cari ketimbang yang biasa2 saja?
Kue lemon atau snowball atau jaan hagels NCC menjadi idola dirumah saya,
karena bosannya melihat nastar, putri salju dan kastengels setiap
natal.
Kita ini warga NCC loh..
Spirit berani mencoba dan berbagi resep itu wajib hukumnya
Jadi,
Marilah teman-teman sekalian,
Sebagai ciptaan termulia karena dibekali dgn akal,
Ketiadaan wysman sebaiknya ditanggapi dengan kepala dingin, hati dingin dan pikiran positif.
Mari buka lagi koleksi resep kita,
mari belajar "naik kelas" dari bakulan biasa yg didukung alat dan bahan
hebat, menjadi bakulan luar biasa yg bermotokan "apapun bahannya, apapun
alatnya, saya tetap menghasilkan kue/masakan enak"
Semoga cukup menenangkan tangis teman2 pengguna wysman ya..
*group hugs!
*tarik selimut, peluk guling, balik tidur lagi, abis begadang kerjain tesis
Best Regards,
Angelia Novincy Umboh
Showing posts with label inspiratif. Show all posts
Showing posts with label inspiratif. Show all posts
Thursday, 13 June 2013
Tuesday, 11 June 2013
Pengalamannya Seru, Hadiahnya apalagi
Hello NCC tercinta,
Saya mau berbagi cerita sedikit ya. Hari ini saya senang sekali dan semakin percaya diri ketika hasil karya saya mendapat Juara 3 dalam acara "Cooking Competition" Kompas Women Fiesta 2013. Saya sangat bersyukur. Niat saya ikutan lomba adalah untuk menambah pengalaman. Gimana ya kalau ikut serta dalam cooking competition itu? Saya sangat penasaran. Memang saya paling suka menonton berbagai acara masak. Salah satu acara dari luar seperti "My Kitchen Rules" dimana dua orang peserta dalam satu group berlomba untuk menjadi juara, adalah favorit saya. Di setiap babak penyisihan mereka harus menyajikan 3 set menu, menu pembuka, menu utama dan menu penutup. Dalam acara ini memang terlihat bagaimana stressnya menyelesaikan 3 set menu dalam waktu yang sudah ditentukan.
Nah waktu lomba 'Berkreasi dengan Krimer" dirilis, dalam hati saya langsung timbul niat untuk ikut perlombaan. Memang bukan karena hadiahnya loh, terus terang. Walau memang hadiahnya keren keren juga. Niat saya hanya satu yaitu doing my best. Dan mau menguji diri sendiri bisa kerja ga kalau waktunya ditentuin begitu dan lihat orang lain juga ramai-ramai berkreasi. Pasti seru!
Sewaktu si MC hitung tanda mulai, waduh jantung ini debar debar seperti waktu dulu debar ketemu pacar wkwkwkwkk...serius beneran loh. Kayaknya syukur juga ada tuh celemek merah yang cantik jadi bisa nutupin debaran jantung ini hahaha... Tapi panik benaran. Dari rumah saya sudah rencana akan membuat 2 jenis presentasi dengan dessert yang sama, tiba-tiba MC bersama Ibu Fatmah bilang waktunya hanya 30 menit. Dalam hati bertanya, bukannya 45 menit ya seperti disebut di milist sebelumnya? Waduh gimana dong? Tapi ya sudahlah aku lanjutkan saja. Terakhir memang Ibu Fatmah mengatakan kalau waktunya tidak cukup. Syukurnya memang sebelum acara mulai saya sempet kenalan dengan si Mr. Black alias si oven. Karena rumah saya jauh dari tempat lomba dan takut telat, saya memang datang lebih awal, bahkan sebelum mall-nya dibuka hahaha. Nah waktu bertemu panitia, ternyata mereka sudah sibuk mempersiapkan peralatan lomba, mikser, blender, dan si oven. Begitu melihat oven, saya langsung tanya kepada panitia bagaimana cara pengoperasiannya. Intinya saya sudah memahami cara kerja ovennya. Dan ketika dessert saya masuk oven, saya set aja ke suhu 210'C walau sebenernya untuk lemon tart itu suhu oven ada di 180' C. Dalam hati harus dipercepat saja. Tidak hanya suhu oven yang saya tingkatkan, tapi saya juga set oven pake api atas bawah, soalnya saya kan bikin lemon tart jadi sangat tertolong dengan adanya api atas juga. Cuman saya sangat yakin begitu disebut hanya 30 menit, ya sudahlah, yang lemon tart panjang tidak usah dipresentasikan.
Jadi, begitu saya kelar bikin shortbreadnya langsung masukin ke loyang brownies dan loyang cupcake. Tancap gas bikin lemon tartnya. Begitu lemon tartnya kelar saya hanya punya waktu sangat sedikit. Yang bikin stress saat saya masih mencampur bahan lemon tart dengan whisker, si Mbak Besta yang pas di sebelah saya sudah mulai membersihkan mejanya dan menyiapkan set presentasinya. Wah...dan tidak lama sempat melirik, dessertnya sudah jadi 4 biji. Oh ya ampun...makin kencang degup jantung ini. Tapi saya ingat untuk tetap tenang dan fokus. Saya sudah siapin semua garnish dari rumah. Lagi-lagi karena belum pernah ikutan lomba sejenis, semuanya saya bawa, bahkan termos berisi air panaspun saya bawa. Maksud hati ya untuk memotong lemon tart yang bentuk panjang. Untuk memotong lemon tart, supaya potongannya bagus, sebelum memotong, pisau potongnya harus dicelupkan dulu ke air panas. Nah, itulah sebabnya termos pun saya bawa sehingga bawaan saya sukses overweightnya dan sukses juga pegel-pegelnya. Saking banyaknya yang dibawa pas perlombaan saya sendiri sampe kesulitan cari ini itu. Sudah lupa taruhnya dimana karena panik dan dikejar waktu. Teman-teman, ini pelajaran berharga ya. Lain kali tidak usah membawa boks super size dan beberapa wadah tambahan yang bikin repot gitu. Cukup membawa koper saja seperti sarannya Mbak Heryanti Saleh. Tulang punggung saya pasti ga akan pegel gitu kalo bawa koper. Karena memang benar, bahkan 2 hari setelah lomba, pinggang, badan dan kaki saya masih pegel-pegel. Makasih ya Mbak Heryanti yang baik hati untuk sarannya. Lain kali kalau ada lomba harus bawa-bawa peralatan, saya pasti akan bawa koper saja hehe...
Masih terus menenangkan diri, saya bersihkan meja, lalu ambil piring saji, dan mulai dari yang printilan kecil-kecil. Saya ingin menyajikan presentasi yang bisa memperkuat penampilan dan tentunya menambah citarasa lemon tartnya. Akhirnya, Puji Tuhan sebelum waktu habis, saya bisa menyelesaikan semua dan senang sekali mendapat pujian seperti dari MC yang mengatakan presentasi saya cantik sekali juga beberapa pujian tentang rasa lemon tart yang cheesy, enak dan seru. Seneng sekali hati ini walau saat itu belum tahu siapa juaranya. Ternyata, saat Ibu Fatmah sendiri yang mengumumkan posisi ke-3, saya tak menyangka bisa menang. Saya sangat bersyukur.
Semakin semangat untuk bangkit dan terus belajar meningkatkan diri. Saya berdoa kesuksesan seperti yang diraih para senior di NCC juga akan saya peroleh. Ibu Fatmah memang jadi inspirasi bangat buat saya.
Sejak HMFF NCC Februari 2013 kemaren baru ini bertemu dalam event lagi ya. Dalam perlombaan ini saya juga sempat berkenalan dengan senior-senior di NCC. Jadi semakin banyak tahu dan semakin dekat rasanya. Semangat NCC memang menyebar dan membuat suasana seru apalagi dengan kehadiran Ibu Fatmah dan Pak Wis ya. Saya salut dengan semangat NCC, salut dengan ketekunan Ibu Fatmah yang selalu mau memberi ilmunya. NCC memang TOP bangat! Saya bangga jadi member NCC.
Untuk Kompas Women Fiesta, sekali lagi terima kasih ya untuk semua hadiahnya. Buat para juri NCC juga terimakasih, buat Ibu Fatmah dan Pak Wis yang selalu setia menjadi pendorong untuk bangkit, terimakasih saya dan salut!!! Semoga di hari yang akan datang lewat event-event berkualitas, gema NCC semakin menggelora di antero persada.
Salam Desserts Enak,
Trinitati Saragih (Tati)
http://www.katdesserts. blogspot.com
Saya mau berbagi cerita sedikit ya. Hari ini saya senang sekali dan semakin percaya diri ketika hasil karya saya mendapat Juara 3 dalam acara "Cooking Competition" Kompas Women Fiesta 2013. Saya sangat bersyukur. Niat saya ikutan lomba adalah untuk menambah pengalaman. Gimana ya kalau ikut serta dalam cooking competition itu? Saya sangat penasaran. Memang saya paling suka menonton berbagai acara masak. Salah satu acara dari luar seperti "My Kitchen Rules" dimana dua orang peserta dalam satu group berlomba untuk menjadi juara, adalah favorit saya. Di setiap babak penyisihan mereka harus menyajikan 3 set menu, menu pembuka, menu utama dan menu penutup. Dalam acara ini memang terlihat bagaimana stressnya menyelesaikan 3 set menu dalam waktu yang sudah ditentukan.
Nah waktu lomba 'Berkreasi dengan Krimer" dirilis, dalam hati saya langsung timbul niat untuk ikut perlombaan. Memang bukan karena hadiahnya loh, terus terang. Walau memang hadiahnya keren keren juga. Niat saya hanya satu yaitu doing my best. Dan mau menguji diri sendiri bisa kerja ga kalau waktunya ditentuin begitu dan lihat orang lain juga ramai-ramai berkreasi. Pasti seru!
Sewaktu si MC hitung tanda mulai, waduh jantung ini debar debar seperti waktu dulu debar ketemu pacar wkwkwkwkk...serius beneran loh. Kayaknya syukur juga ada tuh celemek merah yang cantik jadi bisa nutupin debaran jantung ini hahaha... Tapi panik benaran. Dari rumah saya sudah rencana akan membuat 2 jenis presentasi dengan dessert yang sama, tiba-tiba MC bersama Ibu Fatmah bilang waktunya hanya 30 menit. Dalam hati bertanya, bukannya 45 menit ya seperti disebut di milist sebelumnya? Waduh gimana dong? Tapi ya sudahlah aku lanjutkan saja. Terakhir memang Ibu Fatmah mengatakan kalau waktunya tidak cukup. Syukurnya memang sebelum acara mulai saya sempet kenalan dengan si Mr. Black alias si oven. Karena rumah saya jauh dari tempat lomba dan takut telat, saya memang datang lebih awal, bahkan sebelum mall-nya dibuka hahaha. Nah waktu bertemu panitia, ternyata mereka sudah sibuk mempersiapkan peralatan lomba, mikser, blender, dan si oven. Begitu melihat oven, saya langsung tanya kepada panitia bagaimana cara pengoperasiannya. Intinya saya sudah memahami cara kerja ovennya. Dan ketika dessert saya masuk oven, saya set aja ke suhu 210'C walau sebenernya untuk lemon tart itu suhu oven ada di 180' C. Dalam hati harus dipercepat saja. Tidak hanya suhu oven yang saya tingkatkan, tapi saya juga set oven pake api atas bawah, soalnya saya kan bikin lemon tart jadi sangat tertolong dengan adanya api atas juga. Cuman saya sangat yakin begitu disebut hanya 30 menit, ya sudahlah, yang lemon tart panjang tidak usah dipresentasikan.
Jadi, begitu saya kelar bikin shortbreadnya langsung masukin ke loyang brownies dan loyang cupcake. Tancap gas bikin lemon tartnya. Begitu lemon tartnya kelar saya hanya punya waktu sangat sedikit. Yang bikin stress saat saya masih mencampur bahan lemon tart dengan whisker, si Mbak Besta yang pas di sebelah saya sudah mulai membersihkan mejanya dan menyiapkan set presentasinya. Wah...dan tidak lama sempat melirik, dessertnya sudah jadi 4 biji. Oh ya ampun...makin kencang degup jantung ini. Tapi saya ingat untuk tetap tenang dan fokus. Saya sudah siapin semua garnish dari rumah. Lagi-lagi karena belum pernah ikutan lomba sejenis, semuanya saya bawa, bahkan termos berisi air panaspun saya bawa. Maksud hati ya untuk memotong lemon tart yang bentuk panjang. Untuk memotong lemon tart, supaya potongannya bagus, sebelum memotong, pisau potongnya harus dicelupkan dulu ke air panas. Nah, itulah sebabnya termos pun saya bawa sehingga bawaan saya sukses overweightnya dan sukses juga pegel-pegelnya. Saking banyaknya yang dibawa pas perlombaan saya sendiri sampe kesulitan cari ini itu. Sudah lupa taruhnya dimana karena panik dan dikejar waktu. Teman-teman, ini pelajaran berharga ya. Lain kali tidak usah membawa boks super size dan beberapa wadah tambahan yang bikin repot gitu. Cukup membawa koper saja seperti sarannya Mbak Heryanti Saleh. Tulang punggung saya pasti ga akan pegel gitu kalo bawa koper. Karena memang benar, bahkan 2 hari setelah lomba, pinggang, badan dan kaki saya masih pegel-pegel. Makasih ya Mbak Heryanti yang baik hati untuk sarannya. Lain kali kalau ada lomba harus bawa-bawa peralatan, saya pasti akan bawa koper saja hehe...
Masih terus menenangkan diri, saya bersihkan meja, lalu ambil piring saji, dan mulai dari yang printilan kecil-kecil. Saya ingin menyajikan presentasi yang bisa memperkuat penampilan dan tentunya menambah citarasa lemon tartnya. Akhirnya, Puji Tuhan sebelum waktu habis, saya bisa menyelesaikan semua dan senang sekali mendapat pujian seperti dari MC yang mengatakan presentasi saya cantik sekali juga beberapa pujian tentang rasa lemon tart yang cheesy, enak dan seru. Seneng sekali hati ini walau saat itu belum tahu siapa juaranya. Ternyata, saat Ibu Fatmah sendiri yang mengumumkan posisi ke-3, saya tak menyangka bisa menang. Saya sangat bersyukur.
Semakin semangat untuk bangkit dan terus belajar meningkatkan diri. Saya berdoa kesuksesan seperti yang diraih para senior di NCC juga akan saya peroleh. Ibu Fatmah memang jadi inspirasi bangat buat saya.
Sejak HMFF NCC Februari 2013 kemaren baru ini bertemu dalam event lagi ya. Dalam perlombaan ini saya juga sempat berkenalan dengan senior-senior di NCC. Jadi semakin banyak tahu dan semakin dekat rasanya. Semangat NCC memang menyebar dan membuat suasana seru apalagi dengan kehadiran Ibu Fatmah dan Pak Wis ya. Saya salut dengan semangat NCC, salut dengan ketekunan Ibu Fatmah yang selalu mau memberi ilmunya. NCC memang TOP bangat! Saya bangga jadi member NCC.
Untuk Kompas Women Fiesta, sekali lagi terima kasih ya untuk semua hadiahnya. Buat para juri NCC juga terimakasih, buat Ibu Fatmah dan Pak Wis yang selalu setia menjadi pendorong untuk bangkit, terimakasih saya dan salut!!! Semoga di hari yang akan datang lewat event-event berkualitas, gema NCC semakin menggelora di antero persada.
Salam Desserts Enak,
Trinitati Saragih (Tati)
http://www.katdesserts.
Ehm..speaking of Tidak Profesional
Selama ini saya pikir,
saya ini termasuk bakulan yg safety player-pemain aman
alias ga bakal ada deh curhat2an
secara saya ini kan dagelan abis
jadi saya termasuk jajaran penikmat blog cerita centong kita tertjintah
dan bukan penulisnya
*inget mba tira
eh ndilalah..
dapet juga kasusnya
emang jadi org itu harusnya ga boleh takabur ya,hihihi...
berawal dari orderan ayam kodok untuk acara paskah
dimana slot sudah tipis, hanya utk 2ekor saja lagi, karena saya kebetulan juga merayakan paskah
dan disaat sedang berisitrahat sejenak sambil menonton Argo di XXI
(hadiah dari kekasih)
masuklah BBM
saya ini termasuk bakulan yg safety player-pemain aman
alias ga bakal ada deh curhat2an
secara saya ini kan dagelan abis
jadi saya termasuk jajaran penikmat blog cerita centong kita tertjintah
dan bukan penulisnya
*inget mba tira
eh ndilalah..
dapet juga kasusnya
emang jadi org itu harusnya ga boleh takabur ya,hihihi...
berawal dari orderan ayam kodok untuk acara paskah
dimana slot sudah tipis, hanya utk 2ekor saja lagi, karena saya kebetulan juga merayakan paskah
dan disaat sedang berisitrahat sejenak sambil menonton Argo di XXI
(hadiah dari kekasih)
masuklah BBM
Customer (C) : Halo, apakah benar jual ayam kodok?
Angel (A) : (dari sapaannya ketauan kl customer baru dan bukan dari inner circle) Betullll..
C: Saya ada rencana pesan untuk hari Minggu Pagi 31 Maret, bisa diinfokan untuk harganya?
A: ada email mba? Angel kirim paketnya dan juga fotonya
C: ada, boleh kirimin ke saya di .........
Angel (A) : (dari sapaannya ketauan kl customer baru dan bukan dari inner circle) Betullll..
C: Saya ada rencana pesan untuk hari Minggu Pagi 31 Maret, bisa diinfokan untuk harganya?
A: ada email mba? Angel kirim paketnya dan juga fotonya
C: ada, boleh kirimin ke saya di .........
A: Ya, Angel kirim ya
(5menit kemudian)
A: Angel sudah kirim ya mba.
singkat
cerita malam ini dia bertanya kurang lebih menghabiskan waktu dari Argo
masih iklan, sampe si Ben Affleck nya uda masuk ke Iran (setengah
cerita)
yang diakhiri dengan :
C: Aku tanya mama dulu ya mba, oya Gak bisa kurang mba, siapa tau ada diskon
yang diakhiri dengan :
C: Aku tanya mama dulu ya mba, oya Gak bisa kurang mba, siapa tau ada diskon
(diawal2 bahasanya seperti nyonya besar dengan menggunakan "SAYA", diujung2 malah seperti nawar ke pasar)
A: Monggo mba (pembicaraan diskon disensor ya),
tapi kalo jadi, angel jangan dikabarin dadakan ya mba, karena hari
raya, supaya angel pesen ke tukang ayam jumat, sabtu ayamnya datang,
sabtu malam dibuat, minggu pagi bisa dianterin
C: Siap
Jumat tgl 29 maret malam (abis ibadah Jumat Agung) dia sms pkl 10.38PM
C: Mba jadi aku pesen ayam kodok, paket xxx utk minggu 31 maret 2013, tlg dianter ke jl.... jam 10 pagi ya mba
A : baik mba, konfirm pesenan ayam kodok paket xxx utk minggu 31 maret 2013, pkl 10 pagi, dianter ke jln.... mohon ditransfer DP nya 50% ke rek... ya, terimakasih ya mba
sabtu 30 maret pkl 09.00 pagi
Jumat tgl 29 maret malam (abis ibadah Jumat Agung) dia sms pkl 10.38PM
C: Mba jadi aku pesen ayam kodok, paket xxx utk minggu 31 maret 2013, tlg dianter ke jl.... jam 10 pagi ya mba
A : baik mba, konfirm pesenan ayam kodok paket xxx utk minggu 31 maret 2013, pkl 10 pagi, dianter ke jln.... mohon ditransfer DP nya 50% ke rek... ya, terimakasih ya mba
sabtu 30 maret pkl 09.00 pagi
A: (RESEND SMS Terakhir)
Sabtu 30 Maret pkl 10 pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2
Sabtu 30 Maret pkl 10.30pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2
A: (telp hp C) ga diangkat2
Sabtu 30 Maret pkl 10.50pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2
A: (telp hp C) ga diangkat2
Sabtu 30 Maret pkl 11.15pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2
A: (telp hp C) ga diangkat2
Sabtu 30 Maret pkl 11.51
A: (telp hp C) ga diangkat2
A: (telp hp C) ga diangkat2
Sabtu 30 Maret pkl 11.52pagi
A:
(telp ke no lokal yg diberikan semalam) dan ternyata dijawab oleh ayah
C, yang mengatakan beliau tidak tahu mengenai pemesanan ini dan akan
menghubungi C segera
saya juga jelaskan bahwa saya perlu dibayar segera DP nya jam 12 siang itu karena harus belanja
saya juga jelaskan bahwa saya perlu dibayar segera DP nya jam 12 siang itu karena harus belanja
Sabtu 30 Maret pkl 12.01siang
C: (SMS) kalo saya transfer pasti saya kabarin, saya sedang nikahan.
C: (SMS) kalo saya transfer pasti saya kabarin, saya sedang nikahan.
secara otomatis,
selaku bakulan yg full, saya langsung balik kerjakan orderan lain yg sudah deal, sudah DP bahan sudah bayar full
mindset saya begini: mungkin dia ga jadi order.
Sabtu 30 Maret pkl 1.40PM (posisi angel sedang
kehabisan pulsa dan sudah menuju lokasi untuk ngeMC acara Painting
Exhibition & Fundraising)
C: (SMS) mba saya sudah transfer DP nya 505 dari rek a/n .... tolong dikonfirmasi balik ke saya,thanks
C: (SMS) mba saya sudah transfer DP nya 505 dari rek a/n .... tolong dikonfirmasi balik ke saya,thanks
Sabtu 30 Maret pkl 06.13pm
A: (SMS) maaf mba, saya baru isi pulsa, maaf mba, sedari pagi saya saya coba hubungi mba tapi ga ada kbr sampe tadi siang jam 12 mba blg sdg nikahan. krn lewat dari jam 12 saya sudah ga bisa belanja lagi mba, uda pada abis.
A: (SMS) maaf mba, saya baru isi pulsa, maaf mba, sedari pagi saya saya coba hubungi mba tapi ga ada kbr sampe tadi siang jam 12 mba blg sdg nikahan. krn lewat dari jam 12 saya sudah ga bisa belanja lagi mba, uda pada abis.
Jadi saya kembalikan saja DPnya. mohon di sms no rek nya ya mba, saya transfer. terimakasih
C: no rek BCA ... a/n...saya minta dikembalikan dan konfirmasinya secepatnya (sepertinya mulai emosi)
A: hai mba, tenang saja mba, jam 9.30pm saya selesai
ngeMC lsg sy trf dan konfirmasi kok. ditunggu paling telat jam 9.30 ya
mba, trimakasih
C: Saya bukan masalah uang
dengan cepat dikembalikancuma kenapa dibatalkan semepet ini, dan anda
tidak memberi batasan untuk jam transfernya, sangat TIDAK PROFESIONAL
A: (wes, tak cuekin kabeh,
lha wong org lagi ngeMC. lagipulaaaaaa... sepertinya dia butuh kacamata
utk membaca bbm dan berkomunikasi lbh baik dgn ayahnya yg menerima pesan
via tlp)
A: malam mba, Rp... sdh dtransfer ke BCA a/n.... dgn no rek....terimakasih
C: (ngilang, ga ada konfirmasi, ga ada bilang terimakasih)
moral of the story:
kita memang
cuma bakulan rumahan dan customer adalah raja. tetapi mereka tetap
manusia dan bukan TUHAN yg harus didewakan. ada kalanya harus bisa
assertif (tegas tapi tidak menyakitkan)
ada kalanya betul sebagai penyedia barang dan jasa kita harus merendah
tapi bukan untuk direndahkan terutama jika kita sudah melakukan sesuai prosedurnya
(jadi teringat kisah bu matre ttg prosedur dan tanggung jawab ni)
bicara mengenai profesional bukan sekedar menyediakan barang dan jasa sesuai kesepakatan
bicara mengenai profesional bukan sekedar menyediakan barang dan jasa sesuai kesepakatan
tapi
menurut saya, dengan saya memberitahukan saya tidak bisa melaksanakan
pesanan dan berinisiatif mengembalikan DP itu sudah termasuk
tanggungjawab yg mana jelas termasuk dalam profesionalisme bekerja
yakni bahwa saya tidak mengambil apa yg bukan menjadi hak saya
dan saya bekerja sesuai dengan prosedur yg berlaku
dan selaku customer atau buyer, jika memang ia menganggap dirinya profesional,
alangkah baiknya jika ia pun berinisiatif memberi kbr sedini mungkin mengingat orderannya yg mefet.
dan akan lebih profesional jika ia bisa mengatakan terimakasih setelah ditransfer kembali DP nyaalangkah baiknya jika ia pun berinisiatif memberi kbr sedini mungkin mengingat orderannya yg mefet.
so, speaking of professionalism anyone?
Wednesday, 11 April 2012
From Zero to Significant
Aku lahir dari keluarga guru dan merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Aku hanya terbilang sebentar saja mengecap kebahagiaan masa kecil karena ketika kelas 5 SD, papa tercinta meninggalkanku dan keluarga.
Sejak itu keadaan ekonomi keluarga kami mulai guncang dan 3 tahun setelah itu mama tercinta juga menyusul papa. Tinggallah aku dan kakakku dengan warisan hutang biaya rumah sakit yang cukup besar dan memaksa kami untuk merelakan rumah kami untuk dijual dan tinggal dengan saudara secara bergantian.
Begitu menyakitkan dan kehidupan kami selanjutnya sangat kelam. Begitu banyak hal buruk yang datang bertubi-tubi, seakan-akan Tuhan benar-benar sudah meninggalkan kami. Cita-citaku menjadi seorang pilot pun harus kandas ditengah jalan, menambah satu lagi kegagalan hidupku, yang kemudian membawaku lebih dalam dalam dunia “gelap”.
Ceritanya sangat panjang hingga akhirnya hidupku mengalami perubahan haluan yang sangat signifikan. Aku memutuskan menjadi seorang fotografer dan akhirnya aku mengalami “titik-balik” dan sebuah “pertemuan” dengan kasih Tuhan yang sesungguhnya.
Sampai sekarang aku sudah memiliki 2 orang anak dan seorang istri yang luar biasa, yang selalu mendukungku dalam hal apapun, termasuk dari hobiku di bidang kuliner.
Di keluarga besarku dulu, hanya ada 2 orang yang dikenal sebagai pakar masakan salah satunya termasuk papaku. Selalu aku melihat beliau memasak dan membuatku terinspirasi sampai sekarang. Dimulai dari berbagai eksperimen masakan yang kebanyakan tidak masuk akal seperti “nugget ikan sapu-sapu” dll yang selalu membuat teman-teman hanya bisa menggelengkan kepalanya, tetapi mereka tetap mengakui bahwa ternyata rasanya tetap enak
Akhirnya bisnis kulinerku dimulai dari klappertaart dan itu dimulai dari benar-benar iseng pada awalnya ketika mendekati perayaan Natal 2010, yang ternyata membuahkan orderan cukup lumayan. Akhirnya aku juga sampai membuat website sendiri khusus untuk itu.
Setelah aku merasa bahwa proyek pertama cukup berhasil, aku memutuskan untuk menambah skill lewat dunia pasta, serta mencoba untuk membuat ayam kodok dan sempat berhasil menjadi juara “Lomba Ayah Jago Masak” se Jabodetabek yang diadakan Kecap Sedaap pada tahun 2011. Aku hanya terharu dan tidak dapat berkata apa-apa .
Begitu banyak suka duka dalam dunia kuliner, apalagi yang melakukannya sebagai “side job” . Dengan juga menjadi bagian dari milis NCC adalah salah satu suntikan motivasi untukku walau paling sering harus masak malam-malam, ketika pulang dari kantor dengan tubuh yang sudah lelah tapi harus tetap semangat dan membuktikan bahwa aku juga bisa melakukannya.
Sering juga pada waktu awal memulai, selalu bermasalah dengan kurir kue yang mengantar dan beberapa kali menerima complain dari klien. Sukanya adalah ketika klien yang pesan dan senang banget dengan makanan yang aku jual.
Baru-baru ini juga aku mengikuti sebuah bazaar makanan di Mal Kelapa Gading dengan beberapa teman NCC juga, dimana itu merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga sekali. Apalagi panitia menawarkan tempat dan listrik gratis dan hanya dipotong 25% dan itupun dari hasil penjualan kita.
Mencari penjaga booth saja benar-benar mujizat, karena dari 3 orang calon, semua membatalkan secara tiba-tiba dengan berbagai alasan dan tiba-tiba ditengah keputusasaan, seperti dikirim Tuhan seorang penjaga booth yang malah rumahnya di Kelapa Gading juga dan siap bekerja untuk kami.
Baru-baru ini juga aku mengikuti sebuah bazaar makanan di Mal Kelapa Gading dengan beberapa teman NCC juga, dimana itu merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga sekali. Apalagi panitia menawarkan tempat dan listrik gratis dan hanya dipotong 25% dan itupun dari hasil penjualan kita.
Mencari penjaga booth saja benar-benar mujizat, karena dari 3 orang calon, semua membatalkan secara tiba-tiba dengan berbagai alasan dan tiba-tiba ditengah keputusasaan, seperti dikirim Tuhan seorang penjaga booth yang malah rumahnya di Kelapa Gading juga dan siap bekerja untuk kami.
Bazaar selama 11 hari itu menghasilkan penjualan sekitar 400 cups, baik itu klappertaart, macaroni schotel maupun lasagna dan membuahkan hasil keuntungan minus Rp 3.450,- dari modal awal yang keluar.
Aku juga akhirnya sadar bahwa memang kalau mencoba menjual produk apapun dengan harga murah dan bermain kuantitas, maka kita siap-siap untuk bekerja bakti dan malah bisa menuai kerugian. Pada saat weekend memang arus pembeli sangat besar tetapi pada saat weekdays, benar-benar penjualan menurun tajam.
Positifnya adalah aku bisa membagi brosur dan kartu nama disana dan membuatku bisa menjadikan event tersebut sebagai brand awareness untuk produkku. Semua pasti ada hikmah dan pelajaran dibaliknya dan level kita akan semakin meningkat lagi dari sebelumnya.
Doaku cerita ini bisa jadi inspirasi untuk kita semua bahwa,
.......kalau kita tidak diberi masalah hidup oleh Tuhan, maka kita tidak akan pernah menjadi manusia yang mandiri dan kuat apapun bakat dan talenta yang diberikan ........
Mari kita asah semakin tajam dan buat diri kita menjadi yang terbaik dalam segala hal.
.......kalau kita tidak diberi masalah hidup oleh Tuhan, maka kita tidak akan pernah menjadi manusia yang mandiri dan kuat apapun bakat dan talenta yang diberikan ........
Mari kita asah semakin tajam dan buat diri kita menjadi yang terbaik dalam segala hal.
***
Jadilah penakluk sejati dan pantang menyerah dalam segala hal. Selalu libatkan Tuhan dalam kerja keras kita, maka kita akan menuai promosi yang tak terpikirkan.Perbuatlah segala sesuatu seperti melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, maka kita tidak pernah akan dikecewakan. God Bless us all
![]() |
| Bazaar @Mall Kelapa Gading |
Pengirim : Mr. Icho - Owner Dapoer Icho
Domisili : Bekasi
Website : http://www.klappertaart.net/
Monday, 9 April 2012
"Hanya" Penjual Nasi Kotak-kah Saya?
Mimpi akan masa depan membuat kita semangat,
Bayangan akan keberhasilan membuat kita tidak mudah mundur,
Kesadaran akan sesuatu yang besar biasanya dimulai dari sesuatu yang kecil membuat kita tak mudah menolak....
Kenyataan akan ada Allah yang tidak pernah tidur membuat kita selalu berikhtiar,
Keikhlasan dalam berusaha akan membuat kita senantiasa memberikan yang terbaik,
Visi dan keyakinan akan keberhasilan yang dijanjikan Allah bagi umat-Nya yang selalu berusaha akan membuat kita survive...
***
Mungkin sebait tulisan di atas yang menggambarkan kejadian di bulan Ramadhan beberapa tahun lalu. Hmmm...waktu itu Rakha anak saya belum genap setahun, masih menyusu dia. Salah seorang sahabat saya meminta tolong untuk membuat nasi kotak untuk berbuka puasa bersama di masjid komplek rumahnya di Tebet.
Awalnya dia memesan 45 box nasi kotak untuk acara masjid. Selang beberapa hari kemudian, dia menanyakan apakah saya sanggup untuk mengerjakan 100 box nasi kotak sekalian untuk diberikan bagi kaum dhuafa. Di pikiran saya tadinya yang 45 itu sudah termasuk di dalam 100 box, maka saya iyakan.
Ternyata, ketika dikonfirmasi sahabat saya bilang, bukan, jadi total pesanan 145 box. Fuiiih....100 box saja saya agak bingung mengerjakan, maklum bakul sangat amatir, belum punya asisten tetap pulak. Tapi karena merasa ini adalah tantangan besar bagi saya, maka saya memutuskan untuk pantang menolak pesanan...:)
Beberapa hari kemudian, sahabat saya sms lagi menanyakan apakah saya masih bisa menerima sekitar 10 box lagi sekalian untuk diberikan kepada keluarga para asisten rumah tangga dan supir keluarga..Hmmm..kepalang tanggung, boleh lah sekalian saja....:). ***modalnekatdotcom.
Mulailah saya berpikir bagaimana me manage pesanan sebanyak ini. Hehehehe..jadi malu nih sama para bakul senior yang kalo cuma seratusan gini mah masih ecek-ecek mengerjakannya. Buat saya berat selain karena minim pengalaman, juga itu tadi, saya tidak punya asisten yang bisa membantu kecuali suami tercinta yang selalu bisa diandalkan minimal untuk menemani belanja, atau bahkan belanja barang-barang yang terlupa, menjadi supir/kurir dadakan sampai membantu menggoreng kerupuk atau menggoreng ayam. I love you, suamiku....(lhooo...kok malah kaya' tulis surat buat suami nih...hehehhehe....)
Anyway, lanjut ke cerita nasi box tadi. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta bantuan asisten harian saja. Kebetulan ada dua orang teman mengaji yang bersedia membantu dan berjanji akan datang sekitar jam 08.00 pada hari H. Alhamdulillah, sedikit banyak lega, at least ada yang membantu untuk menyusun nasi and the gank ke kotak, karena biasanya justru itu yang memakan waktu paling banyak dan yang jelas paling ribet menurut saya.
Dua hari menjelang hari H, saya sudah belanja, membuat kotak-kotak nasi, menggoreng kerupuk (eh itu suami dink..:D), dan membungkusnya. Mempersiapkan sendok garpu dan lain-lain sebagai supporting tools di nasi kotak..:). Sampai sini saya merasa semua lancar-lancar saja, dan terus terang pede jaya menyambut datangnya hari H.
H-1, saya mulai menyiapkan bumbu-bumbu, potong-potong, tumis-tumis bumbu, ukep mengukep ayam. Untuk sayur, buah, telur dan urusan menggoreng, saya pikir cukup lah ketika hari H sehingga rasanya masih oke.
Hari H dini hari. Sekitar jam 01.00 saya mendengar ada suara penggorengan di dapur. Ketika saya cek, suami saya sudah mulai menggoreng ayam...Subhanallah....Memang tak ada bandingannya deh suamiku ini...:). Dia minta saya tidur lagi, supaya Rakha tidak menangis karena tidak ada orang tuanya, sekalian menyimpan energi untuk kerja keras hari ini.
Sekitar jam 03.00 saya bangun dan menyiapkan makan sahur dan siap-siap minum dopping madu, sari kurma dan lain-lain untuk persiapan kerja rodi hari ini. Saya ketika itu bersikeras tetap puasa walaupun ada rukshoh untuk ibu menyusui, tapi saya yakin saya kuat berpuasa. Setelah sholat subuh, mulailah kerja rodi saya hari itu.
Dimulai dari merebus telur dan menyiapkan bumbu bali (saya baru belajar ketika itu bahwa bumbu bali bisa diinapkan di kulkas sehingga bisa save energi di hari H dan malahan terasa lebih enak dibanding dibuat mendadak seperti yang saya lakukan hari itu).
Mengupas dan menggoreng telur tak dinyana memakan waktu cukup lama karena saya juga masih harus memandikan Rakha dan menyusuinya. Ada satu asisten rumah tangga di rumah yang saya minta konsentrasi untuk menemani Rakha dan ketika Rakha sedang bersama saya, maka tugasnya adalah mencetak nasi. :)
Oh yah, sekitar jam 06.00 pagi salah satu asisten cabutan sms mengabarkan bahwa dia "mundur" karena migrain...Saya masih tenang karena Insya Allah saya masih yakin dapat mengerjakan dengan bantuan satu asisten yang lain. Jam 08.00 pagi, teman saya belum datang juga. Akhirnya saya telphone, dan dia bilang, dia minta maaf tidak bisa datang karena ada ibu mertuanya datang jadi harus menemani, dan minta maaf juga karena tidak bisa mengabari saya karena pulsanya habis....
Hiks....rasanya mau marah, sebel, kesel, yang paling dominan sih ingin menangis sangat......Tapi mau menyalahakan siapa sebenarnya? Semua punya alasan yang tidak bisa ditolak kan?
Tapi saya tahu, amanah tetap amanah. Harus dikerjakan walaupun babak belur. Saya sempat telphone suami di kantor untuk curhat, dia meminta saya bersabar dan fokus sama pekerjaan saja, jangan pada kekecewaan. Suami saya juga mengingatkan akan rukshoh puasa yang bisa saya dapatkan ketika nanti saya merasa tidak kuat secara fisik untuk terus berpuasa. Saya mendapat suntikan semangat baru dan mulai mengerjakan dan yakin Allah pasti membantu.
Jam 12.00 siang, makanan sudah siap semua. Ah gampanglah. Tinggal dimasukkan ke kotak.... Dengan pengalaman minimal, karena biasanya cuma menerima paling banyak 50 box, saya tidak terlalu sadar bahwa 155 adalah 3 kali nya 50 box, jadi yah pastinya makan waktu jauh lebih banyak. Alhasil, ketika jam menunjukkan pukul 14.00 dan ternyata baru setengah pesanan yang selesai, saya mulai ingin menangis lagi. Tubuh yang mulai lemah, haus, Rakha yang rewel minta saya menemani dan menyusuinya membuat saya mau berteriak saja..
Jam 15.00 akhirnya semua selesai, tinggal dimasukkan ke mobil dan cap cus meluncur ke Tebet dari rumah saya di Joglo. Sedikit bisa bernafas lega lah saya. Sahabat saya minta jam 17.00 nasi kotak nya sudah ada di sana, biar ada waktu untuk membagikan pada kaum dhuafa. Saya pikir 1 jam lah paling lama sampai ke sana. Saya sempatkan untuk mandi sekadar untuk memberi energi baru bagi tubuh saya, dan menyusui dan memompa ASI untuk Rakha sebelum saya berangkat menuju Tebet.
Tepat pukul 15.30 saya siap berangkat. Kok ya dilalah, ternyata masih ada lagi ujian yang diberikan Allah...AC mobil saya mati... huaaaaaaaaaa.... ...Dan entah kenapa di sore hari ini, matahari sangat bersahabat dan rasanya ingin bermesraan dengan saya....panasss terik seperti jam 12.00 saja layaknya. Belum lagi Jakarta yang rasanya tidak ingin saya hanya sebentar berada di jalanannya, saya terjebak macet berkali-kali.
Dengan keringat mengucur deras, rasa lelah yang luar biasa, kemarahan kepada semua situasi yang tidak mendukung membuat saya lagi-lagi ingin menangis. Saya sempat menanyakan ke diri saya sendiri, dapat ide darimana saya kalau perjalanan hanya akan makan waktu sekitar satu jam.
Akhirnya saya sadar, saya biasa berangkat ke rumah sahabat saya itu dulu dari rumah Kebon Jeruk, nah biasanya dari rumah Kebon Jeruk menuju Tebet cuma sekitar segituan waktunya. Saya lupa, Joglo-Tebet dengan Kebon Jeruk-Tebet jelas jauh berbeda. Titik macetnya jauh lebih banyak.
Dengan keringat mengucur deras, rasa lelah yang luar biasa, kemarahan kepada semua situasi yang tidak mendukung membuat saya lagi-lagi ingin menangis. Saya sempat menanyakan ke diri saya sendiri, dapat ide darimana saya kalau perjalanan hanya akan makan waktu sekitar satu jam.
Akhirnya saya sadar, saya biasa berangkat ke rumah sahabat saya itu dulu dari rumah Kebon Jeruk, nah biasanya dari rumah Kebon Jeruk menuju Tebet cuma sekitar segituan waktunya. Saya lupa, Joglo-Tebet dengan Kebon Jeruk-Tebet jelas jauh berbeda. Titik macetnya jauh lebih banyak.
Di tengah kemacetan ibukota itu lah saya bicara pada Allah, "ya Allah, segininya yah berusaha cuma untuk mendapatkan uang ratusan ribu....". Terbayang ketika saya masih kerja di kantor, dengan baju yang fancy, ruangan ber AC, tempat kerja yang nyaman, supir yang membawa mobil ketika ada urusan luar kantor, gaji yang digitnya sangat jauh berbeda dari bakul amatir begini, fuiiiiiiiiiiiiih rasanya marah, entah marah pada siapa...
Ketika sesuatu berjalan di luar rencana awal kita, memang lebih mudah bagi kita untuk marah, menyalahkan keadaan, dan menyesali diri. Tapi ketika akhirnya saya mulai tenang dan sambil istighfar, pertolongan Allah pun datang.
Tiba-tiba saya mulai membayangkan Rakha yang lucu, sehat, dan alasan saya yang utama memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan bekerja apa saja asalkan bisa tetap menemani dan mengikuti perkembangan Rakha detik demi detik. Tak lama kemudian bayangan tentang Rakha berganti dengan bayangan sebuah cafe atau wedding organizer yang cateringnya juga ada di bawah kendali saya suatu hari nanti.
Membayangkan sekumpulan keluarga harmonis yang menikmati kebersamaan di restoran milik saya yang nyaman sebagai pengembangan dari usaha catering rumahan saya. Banyak keluarga yang nantinya memiliki peluang kerja dari usaha yang saya miliki akhirnya membuat saya mulai tersenyum. AC yang rusak pun tak lagi menjadi sesuatu yang membuat saya marah. Jalanan yang masih tetap macet pun tidak membuat saya kemerungsung.
Saya tetap lelah, saya tetap merasa sangat haus...(yah ibu menyusui kalo puasa menurut saya lebih berat daripada berpuasa ketika hamil), tapi saya tidak lagi marah dan melihat yang saya usahakan dari rupiah yang saya dapatkan ketika itu. Energi dan semangat yang tersuntikkan dari mimpi dan keyakinan akan keberhasilan dari sebuah usaha yang tanpa henti membuat energi saya ter-boost ke posisi tertinggi.
Tiba-tiba saya mulai membayangkan Rakha yang lucu, sehat, dan alasan saya yang utama memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan bekerja apa saja asalkan bisa tetap menemani dan mengikuti perkembangan Rakha detik demi detik. Tak lama kemudian bayangan tentang Rakha berganti dengan bayangan sebuah cafe atau wedding organizer yang cateringnya juga ada di bawah kendali saya suatu hari nanti.
Membayangkan sekumpulan keluarga harmonis yang menikmati kebersamaan di restoran milik saya yang nyaman sebagai pengembangan dari usaha catering rumahan saya. Banyak keluarga yang nantinya memiliki peluang kerja dari usaha yang saya miliki akhirnya membuat saya mulai tersenyum. AC yang rusak pun tak lagi menjadi sesuatu yang membuat saya marah. Jalanan yang masih tetap macet pun tidak membuat saya kemerungsung.
Saya tetap lelah, saya tetap merasa sangat haus...(yah ibu menyusui kalo puasa menurut saya lebih berat daripada berpuasa ketika hamil), tapi saya tidak lagi marah dan melihat yang saya usahakan dari rupiah yang saya dapatkan ketika itu. Energi dan semangat yang tersuntikkan dari mimpi dan keyakinan akan keberhasilan dari sebuah usaha yang tanpa henti membuat energi saya ter-boost ke posisi tertinggi.
Apalagi ketika akhirnya saya sampai di rumah sahabat saya juga, walaupun memang terlambat 5 menit dari waktu yang saya janjikan. Dan lagi-lagi suami saya yang luar biasa itu sudah menunggu di sana (catatan, kantor suami saya ketika itu di MT Haryono) untuk membantu mengangkat nasi-nasi box tadi dari mobil, yang saya yakin bisa jadi untuk melakukan hal sekecil itu pun saya sudah sempoyongan karena tubuh saya benar-benar lelah dan kekurangan energi plus kaki yang gemetaran karena kebanyakan injak kopling.
Ketika semua nasi box terdeliver, tak terkira rasanya gembiranya hati ini. Suami convoy (suami naik motor) di samping mobil saya dalam perjalanan pulang kembali ke rumah. Sesenang-senangnya dan selega-leganya, tubuh saya memang tidak bisa disembunyikan kelelahan yang amat sangat nya. Ditambah dengan lagi-lagi si AC yang rusak itu melengkapi kelelahan saya sore itu, hingga saya meminta untuk beristirahat sambil menunggu maghrib di masjid di daerah Pejompongan (masih halfway to go to home).
Setelah berbuka puasa, walaupun hanya dengan sebotol teh dan sebotol air putih, tubuh pun kembali segar. Setelah sholat maghrib, kami melanjutkan perjalanan pulang dengan perasaan yang tak bisa didefinisikan. Di situ saya sadar penuh, sampai kapan pun pengalaman hari itu tidak akan pernah saya lupakan. Bukan hanya soal kelelahan yang luar biasa. Tapi lebih kepada pelajaran hidup.
Hidup ini bukanlah sekadar rupiah yang kita hasilkan ketika itu. Tapi lebih kepada semangat yang tak boleh mati, dan mimpi akan masa depan yang jauh lebih baik, target, visi dan keyakinan akan keberhasilan dengan usaha yang tak putus yang membuat saya (baca: kita semua) akan survive. Allah ma'ana.....(Allah bersama kita)
Hidup ini bukanlah sekadar rupiah yang kita hasilkan ketika itu. Tapi lebih kepada semangat yang tak boleh mati, dan mimpi akan masa depan yang jauh lebih baik, target, visi dan keyakinan akan keberhasilan dengan usaha yang tak putus yang membuat saya (baca: kita semua) akan survive. Allah ma'ana.....(Allah bersama kita)
Jakarta, 9 April 2012
Tetap menganggap diri bakulan walaupun tidak pernah menawarkan produk. :)
-Poppy-
Sunday, 11 March 2012
ART-ku Sentimen
Haaai, mau ngoceh-ngoceh lagi yaa....
Aku tuh punya ART yang sudah 10 tahun bekerja di keluarga kami. Namanya mbak Nur. Dia itu setiaaaaaa banget. Pekerjaan resminya sih sebetulnya jadi nanny-nya anak semata wayangku dan tukang masak (secara masakan ini orang emang endiiiiaaang markondang- baca : enak banged!!).
Tapi berhubung dia tidak pernah cocok dengan PRT lain, mbak Nur minta supaya dia saja yang mengerjakan semua urusan domestik di rumah.
Yo wiss, kita mah setuju aja toh. Jadilah Mbak Nur ini "penguasa" darat laut dan udara halaah....., maksudnya segala macem urusan beberes rumah rapi jali lah di tangan dia. Ini sudah termasuk antar jemput anakku di sekolah loh. Singkatnya, aku punya ART super woman lah *bersyukur mode on*.
Aku tuh punya ART yang sudah 10 tahun bekerja di keluarga kami. Namanya mbak Nur. Dia itu setiaaaaaa banget. Pekerjaan resminya sih sebetulnya jadi nanny-nya anak semata wayangku dan tukang masak (secara masakan ini orang emang endiiiiaaang markondang- baca : enak banged!!).
Tapi berhubung dia tidak pernah cocok dengan PRT lain, mbak Nur minta supaya dia saja yang mengerjakan semua urusan domestik di rumah.
Yo wiss, kita mah setuju aja toh. Jadilah Mbak Nur ini "penguasa" darat laut dan udara halaah....., maksudnya segala macem urusan beberes rumah rapi jali lah di tangan dia. Ini sudah termasuk antar jemput anakku di sekolah loh. Singkatnya, aku punya ART super woman lah *bersyukur mode on*.
Saat aku memutuskan menjadi full time house wife sambil bakulan kue, mbak Nur kita briefing (jiaaaaahhh....), bahwa akan ada tugas tambahan untuk dia, yaitu bantuin aku bikin kue.
Job deskripsinya hanya mencakup mempersiapkan dan menimbang bahan-bahan yang diperlukan, packing dan membersihkan peralatan-peralatan baking. Simpel toh? Tapi tau nggak ? Dia MENOLAK! Dari job-desc yang aku sebut diatas tadi, dia hanya mau mengerjakan yang terakhir. Haaaa .....?? Baru sekali nih ngerasain ada ART yang negosiasi.
Mbak Nur kemudian memberikan alasannya yang menurutku cukup masuk akal. Dia pernah bekerja di katering dan salah satu tugasnya mempersiapkan bahan-bahan kue. Pekerjaan itu tidak pernah bisa dilakukan dengan baik karena dia kurang teliti dengan angka-angka dan tidak mengerti nama bahan-bahan kue. Karena merasa tidak pede dan daripada nantinya malah menyusahkan aku, lebih baik say no dari sekarang. Oooo...., ternyata begitu toh alesannya, aku mengangguk-angguk berusaha untuk memahami. Ya sudaah ngalah deh aku. Jadilah tiap kali ada order, berjibaku lah aku seorang diri.
Minggu lalu aku terima order BDCK dari sahabatku. BDCK itu utk papa mertuanya. Dia minta dibuatkan lemon cake ukuran 30 cm x 30 cm, dihias dengan butter cream warna coklat muda, dan harus ada figurine si opa dan oma ditemani 2 anjing tekel-nya.
Pada hari H, aku berangkat antar cake sambil mengajak mbak Nur, maksudnya supaya dia memegang dus cake agar isinya tidak miring-miring dan megal-megol kian kemari. Aku setir mobil pelaaaan banget tapi memang si mbak Nur bener-bener bete dengan urusan per-kue-an kali yaa, itu dus cake dia kekepin ke dadanya. Alhasil.... dekornya morat marit, trus dengan santainya dia ngomong gini : " Ya wis tho, wong sudah sampai koq ke rumah temennya mbak Novi. Kasihkan saja kuenya !".
Rasanya pingin nangis sambil acak-acak rambut dwueh......
Jadilah aku pulang lagi ke rumah, membongkar dekornya, dan start all over again. Sambil menghias dengan spuit, emosi sudah reda, otak sudah bisa berfikir lagi. Setiap orang memang punya kekurangan ya. Kebetulan ART-ku ini memang selalu bermasalah dengan gusi kalo sudah urusan dengan cake. Aku yang mustinya lebih pengertian. Bagaimana pun juga, untuk aku dan keluargaku, Mbak Nur tuh ART jempolan dan sangat bisa diandalkan.
To us, she's not only "the help" at our house but she's also a part of our family. Mbak Nuuur we lop yu pull !!!! .....
Pengirim : Novi
Domisili : Semarang
Jadilah aku pulang lagi ke rumah, membongkar dekornya, dan start all over again. Sambil menghias dengan spuit, emosi sudah reda, otak sudah bisa berfikir lagi. Setiap orang memang punya kekurangan ya. Kebetulan ART-ku ini memang selalu bermasalah dengan gusi kalo sudah urusan dengan cake. Aku yang mustinya lebih pengertian. Bagaimana pun juga, untuk aku dan keluargaku, Mbak Nur tuh ART jempolan dan sangat bisa diandalkan.
To us, she's not only "the help" at our house but she's also a part of our family. Mbak Nuuur we lop yu pull !!!! .....
Pengirim : Novi
Domisili : Semarang
Friday, 9 March 2012
Perjuangan Dalam Sepotong Risoles
Sore tadi, diiringi rinai hujan (tsaaahhh), sambil membuat kulit risoles, jadi inget sebuah cerita risoles beberapa tahun lalu waktu kami masih di negeri seberang..
Ceritanya, waktu itu dapat pesanan 400 buah risoles. Sebenarnya untuk jumlah sebanyak itu tidak terlalu berat, alhamdulillah sudah terbiasa untuk membuat risoles 100/200/300 biji, hingga ketika menerima pesanan sebanyak 400 langsung percaya diri.. Hanya saja saat itu waktunya berdekatan dengan acara bazaar tujuh belasan dimana saya juga ikut buka lapak siomay dkk..
H-10 mulai mencicil belanja kebutuhan bazar. Lalu mulai mencicil juga bikin siomaynya. Alhamdulillah walaupun dikerjakan oleh 2 pasang tangan saja, 1.000 buah siomay selesai dalam waktu 6 hari.
Selanjutnya, mulai mencicil untuk risoles, mencincang berkilo-kilo ayam fillet, wortel, kentang dan mendadar kulit dengan hanya 2 wajan saja ...sesuatu banget deeh :).... Alhamdulillah selesai dalam 3 hari dan selanjutnya semua sudah berdiam manis di kulkas dan freezer kami. H-1 sebelum bazar sibuk belanja kebutuhan untuk di lapak besok, berikut setting barang di arena bazar.
Pagi-pagi sebelum berangkat ke bazar, goreng beberapa risoles untuk sarapan. Loh kok ragoutnya BASI ??? Mencoba tenang,ambil sampel beberapa lagi, dicoba ragoutnya beberapa ada yang basi, beberapa tidak. Wah! Langsung didera PANIK level 10. Belum pernah mengalamÍ kejadian basi semua, bagaimana tidak, hari itu seharian akan bazar sampai magrib nanti. Sudah begitu keesokan paginya 400 risoles pesanan itu harus digoreng dan dihantarkan untuk hidangan selepas upacara tujuh belasan.
Saya akhirnya menangissss... Membayangkan 'linu' harus membuang 400 buah risoles. Kami tidak mau ambil resiko walaupun tidak semuanya mungkin basi. Sudah begitu waktunya hanya tinggal sehari saja. Tapi kalau menyerah dan memberitahu pemesan bahwa pesanan risolesnya gagal kok ya hati lebih pedih lagi. Terbayang kredibilitas yang tergadaikan..
Untungnya suami saya bisa menenangkan. Sambil mengusap-usap punggung saya dia langsung ambil inisiatif untuk mengantar saya ke tempat bazaar agar saya bisa set up dagangan. Kemudian dia pergi ke pasar beli bahan-bahan kebutuhan risoles dari catatan yang saya berikan (hikmahnya suami mau diajak ke pasar, jadi tau dimana langganan istrinya belanja ..hehehe..). Dari pasar suami pulang mengantar belanjaan, asisten di rumah mulai menyiapkan isi risoles dengan dibantu oleh ibu mertua (yang kebetulan sedang datang dari Indonesia).
Sejujurnya di tempat bazaar pikiran saya melayang-layang ke rumah. Sanggup tidak ya kami menyelesaikan 400 biji risoles?? Rasanya saya pingin sekali cepat pulang untuk bantu menyelesaikan risoles.
Alhamdulillah ...di tempat bazar dapat tenaga bantuan dari 2 orang mahasiswa dan seorang kawan yang datang dari Batam ( Dandyyyy ....muahhhh...makasih ya). Jam 03.00 sore walaupun baru terjual 80% saya memutuskan untuk menyelesaikan bazar hari itu. Sisanya saya bagi-bagi untuk para PLRT di penampungan.Yang penting saya ingin cepat pulang!
Sesampainya di rumah, syukur alhamdulillah sudah selesai hampir separuhnya.Tutup mata pada keadaan rumah yang seperti ketiup angin, karena barang-barang perlengkapan bazar yang belum sempat dibersihkan. Saya langsung mandi dengan harapan supaya badan lebih segar dan ada tenaga ekstra untuk menggarap separuh risoles yang dibutuhkan.
Waktu itu hampir jam 06.00 sore. Tak putus kami bekerja sampai akhirnya 400 bij risoles selesai dikerjakan dan langsung digoreng. Jam 06.00 pagi, suami meluncur ke Chartsworth Road untuk mengantarkan risoles-risoles itu..
Waktu itu hampir jam 06.00 sore. Tak putus kami bekerja sampai akhirnya 400 bij risoles selesai dikerjakan dan langsung digoreng. Jam 06.00 pagi, suami meluncur ke Chartsworth Road untuk mengantarkan risoles-risoles itu..
Alhamdulillah....legaaaa. ya Allah SWT telah memberikan kekuatan yang luarrrrr biasa buat kami pada hari itu. Hitung-hitungan di atas kertas sepertinya tidak mungkin di tengah sebuah kegiatan besar bisa menyelesaikan 400 buah risoles. Tapi dengan niat dan usaha semaksimal mungkin untuk memenuhi janji kepada customer, puji syukur alhamdulillah Allah memudahkan semuanya.
Walaupun dengan kejadian itu, keuntungan dari risoles melayang untuk pembuatan risoles ulang, tapi buat kami yang terpenting adalah pelajaran yang bisa diambil dari kejadian itu :
- Lebih memperhatikan kapasitas kulkas. Ragout yang basi kemungkinan adalah karena kulkas yang tidak begitu dingin disebabkan isinya yang penuh ( risoles+siomay)
- Sepede apapun dengan bahan dan proses pembuatan yang terjaga, tetap lakukan sampling sebelum hari H (jika makanan-makanan itu dibuat dalam jumlah yang banyak dan pengerjaannya butuh beberapa hari)
- Jika ada suatu masalah, jangan panik. Berusaha maksimal untuk recovery actionnya
Beberapa hari berikutnya, handphone saya berbunyi, ternyata dari pemesan risoles itu: "Bu, minggu depan saya pesan pastel 800 buah ya, bisa kan?"
Tanpa berpikir panjang saya menjawab, " Insya Allah bisa bu"
Begitu telepon ditutup, saya baru merasa pengen pingsan.. haaah?? DELAPAN RATUS???
( tapi pingsannya ga jadi ding, begitu inget lembaran dollarnya hehe..)
Alhamdulillah Allah memberikan 'ganti' dari keuntungan risoles yang hilang, kalau saya menyerah waktu itu mungkin sang customer jadi kapok buat pesan ke saya lagi..
Alhamdulillah Allah memberikan 'ganti' dari keuntungan risoles yang hilang, kalau saya menyerah waktu itu mungkin sang customer jadi kapok buat pesan ke saya lagi..
****
A Duddy,,,makasih ya buat dukungan yang tak putus-putus selama ini. Mulai dari nemenin ke pasar, bantu-bantu motong ayam dll. Sukarela 'dipaksa' cuti kalau pas ada pesanan banyak di hari kerja. Sampai nemenin nganterin pesenan. Jadi driver dan tukang angkut-angkut juga. Terima kasih juga sudah jadi kritikus tester masakan istrinya :) .....Jazakallah khairan katsiro...
Pengirim : Ellen Widyasari
Domisili : Jakarta
Pengirim : Ellen Widyasari
Domisili : Jakarta
Hanya Cerita Saja
Haaiii..good morning (lha ya iyalaah, wong pas ketik ini sudah jam 01.37 AM alias setengah dua pagi hihihi...insomnia mode on).
Sebenernya sih ini bukan cerita yang istimewa, malah bisa disebut tidak penting lah pokoknya hehehe. Aku sedang ingin cerita saja sambil sharing asal muasal menjadi bakul kue.
Sebenernya sih ini bukan cerita yang istimewa, malah bisa disebut tidak penting lah pokoknya hehehe. Aku sedang ingin cerita saja sambil sharing asal muasal menjadi bakul kue.
Aku percaya bahwa diantara teman-teman yang sampai saat ini masih bekerja kantoran pernah merasa bosaaaaaaaan banget dengan pekerjaan rutinnya. Itu lah yang terjadi pada aku 2 tahun yang lalu. Bagaimana tidak bosan ya, lulus kuliah tahun 1996 dan tidak sampai satu bulan setelah lulus sudah diterima bekerja.
11 tahun kemudian dapat tawaran menarik dari perusahaan lain. Tawarannya aku ambil dong dan bekerjalah aku disitu. Setelah 1,5 tahun aku sadar bahwa aku tidak bahagia nih kerja kantoran. Setiap hari pulang malam terus, begitu sampai di rumah sudah tinggal ampas sampai-sampai menemani anak membuat PR pun tidak pernah. Belum lagi komplain dari orang rumah, katanya aku jarang senyum, boro-boro teretawa. Haaah??!
11 tahun kemudian dapat tawaran menarik dari perusahaan lain. Tawarannya aku ambil dong dan bekerjalah aku disitu. Setelah 1,5 tahun aku sadar bahwa aku tidak bahagia nih kerja kantoran. Setiap hari pulang malam terus, begitu sampai di rumah sudah tinggal ampas sampai-sampai menemani anak membuat PR pun tidak pernah. Belum lagi komplain dari orang rumah, katanya aku jarang senyum, boro-boro teretawa. Haaah??!
Waduuh...sedih dong aku. Lalu mulailah periode dimana setiap bangun pagi hati rasanya langsung down hanya karena ingat bahwa harus siap-siap berangkat ke kantor. Berasa banget selama bekerja, aku kehilangan keseimbangan hidup.
Sampai suatu malam ditengah kebosanan berkantor yang bikin eneg sampai ke ubun-ubun, aku iseng browsing. Entah kenapa, ketemu salah satu blog bakul kue dimana tampilan cup cakenya cantik ..cantiiiiiiik .. banget. Seketika itu juga aku terpesona ..ceilaaaahhh!
Setelah hampir 2 jam melihat konten blog tersebut, aku kepingin mencoba bikin cup cake cantik persis seperti yang aku lihat. Cari resepnya ,,, dan ketemu!
Sampai suatu malam ditengah kebosanan berkantor yang bikin eneg sampai ke ubun-ubun, aku iseng browsing. Entah kenapa, ketemu salah satu blog bakul kue dimana tampilan cup cakenya cantik ..cantiiiiiiik .. banget. Seketika itu juga aku terpesona ..ceilaaaahhh!
Setelah hampir 2 jam melihat konten blog tersebut, aku kepingin mencoba bikin cup cake cantik persis seperti yang aku lihat. Cari resepnya ,,, dan ketemu!
Besoknya aku belanja bahan bahan kue dan nekat bikin cupcake pertamaku. Asal tau aja niih ya, seumur-umur aku tidak pernah masak apalagi bikin kue. Lha wong rebus air aja bisa gosong koq. Tapi karena udah terlanjur jatuh cinta dengan cup cake itu, aku tidak perduli.
Telor, terigu, mentega, mikser? Hajar bleeeehhh!! Singkat cerita, ternyata cup cakenya jadi tuuuh. Lhooooo ..jadi bingung sendiri deh. Ternyata, selama proses membuat cup cake itu ada sebuah perasaan yang sudah lamaaaaaa tidak aku rasakan saat bekerja di kantor. ...I am HAPPY... Menimbang dan mengaduk telur dengan mikser, it's makes me happy ..nah loo...
Telor, terigu, mentega, mikser? Hajar bleeeehhh!! Singkat cerita, ternyata cup cakenya jadi tuuuh. Lhooooo ..jadi bingung sendiri deh. Ternyata, selama proses membuat cup cake itu ada sebuah perasaan yang sudah lamaaaaaa tidak aku rasakan saat bekerja di kantor. ...I am HAPPY... Menimbang dan mengaduk telur dengan mikser, it's makes me happy ..nah loo...
Dari percobaan pertama itu aku jadi rajin membuat segala macam kue dan snack, kemudian aku bagikan ke teman-teman kantor, yang anehnya koq ya jadi ya! Dan yang lebih aneh lagi, koq semua suka ya ..(kalo yang ini karena faktor G alias gratis kali yaa..hehehe).
Anyway, setelah beberapa bulan belajar otodidak, aku putuskan mengikuti kursus di NCC. Tidak banyak koq, cuma cake dasar, cake international dan dekor butter cream . Selesai kursus, aku bicara terus terang pada suami bahwa setelah 14 tahun menjadi pegawai, aku sudah tidak ingin bekerja kantoran dan minta pertimbangan dia bagaimana jika aku ingin menjadi full house wife sambil bakulan kue.
Ternyataaaa ....suamiku mendukung niatku untuk resign. Duuuuhhh... plooong rasanya hati inii....
Anyway, setelah beberapa bulan belajar otodidak, aku putuskan mengikuti kursus di NCC. Tidak banyak koq, cuma cake dasar, cake international dan dekor butter cream . Selesai kursus, aku bicara terus terang pada suami bahwa setelah 14 tahun menjadi pegawai, aku sudah tidak ingin bekerja kantoran dan minta pertimbangan dia bagaimana jika aku ingin menjadi full house wife sambil bakulan kue.
Ternyataaaa ....suamiku mendukung niatku untuk resign. Duuuuhhh... plooong rasanya hati inii....
And here I am! Bahagia karena sudah menemukan passion-ku dalam hidup. Bahagia karena bisa menjadi ibu dan isteri yang jauuuh lebih baik untuk suami dan anakku. Dulu, bekerja dari jam 08.00 pagi sampai jam 05.00 sore rasanya body udah pegeeeeeeeell banget. Sekarang ...membuat pesanan cake/cupcake/kukis dari jam 06.00 pagi sampai jam 02.00 pagi koq tidak terasa capek yaa...
Kenapa...? Karena baking IS my passion...
Aku belajar mengerti bahwa ternyata tidak semua orang beruntung bisa mengetahui apa passion mereka. Well, I am so blessed and lucky i found mine.
Betewe, aku memang bisa baking tapi sampai sekarang teteup aja tidak bisa masak. Wong belum bisa membedakan mana jahe mana lengkuas koq...hihihihi
Sudah dulu ah.. waktunya tidur nih, sudah jam setengah tiga pagi. Dadaaaahhh!!!
Pengirim : Novi
Domisili : Semarang
Kenapa...? Karena baking IS my passion...
Aku belajar mengerti bahwa ternyata tidak semua orang beruntung bisa mengetahui apa passion mereka. Well, I am so blessed and lucky i found mine.
Betewe, aku memang bisa baking tapi sampai sekarang teteup aja tidak bisa masak. Wong belum bisa membedakan mana jahe mana lengkuas koq...hihihihi
Sudah dulu ah.. waktunya tidur nih, sudah jam setengah tiga pagi. Dadaaaahhh!!!
Pengirim : Novi
Domisili : Semarang
Sample Oh Sample
Haloo jeng-jeng cantiiik.. (belum ada yg mas-mas kaan?) ...
Perkenalkan namaku Novi. Senang deh sekarang ada blog cerita centong ini, jadi bisa curhat tentang aktifitas bakulanku, secara kalo cerita dengan suami atau anak soal bakulan, yang ada mereka bengong dan melongo, rak mudeng katanya *nasib hikss*
Perkenalkan namaku Novi. Senang deh sekarang ada blog cerita centong ini, jadi bisa curhat tentang aktifitas bakulanku, secara kalo cerita dengan suami atau anak soal bakulan, yang ada mereka bengong dan melongo, rak mudeng katanya *nasib hikss*
Yang ingin aku share ini mungkin soal sepele tapi karena sering terjadi, lama-lama gondok.com.
Aku tuh belum lama jadi bakul kue, blog juga sampai sekarang masih begitu begitu saja, walaupun begitu tetap promosi jalan teruuus dong, akuur???
Naah...sejak awal mulai promosi bakulan kue-ku, ada satu kata-kata yang selalu diucapkan oleh calon kastemer yang notabene ex temen-temen kantor, ex relasi, atau ibu-ibu di sekolah anakku yaitu : SAMPELNYA MANA MBAK ?
Naah...sejak awal mulai promosi bakulan kue-ku, ada satu kata-kata yang selalu diucapkan oleh calon kastemer yang notabene ex temen-temen kantor, ex relasi, atau ibu-ibu di sekolah anakku yaitu : SAMPELNYA MANA MBAK ?
Awal-awalnya sih masih bisalah diakomodir permintaan sampel itu. Wong tinggal bikin cupcake pake resep 2 (dua) telor thok, atau buat kukis coklat atau apalah yang mudah dan cepat jadi. Tapi lama kelamaan, koq permintaan sampel (yang cukup sering) tidak disertai ordernya yaa? Malah sekarang bertambah dengan minta sampel pasta (maschot/lasagna).....laaaah!!
Saya mulai emosi jiwa nih dengan yang seperti ini . Pingin tak sambit oven rasanya..halaah! Sekarang aku tidak pernah lagi memberikan sampel secara random seperti itu. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : aku yang salah mapping calon kastemer, atau memang orang-orang itu yang karakternya suka memanipulasi. Nggak tau deh....rak urus!
Aku yakin bahwa kalo memang sudah rejeki dari Tuhan pasti tidak akan kemana mana dan itu memang terbukti koq...alhamdulilaaah!
Akhirnya order datang tanpa disangka-sangka, tanpa minta sampel dan yang paling bikin hepi , si pemesan tidak menawar! Hehehehehe....Hidup centong ! Eeh salaah...hidup bakul kueeh !!!!
Segitu dulu curhatnya yaaa....
Pengirim : Novi
Domisili : Semarang
Akhirnya order datang tanpa disangka-sangka, tanpa minta sampel dan yang paling bikin hepi , si pemesan tidak menawar! Hehehehehe....Hidup centong ! Eeh salaah...hidup bakul kueeh !!!!
Segitu dulu curhatnya yaaa....
Pengirim : Novi
Domisili : Semarang
Wednesday, 29 February 2012
Why I loved to be a Bakuler
NCC-ers ....
Tulisan ini bukan tentang resep makanan, tapi lebih menceritakan tentang
kesenangan dan kebanggaan menjadi seorang bakuler
Walaupun belum menjadi profesional dalam dunia kuliner tapi ini beberapa
alasan kenapa aku (mulai) suka menjadi bakuler:
1. Perputaran uang yang cepat
2. Keuntungan sudah pasti
3. Tidak perlu memaksa orang untuk memesan atau membeli... just do and prove it
4. Tidak ada paksaan untuk melakukan
5. Tidak dikejar target (kecuali target untuk memenuhi pesanan)
6. Membuat diri berkembang dengan selalu melakukan uji coba produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada
7. Tidak perlu iming-iming janji ( ingat janjimu akan ditagih lhoo )
8. Jarang ada bakuler yg dijauhin teman-teman lainnya ( terutama ) dalam
menuliskan kegiatannya..
9. Kebebasan berkreasi dan tuker-tukeran resep beserta tips-nya
10. Bisa mendapatkan amal karena membagikan hasil uji cobanya
hihihi ..
11. Gak perlu jajan
12. Gak perlu beli (selama bisa bikin sendiri) ...wkwkwkw ...
13. Menambah uang belanja rumah tangga
14. Gak perlu marah-marah (membuat orang lain gak enak hati)
15. Gak perlu penghargaan untuk menunjukan eksistensinya
16. Keahlian dan resep bisa diwariskan dan dibagikan
17. Uang hasil baking bisa dipakai untuk bayar DPLK jadi bisa dapat pensiun juga
18. Tidak mendeskriditkan profesi lain
19. Tidak merasa lebih pinter karena sudah berhasil duluan ( contohnya Bu
Fatmah )
20. Menjadi diri sendiri
21. Pahlawan dalam rumah tangga (khususnya dalam hal memasak) ..hahahaa ..
22. Berjuang demi menambah income keluarga
23. Yang paling akhir dan yang paling penting adalah bisa menyajikan makanan SEHAT buat KELUARGA
What else?? Silahkan tambahkan sendiri....
Mudah-mudahan tulisan ini bisa menyemangati teman-teman semua
salam bakuler,
Penulis : Diana A.Soetjipto (Nana)
Domisili : Jawa Barat
Website : http://dianaasoetjipto.blogspot.com/
Tulisan ini bukan tentang resep makanan, tapi lebih menceritakan tentang
kesenangan dan kebanggaan menjadi seorang bakuler
Walaupun belum menjadi profesional dalam dunia kuliner tapi ini beberapa
alasan kenapa aku (mulai) suka menjadi bakuler:
1. Perputaran uang yang cepat
2. Keuntungan sudah pasti
3. Tidak perlu memaksa orang untuk memesan atau membeli... just do and prove it
4. Tidak ada paksaan untuk melakukan
5. Tidak dikejar target (kecuali target untuk memenuhi pesanan)
6. Membuat diri berkembang dengan selalu melakukan uji coba produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada
7. Tidak perlu iming-iming janji ( ingat janjimu akan ditagih lhoo )
8. Jarang ada bakuler yg dijauhin teman-teman lainnya ( terutama ) dalam
menuliskan kegiatannya..
9. Kebebasan berkreasi dan tuker-tukeran resep beserta tips-nya
10. Bisa mendapatkan amal karena membagikan hasil uji cobanya
hihihi ..
11. Gak perlu jajan
12. Gak perlu beli (selama bisa bikin sendiri) ...wkwkwkw ...
13. Menambah uang belanja rumah tangga
14. Gak perlu marah-marah (membuat orang lain gak enak hati)
15. Gak perlu penghargaan untuk menunjukan eksistensinya
16. Keahlian dan resep bisa diwariskan dan dibagikan
17. Uang hasil baking bisa dipakai untuk bayar DPLK jadi bisa dapat pensiun juga
18. Tidak mendeskriditkan profesi lain
19. Tidak merasa lebih pinter karena sudah berhasil duluan ( contohnya Bu
Fatmah )
20. Menjadi diri sendiri
21. Pahlawan dalam rumah tangga (khususnya dalam hal memasak) ..hahahaa ..
22. Berjuang demi menambah income keluarga
23. Yang paling akhir dan yang paling penting adalah bisa menyajikan makanan SEHAT buat KELUARGA
What else?? Silahkan tambahkan sendiri....
Mudah-mudahan tulisan ini bisa menyemangati teman-teman semua
salam bakuler,
Penulis : Diana A.Soetjipto (Nana)
Domisili : Jawa Barat
Website : http://dianaasoetjipto.blogspot.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)

