Showing posts with label bahagiaku. Show all posts
Showing posts with label bahagiaku. Show all posts

Tuesday, 11 June 2013

Brownies Sakti Mandraguna

Hampir 1 bulan yang lalu saya dapat kesempatan nengok adik bungsuku ke Dubai. Dia sudah hampir 8 tahun kerja di sana sebagai senior flight attendant di salah satu maskapai milik Afganistan. Baru sehari saya sampai di Dubai sudah ditinggal adik karena harus tugas di Kabul selama 4 hari. Untungnya di apartment tempat dia tinggal cukup lengkap home appliences-nya. Ada kompor listrik, mesin cuci + dryer, mesin cuci piring, microwave daaaan.....2 buah oven!! Melihat ada oven nganggur, saya langsung mupeng dan sakaw doong ! Bongkar bongkar laci dapur, cuma ketemu 1 buah whisker. Nggak ada mikser. Karena napsu bikin kue nggak bisa di tahan, saya nekad ke pergi ke pasar sendirian untuk beli mikser dan bahan baku untuk bikin brownies.

Setelah semua bahan dan alat komplit, mulai deh saya baking. Malamnya adik saya pulang dan disambut wangi brownies yang fresh from the oven. Begitu makan sepotong brownies langsung dia merem melek :-D..katanya "OMG!! Enjeeess benjeeesss Mbaaak (enak banget Mbak) !!".
 
Besoknya dia bawa sisa brownies ke kantor, dan siang itu saya dapet bbm dari adik saya, "Mbak, your brownies is such a hit at the office! I never have so many people visited my desk just to have a taste of your cake. Ntar bikinin lagi ya Mbak..banyak yang request nih!".
 
Malam itu saya baking lagi 2 loyang brownies dan dibawa adik saya ke kantor keesokan harinya. Siang hari saya dapat bbm lagi, "Mbak, gara-gara brownies-mu, aku dapet extra day off 2 hari lhooo! Yipiiiiieeeeee!!!! Besok bikin lagi ya Mbak. Kayaknya kalo besok aku bawa brownies lagi, bisa di jadiin ibu negara nihh!"....buset deh.. sakti banget jampi jampi brownies-kuuuh...hahahahaha!!
 
Alhasil...selama 5 hari berturut-turut saya bikin brownies untuk semua teman-teman di kantor adik. Even the CEO loved those brownies!
Setelah eforia brownies mereda, aku bikin kaastengels, schotel ayam, dan red velvet cake..and they all looooove it !
 
Tapi saya jadi mikir niih... mereka suka cake bikinan saya karena memang enak atau karena gratis yaaaa??? Hmmmmm......sebodo aah! Yang penting adik saya happy dapat tambahan cuti 2 hari.hehehe...

Salam,
Novi - Semarang

Tuesday, 1 May 2012

Bisa Menolong Orang Lain

Semula berawal saat suamiku pulang dari suatu pameran dan membawa tepung. Sepintas lalu tidak berbeda dengan tepung terigu, tetapi setelah aku baca brosurnya ternyata itu adalah tepung mocaf (singkatan dari "modified cassava flour") yaitu tepung yang terbuat dari ketela yang dengan pengolahan tertentu sehingga mempunyai sifat yang hampir sama dengan tepung terigu hanya tanpa gluten.

Entah mendapat dorongan darimana aku mulai browsing mengenai mocaf, dan akhirnya tahu, bahwa karena tidak mengandung gluten, maka bisa digunakan untuk substitusi terigu bagi mereka yang menderita celiac disease, maupun untuk anak anak yang autis.

Tetapi ada satu pertanyaan kecil lagi yang mengganjal, apakah memang mocaf yang ditanam petani kita, bisa sedikit saja mengganti terigu.

Aku pernah mendengar tentang komunitas NCC dari mbak Ita Kustina, akhirnya aku yang tidak penah baking seumur hidup memberanikan diri memulai ikut kursus cake dasar dan international cake di Matraman. Hanya ingin memenuhi keingintahuan hati kecil bahwa mocaf bisa dipergunakan untuk membuat cake dan cookies. Dan ternyata aku tidak salah, dengan resep NCC, aku bisa membuat chiffon cake, blackforest, sacher torte, brownies kukus dari mocaf. Rasanya ada kepuasan saat kubawa ke kantor dan semua bilang tidak mengira cake yang mereka makan bukan dari tepung terigu, tetapi dari ketela.

Meski demikian, ternyata aku tidak punya nyali untuk bilang "aku jualan". Kalau ditanya aku selalu bilang, karena aku suka dan menikmati baking sekarang.

Sampai akhirnya, temannya temanku, punya kenalan yang punya putri kecil yang autis. Dia tahu kalau aku suka baking dan bereksperimen dengan mocaf, sehingga lempar order ke aku. Dengan gagah berani aku bilang: "Ok, aku terima".

Dan di sini cerita dimulai. Ibu dari putri kecil itu telp aku dan minta tolong, karena selama ini putrinya tidak pernah bisa punya birthday cake semacam blackforest. Saya tanya, kenapa? Ibu itu menjawab, karena putrinya selain alergi gluten, juga alergi susu dan telur. Gleekk .... seperti mati rasanya, karena selama ini sungguh menyenangkan melihat cake mengembang sempurna karena telur yang dimixer sampai jambul petruk. Kalau tanpa telur jadinya pakai apa? Semula sudah akan menyerah, tetapi mendengar suara ibu itu, tidak tega untuk tidak menolong. Akhirnya  ibu itu memesan satu blackforest dan satu cake barbie.

Browsing kesana kemari malah bingung, senjata pamungkas, lempar pertanyaan ke milis NCC. Puji Tuhan karena ide resep berdatangan. Kalau tidak salah ada 3 resep.

Fadila barbie

Cake dibutuhkan hari Senin, berarti Minggu harus selesai. Karena aku masih bekerja, aku belanja bahan dan planning mencoba resep pada hari Sabtu. Pulang belanja sudah tengah hari.

Aku berencana membuat buttercream sendiri untuk memastikan tidak ada susu di dalamnya. Dan syukurlah dengan tanya ke sana kemari, buttercream tanpa susu yang aku buat hasilnya lembut (mungkin karena aku pilih mentega putih australia dengan kualitas bagus).

Aku beli coklat couverture juga untuk memastikan tidak ada susu di dalamnya. Ternyata aku sok tahu, handle coklat couverture tidak gampang, karena aku nekat lelehkan tetapi tidak bisa beku lagi mesti masuk kulkas. Lemas rasanya, mana bisa blackforest tanpa coklat serut. Buru buru aku telpon ibu itu,apakah keberatan jika hiasan coklatnya bukan berbentuk serutan tetapi coklat kancing. Untunglah ibu itu tidak berkeberatan. Dia bilang yang penting bentuknya tetap blackforest dan aman untuk anaknya.

Tantangan berikutnya adalah cakenya sendiri. Resep pertama, bantat. Setelah aku analisa karena terlalu lama mixernya. Masih optimis, masih ada resep kedua dan ketiga. Begitu bantat langsung coba resep kedua. Ternyata berakhir sama ... bantat!!! Berusaha keras menahan air mata. Sudah jam 09.00 malam lebih. Sudah capek dan sangat khawatir, akhirnya aku tinggalkan dapur dan istirahat.
Subuh, aku baca resep ketiga, dan hati hati aku ikuti resepnya. Karena dengan metode baking keduanya gagal, akhirnya aku memilih kukus. Dan hasilnya, mirip dengan brownies kukus coklat. 
Kuncinya sepertinya adalah baking soda dan air jeruk limau yang membuat cake mengembang ( kalau yang ini sok tahu he he he).

Akhirnya, 6 layer cake jadilah, 3 untuk blackforest dan 3 untuk barbie. Blackforestku lucu, aku nyebutnya macan tutul, karena totol-totol. Sedang untuk barbie, buatnya sambil ngikutin buku NCC plek ketiplek. Begitu selesai, aku foto dan aku kirim ke bb ibu itu. Kalau yang semula menetes air mata karena sudah hampir putus asa, sekarang menetes air mata karena haru, ibu itu memberi symbol "pelukan" di bb-nya. Dia bilang senang sekali. Karena baru sekali ini putrinya yang berumur 7 tahun bisa makan cake ulang tahun yang aman untuknya. 
Dan setelah terima cakenya, ibu itu telp dan mengucap terimakasih sekali lagi.  Dan itu bagi saya melebihi jumlah uang yang sudah dibayarnya.

Betapa bersyukurnya saya, yang hanya karena mengikuti milis dan hanya berani nekat, bisa memberi secuil kegembiraan untuk seorang gadis kecil.

Fadila blackforest

Pengirim   : Anastasia Krisnawati
Domisili    : Jakarta
Website    : http://krista-mocafkitchen.blogspot.com/

Wednesday, 11 April 2012

Anniversary Cake for My Idol

Aku adalah salah satu member fans sebuah band yang cukup “melegenda” karya-karyanya. Suatu ketika aku diberi kesempatan oleh sesama fans  untuk membuat cake anniversary band tersebut.
Memang ini bukan yang pertama bagiku untuk membuat cake anniversary mereka, tapi tetap saja aku deg-degan, secara ini akan aku persembahakan untuk orang-orang yang aku kagumi karya-karyanya.

Singkat cerita, sekitar dua hari sebelum hari H aku baru deal untuk pembuatan cake ini. Cakenya sih simple, hanya cake dengan hias edible poto bergambar photo-photo perjalanan band tersebut. 
Yang sempat membuat aku sulit adalah ukurannya yang cukup besar dan terpaksa aku mengerjakannya dengan 2 lembar edible photo yang di sambung. Ya sudah aku pikir gak masalah, tinggal ditumpuk sesuai batas gambar saja.
Kesulitan berikutnya adalah aku harus mencari kurir cake dengan box besar seukuran 35 cm X 45 cm. Beberapa kurir menyatakan gak sanggup dengan ukuran tersebut, sisanya sudah full book.

Tiba-tiba aku teringat sebuah penawaran jasa pengiriman, sebenarnya ini jasa pengiriman umum, perusahaan tersebut  menyebutkan melayani juga pengiriman cake & makanan.
Akhirnya aku hubungi perusahaan ini, sebut saja kurir ”PD”, aku telepon koordiantornya (Co Kurir) dan menanyakan apakah sanggup mengirim cake seukuran tersebut, Co kurir bilang oke sanggup, dan bilang box mereka besar. Aku sampe dikirimkan foto design motor + box kurirnya.

Setelah itu aku menyiapkan beberapa file gambar untuk didesign & dikirim ke bakul edible photo langganan ku, alhamdulillah beliau bisa mngerjakan dengan cepat, rapih dan tepat waktu.
Sehari menjelang hari H aku konfirmasi lagi ke Co kurir, apakah boxnya muat untuk membawa cake sesuai ukuran yang aku minta? Bahkan aku sampai memaksa beliau untuk mengukur ulang boxnya, apakah pasti muat? Jawabannya: “Oke bu siap, boxnya ukuran 45 cm X 45 cm"
Yaa sudahlah .... aku pikir aman untuk urusan pengiriman, aku request jam 11.00, harapan aku cake tersebut bisa sampai paling lambat jam 02.00 siang, karena acaranya jam 03.00 sore.

Malamnya mulailah aku baking plus décor cake. Semua berjalan lancar & mulus. Saat hari H jam 10.45, kurir datang, aku tengok ke depan pagar kok yang datang satu orang? Di sini nih kebingungan & kepanikan aku di mulai ....
Aku buka pintu… lebih terkejut lagi aku meliat box si kurir, yang ternyata mirip banget dengan box delivery fast food,  box nya nempel di ujung jok belakang motor ......

GUBRAKSS !!!..... kue sebesar ini mau dibawa pake box tsb & dibawa sendiri???
Aku Tanya ke kurir, "Apa bisa cake aku masuk ??"
Jawabannya: "Di coba aja bu..."

Akhirnya aku coba, ternyata..... apa jadinya teman??? Untuk memasukkan cake tsb ....sangat sulit.... karena benar-benar ngepress dengan ukuran cake. Si bapak Co Kurir itu benar, kalo boxnya ukuran 45 cm X 45 cm, tapiii….bagian atas box-nya itu melengkung ke dalam, sehingga posisi tangan saat meletakkan box cake tidak akan cukup, setidaknya ukuran box ini "matinya" cuma 42 cm. 

Aku telpon Co Kurir, bagaimana dengan box yang aku request, karena aku harus mengirim cake ini segera ..
Jawaban yang aku dapat dari Co Kurir tidak memberi solusi, akhirnya aku putuskan untuk cancel menggunakan kurir tersebut.
Sebagai ganti jerih payah kurir yang sudah sampai ke rumah, aku memberi 50% dari ongkos kurir yang seharusnya. Mungkin gak seharusnya aku membayar karena tidak sesuai, tapi biarlah… aku hanya ingin menghargai orang lain. Dan mulai saat itu aku tetapkan untuk TIDAK memakai lagi jasa pengiriman “PD” titik.

Jam mennjukkan angka jam 12:30, akhirnya aku memutuskan untuk membawa sendiri cake tersebut, berboncengan motor dengan suamiku. Meskipun aku sudah terbiasa datang ke acara seperti ini, dan aku pikir bisa lebih santai jika aku datang berdua saja dan kuenya bisa sampai lebih dulu. 
Apa daya harapan tinggal harapan. Dan aku harus tetap menghargai kepercayaan teman-temanku untuk menghadirkan cake anniversary.
Aku tidak berfikir membawa cake tersebut dengan mobil/taxi, karena menurut aku masih bisa aku bawa di motor, dan kalo aku booking mobil/taxi, makin memperpanjang waktu aku lagi untuk menunggu, otomatis akan telat.

Berangkatlah aku dengan sedikit terburu-buru, karena khawatir cake ini harus di persiapkan dulu dan di tunggu oleh teman-teman fans. Perjalanan Bekasi ke Kuningan tidaklah pendek, tapi aku harus kuat membawa cake sebesar itu.
Lepas area Bekasi masih lancar, kebetulan aku pake motor type “ laki-laki” yang cukup besar & cepat.
Saat belok masuk jalan pintas kawasan Industri Pulo Gadung.... duugg... aduuh.. kakiku kebentur tiang listrik, yang otomatis membentur box cake, karena dengkul aku sebagai penyangga box cake. Sakitnya tak begitu ku rasakan… tapi dag-dig-dug karena aku khawatir akan bentuk kuenya. 

Kami meneruskan perjalanan hingga lewat Rawamangun, Manggarai hingga Kuningan. Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya aku pesan ke suami “ Mas.. pelan-pelan yaa mas… , masih ada waktu kok”
Aku katakan seperti itu, agar tidak terjadi lagi masalah di jalan. Sementara beberapa teman fans sudah ada yang menanyakan di mana posisi aku.
“Aaahhh.. gimana mau angkat HP, megang box ajah dah repot ;( “

Karena aku belom pernah ke lokasi acara tersebut, yang biasanya di adakan di base camp, namun kali ini diadakan di tempat berbeda. Aku sempat beberapa kali bertanya, bahkan saking kebablasan belok di jalanan, aku kelewat lumayan jauh & sampe bingung di mana cari putaran.

Akhirnya aku sampai juga di venue, di sana sudah banyak kerumunan para fans, termasuk wartawan. Cake aku diterima oleh perwakilan manajement & fans........Alhamdulillah…..sampai juga. 
Aku tinggal kan cake tersebut sambil istirahat sejenak & cari tempat parkir yang nyaman. Sampai di ruang perayaan, aku liat cake buatankua....alamaaak….cakenya hampir remuk di satu sudut dan berimbas ke beberapa bagian pinggir cake.
Aku sempatkan merapihkan yang masih bisa aku perbaiki, aslinya aku malu banget dech. Gak enak ke teman-teman fans seharusnya aku bisa menyajikan yang lebih sempurna.

Beruntung mereka bisa memakluminya, setelah aku ceritakan kondisi sebenarnya, malah di jadikan bahan becanda kami. Dan lucunya lagi tetap saja teman-teman sibuk foto-foto cakenya, termasuk beberapa wartawan he he he....
Mereka bilang cake yang penuh perjuangan. Alhamdulillahnya lagi cakenya laris manis  habis tak berbekas. Bahagianya aku bisa jadi bagian acara anniversary band favoritku. 

Aku hampir lupa kelelahan,,,di sepanjang perjalanan yang ada di otakku, aku senang bisa ketemu teman-teman, senang liat perform band yang mirip mini concert, senang juga dapet orderan .. ha ..ha ..ha

Dua hari berlalu, aku dapet telepon dari management: “Yan .. bisa gak buat kue lagi kayak kemaren, tapi untuk acara besok malam??”
Antara bahagia dan bingung aku mendengarnya. Bahagia ternyata cake buatan aku bisa diterima banyak orang, bingungnya apa bisa aku buat cake nya untuk besok, sedangkan aku besok kerja, saat itu sudah jam 17:30 sore.

Selesai mengirim detail cake yang diinginkan & beberapa pembicaraan, akhirnya aku menyanggupi utnuk membuat cake ini. Awalnya minta anniversary cake serupa dengan yang sebelumnya (pake photo). 
Karena tidak memungkinkan order edible saat itu, akhirnya aku putuskan membuat cake dengan gambar logo band . Logo ini aku ambil jiplak dari kaos fans club yang aku punya. 
Alhamdulillah semua lancar, dan kurirnya juga ada. Pagi-pagi aku baru dapet kabar, kalo ternyata cake ini untuk acara live di salah satu TV swasta, dan sebagai surprisenya adalah cake anniversary band tersebut.

Wooowww… beruntungnya aku dapet kesempatan ini...alhamdulillah cake bisa terkirim dengan baik, dan karena ini cake surprise, akupun diminta merahasiakan untuk sementara waktu tentang cake in.
Sayangnya ....saking kelelahan aku sendiri justru gak bisa meliat acara saat cake aku di tampilkan, karena aku sudah keburu teler. Lagian cake anniversary tersebut dikeluarkan hampir jam 12.00 malam.

Ceritanya,,, semua personil band mendapat surprise kedatangan ibu-ibu mereka sambil membawa cake dengan diiringi lagu hits mereka…hikhikss....jadi terharu.
Betapa bahagianya aku, hasil karyaku bisa di terima oleh orang-orang yang aku kagumi karya-karyanya.

Demikian cerita dari aku....thanks udah diberi kesempatan untuk sharing


Pengirim  : Yanti Biyan
Domisili   : Bekasi
Website  : http://biyankitchen.blogspot.com

Tuesday, 13 March 2012

Insyafnya Si Tukang Makan

Judulnya serem sekali seperti baru ngapain aja hahaha, tapi kurasa memang itu judul yang cocok buat ku. Mengingat asal mula aku masuk ke dunia baking.
Dulu aku tipe orang yang tahu makan saja, bisanya cuman beli, bahkan kalau ada resto baru pasti aku tahu saking maniaknya aku dengan kuliner dimana mana hehehehe. Karena aku memang suka ngemil dari pada makan  nasi.


Tapi Allah memang sayang kali dengan aku, di tahun 2009, aku sakit kaerna lambungku yang luka, dikarenakan faktor makanku yang tidak benar, belum lagi istirahat yang kurang. Karena begitu banyak list pantangan makanan yang diberikan dokter, aku hanya bisa makan jenis makanan tertentu. Rasanya sediihhhhhh sekali karena tidak bisa makan  makanan yang aku suka seperti biasa.

Akhirnya aku beranikan masuk kedapur untuk trial resep tertentu, tentu saja resep yang kubuat belum tentu jadi, karena memang aku nggak pnya basic  ilmu baking, belum lagi aku tidak pernah kursus dimana pun, tapi aku tidak berhenti mencoba, tak terhitung lagi lah sudah berapa cake atau masakan yang gagal kubuat.


Alhamdulillah Allah memudahkn jalanku, walaupn tidak pernah kursus, akhirnya aku berhasil juga membuat cake masakan, malah sempat ikutan lomba dan  Alhamdulillah aku bisa menang, luar biasa terharunya diriku karena aq termasuk pemula didunia baking hehehehe.
Rasa syukur yang tidak pernah berhenti, saat aku mengenal NCC, milis tercinta, karena banyak sekali yang bisa kudapatkan, mulai dr resep, info dunia baking sampai menambah saudara dimanapun.

Walau kini aku masih sering jajan (belum insyaf) sepenuhnya, paling tidak aku sudah bisa membuat cake atau masakan, malah bisa menghasilkan uang didapur, lempar orderan dengan teman-teman dll. Luar biasa indahnya dunia baking itu, I Love U mikser ku, oven ku,loyangku, spatula ku, NCC'er tercinta, dan tak lupa Bu Fatmah Bahalwan tercinta beserta team NCC : mbak Yeni, mbak Riana, mbak Eka, mbak Nadrah, uni Dewi, and pak Wisnu,

I LOVEEEEEEEEE UUUU ALLL ....................................



Pengirim : Nurmalinda Astri Lubis / Linda Loebiz
Domisili  : Medan, Sumatra Utara