Showing posts with label prestasi. Show all posts
Showing posts with label prestasi. Show all posts

Wednesday, 11 April 2012

Anniversary Cake for My Idol

Aku adalah salah satu member fans sebuah band yang cukup “melegenda” karya-karyanya. Suatu ketika aku diberi kesempatan oleh sesama fans  untuk membuat cake anniversary band tersebut.
Memang ini bukan yang pertama bagiku untuk membuat cake anniversary mereka, tapi tetap saja aku deg-degan, secara ini akan aku persembahakan untuk orang-orang yang aku kagumi karya-karyanya.

Singkat cerita, sekitar dua hari sebelum hari H aku baru deal untuk pembuatan cake ini. Cakenya sih simple, hanya cake dengan hias edible poto bergambar photo-photo perjalanan band tersebut. 
Yang sempat membuat aku sulit adalah ukurannya yang cukup besar dan terpaksa aku mengerjakannya dengan 2 lembar edible photo yang di sambung. Ya sudah aku pikir gak masalah, tinggal ditumpuk sesuai batas gambar saja.
Kesulitan berikutnya adalah aku harus mencari kurir cake dengan box besar seukuran 35 cm X 45 cm. Beberapa kurir menyatakan gak sanggup dengan ukuran tersebut, sisanya sudah full book.

Tiba-tiba aku teringat sebuah penawaran jasa pengiriman, sebenarnya ini jasa pengiriman umum, perusahaan tersebut  menyebutkan melayani juga pengiriman cake & makanan.
Akhirnya aku hubungi perusahaan ini, sebut saja kurir ”PD”, aku telepon koordiantornya (Co Kurir) dan menanyakan apakah sanggup mengirim cake seukuran tersebut, Co kurir bilang oke sanggup, dan bilang box mereka besar. Aku sampe dikirimkan foto design motor + box kurirnya.

Setelah itu aku menyiapkan beberapa file gambar untuk didesign & dikirim ke bakul edible photo langganan ku, alhamdulillah beliau bisa mngerjakan dengan cepat, rapih dan tepat waktu.
Sehari menjelang hari H aku konfirmasi lagi ke Co kurir, apakah boxnya muat untuk membawa cake sesuai ukuran yang aku minta? Bahkan aku sampai memaksa beliau untuk mengukur ulang boxnya, apakah pasti muat? Jawabannya: “Oke bu siap, boxnya ukuran 45 cm X 45 cm"
Yaa sudahlah .... aku pikir aman untuk urusan pengiriman, aku request jam 11.00, harapan aku cake tersebut bisa sampai paling lambat jam 02.00 siang, karena acaranya jam 03.00 sore.

Malamnya mulailah aku baking plus décor cake. Semua berjalan lancar & mulus. Saat hari H jam 10.45, kurir datang, aku tengok ke depan pagar kok yang datang satu orang? Di sini nih kebingungan & kepanikan aku di mulai ....
Aku buka pintu… lebih terkejut lagi aku meliat box si kurir, yang ternyata mirip banget dengan box delivery fast food,  box nya nempel di ujung jok belakang motor ......

GUBRAKSS !!!..... kue sebesar ini mau dibawa pake box tsb & dibawa sendiri???
Aku Tanya ke kurir, "Apa bisa cake aku masuk ??"
Jawabannya: "Di coba aja bu..."

Akhirnya aku coba, ternyata..... apa jadinya teman??? Untuk memasukkan cake tsb ....sangat sulit.... karena benar-benar ngepress dengan ukuran cake. Si bapak Co Kurir itu benar, kalo boxnya ukuran 45 cm X 45 cm, tapiii….bagian atas box-nya itu melengkung ke dalam, sehingga posisi tangan saat meletakkan box cake tidak akan cukup, setidaknya ukuran box ini "matinya" cuma 42 cm. 

Aku telpon Co Kurir, bagaimana dengan box yang aku request, karena aku harus mengirim cake ini segera ..
Jawaban yang aku dapat dari Co Kurir tidak memberi solusi, akhirnya aku putuskan untuk cancel menggunakan kurir tersebut.
Sebagai ganti jerih payah kurir yang sudah sampai ke rumah, aku memberi 50% dari ongkos kurir yang seharusnya. Mungkin gak seharusnya aku membayar karena tidak sesuai, tapi biarlah… aku hanya ingin menghargai orang lain. Dan mulai saat itu aku tetapkan untuk TIDAK memakai lagi jasa pengiriman “PD” titik.

Jam mennjukkan angka jam 12:30, akhirnya aku memutuskan untuk membawa sendiri cake tersebut, berboncengan motor dengan suamiku. Meskipun aku sudah terbiasa datang ke acara seperti ini, dan aku pikir bisa lebih santai jika aku datang berdua saja dan kuenya bisa sampai lebih dulu. 
Apa daya harapan tinggal harapan. Dan aku harus tetap menghargai kepercayaan teman-temanku untuk menghadirkan cake anniversary.
Aku tidak berfikir membawa cake tersebut dengan mobil/taxi, karena menurut aku masih bisa aku bawa di motor, dan kalo aku booking mobil/taxi, makin memperpanjang waktu aku lagi untuk menunggu, otomatis akan telat.

Berangkatlah aku dengan sedikit terburu-buru, karena khawatir cake ini harus di persiapkan dulu dan di tunggu oleh teman-teman fans. Perjalanan Bekasi ke Kuningan tidaklah pendek, tapi aku harus kuat membawa cake sebesar itu.
Lepas area Bekasi masih lancar, kebetulan aku pake motor type “ laki-laki” yang cukup besar & cepat.
Saat belok masuk jalan pintas kawasan Industri Pulo Gadung.... duugg... aduuh.. kakiku kebentur tiang listrik, yang otomatis membentur box cake, karena dengkul aku sebagai penyangga box cake. Sakitnya tak begitu ku rasakan… tapi dag-dig-dug karena aku khawatir akan bentuk kuenya. 

Kami meneruskan perjalanan hingga lewat Rawamangun, Manggarai hingga Kuningan. Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya aku pesan ke suami “ Mas.. pelan-pelan yaa mas… , masih ada waktu kok”
Aku katakan seperti itu, agar tidak terjadi lagi masalah di jalan. Sementara beberapa teman fans sudah ada yang menanyakan di mana posisi aku.
“Aaahhh.. gimana mau angkat HP, megang box ajah dah repot ;( “

Karena aku belom pernah ke lokasi acara tersebut, yang biasanya di adakan di base camp, namun kali ini diadakan di tempat berbeda. Aku sempat beberapa kali bertanya, bahkan saking kebablasan belok di jalanan, aku kelewat lumayan jauh & sampe bingung di mana cari putaran.

Akhirnya aku sampai juga di venue, di sana sudah banyak kerumunan para fans, termasuk wartawan. Cake aku diterima oleh perwakilan manajement & fans........Alhamdulillah…..sampai juga. 
Aku tinggal kan cake tersebut sambil istirahat sejenak & cari tempat parkir yang nyaman. Sampai di ruang perayaan, aku liat cake buatankua....alamaaak….cakenya hampir remuk di satu sudut dan berimbas ke beberapa bagian pinggir cake.
Aku sempatkan merapihkan yang masih bisa aku perbaiki, aslinya aku malu banget dech. Gak enak ke teman-teman fans seharusnya aku bisa menyajikan yang lebih sempurna.

Beruntung mereka bisa memakluminya, setelah aku ceritakan kondisi sebenarnya, malah di jadikan bahan becanda kami. Dan lucunya lagi tetap saja teman-teman sibuk foto-foto cakenya, termasuk beberapa wartawan he he he....
Mereka bilang cake yang penuh perjuangan. Alhamdulillahnya lagi cakenya laris manis  habis tak berbekas. Bahagianya aku bisa jadi bagian acara anniversary band favoritku. 

Aku hampir lupa kelelahan,,,di sepanjang perjalanan yang ada di otakku, aku senang bisa ketemu teman-teman, senang liat perform band yang mirip mini concert, senang juga dapet orderan .. ha ..ha ..ha

Dua hari berlalu, aku dapet telepon dari management: “Yan .. bisa gak buat kue lagi kayak kemaren, tapi untuk acara besok malam??”
Antara bahagia dan bingung aku mendengarnya. Bahagia ternyata cake buatan aku bisa diterima banyak orang, bingungnya apa bisa aku buat cake nya untuk besok, sedangkan aku besok kerja, saat itu sudah jam 17:30 sore.

Selesai mengirim detail cake yang diinginkan & beberapa pembicaraan, akhirnya aku menyanggupi utnuk membuat cake ini. Awalnya minta anniversary cake serupa dengan yang sebelumnya (pake photo). 
Karena tidak memungkinkan order edible saat itu, akhirnya aku putuskan membuat cake dengan gambar logo band . Logo ini aku ambil jiplak dari kaos fans club yang aku punya. 
Alhamdulillah semua lancar, dan kurirnya juga ada. Pagi-pagi aku baru dapet kabar, kalo ternyata cake ini untuk acara live di salah satu TV swasta, dan sebagai surprisenya adalah cake anniversary band tersebut.

Wooowww… beruntungnya aku dapet kesempatan ini...alhamdulillah cake bisa terkirim dengan baik, dan karena ini cake surprise, akupun diminta merahasiakan untuk sementara waktu tentang cake in.
Sayangnya ....saking kelelahan aku sendiri justru gak bisa meliat acara saat cake aku di tampilkan, karena aku sudah keburu teler. Lagian cake anniversary tersebut dikeluarkan hampir jam 12.00 malam.

Ceritanya,,, semua personil band mendapat surprise kedatangan ibu-ibu mereka sambil membawa cake dengan diiringi lagu hits mereka…hikhikss....jadi terharu.
Betapa bahagianya aku, hasil karyaku bisa di terima oleh orang-orang yang aku kagumi karya-karyanya.

Demikian cerita dari aku....thanks udah diberi kesempatan untuk sharing


Pengirim  : Yanti Biyan
Domisili   : Bekasi
Website  : http://biyankitchen.blogspot.com

Monday, 9 April 2012

"Hanya" Penjual Nasi Kotak-kah Saya?

Mimpi akan masa depan membuat kita semangat,
Bayangan akan keberhasilan membuat kita tidak mudah mundur,
Kesadaran akan sesuatu yang besar biasanya dimulai dari sesuatu yang kecil membuat kita tak mudah menolak....
Kenyataan akan ada Allah yang tidak pernah tidur membuat kita selalu berikhtiar,
Keikhlasan dalam berusaha akan membuat kita senantiasa memberikan yang terbaik,
Visi dan keyakinan akan keberhasilan yang dijanjikan Allah bagi umat-Nya yang selalu berusaha akan membuat kita survive...

***

Mungkin sebait tulisan di atas yang menggambarkan kejadian di bulan Ramadhan beberapa tahun lalu. Hmmm...waktu itu Rakha anak saya belum genap setahun, masih menyusu dia. Salah seorang sahabat saya meminta tolong untuk membuat nasi kotak untuk berbuka puasa bersama di masjid komplek rumahnya di Tebet.

Awalnya dia memesan 45 box nasi kotak untuk acara masjid. Selang beberapa hari kemudian, dia menanyakan apakah saya sanggup untuk mengerjakan 100 box nasi kotak sekalian untuk diberikan bagi kaum dhuafa. Di pikiran saya tadinya yang 45 itu sudah termasuk di dalam 100 box, maka saya iyakan.

Ternyata, ketika dikonfirmasi sahabat saya bilang, bukan, jadi total pesanan 145 box. Fuiiih....100 box saja saya agak bingung mengerjakan, maklum bakul sangat amatir, belum punya asisten tetap pulak. Tapi karena merasa ini adalah tantangan besar bagi saya, maka saya memutuskan untuk pantang menolak pesanan...:)

Beberapa hari kemudian, sahabat saya sms lagi menanyakan apakah saya masih bisa menerima sekitar 10 box lagi sekalian untuk diberikan kepada keluarga para asisten rumah tangga dan supir keluarga..Hmmm..kepalang tanggung, boleh lah sekalian saja....:). ***modalnekatdotcom.

Mulailah saya berpikir bagaimana me manage pesanan sebanyak ini. Hehehehe..jadi malu nih sama para bakul senior yang kalo cuma seratusan gini mah masih ecek-ecek mengerjakannya. Buat saya berat selain karena minim pengalaman, juga itu tadi, saya tidak punya asisten yang bisa membantu kecuali suami tercinta yang selalu bisa diandalkan minimal untuk menemani belanja, atau bahkan belanja barang-barang yang terlupa, menjadi supir/kurir dadakan sampai membantu menggoreng kerupuk atau menggoreng ayam. I love you, suamiku....(lhooo...kok malah kaya' tulis surat buat suami nih...hehehhehe....)

Anyway, lanjut ke cerita nasi box tadi. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta bantuan asisten harian saja. Kebetulan ada dua orang teman mengaji yang bersedia membantu dan berjanji akan datang sekitar jam 08.00 pada hari H. Alhamdulillah, sedikit banyak lega, at least ada yang membantu untuk menyusun nasi and the gank ke kotak, karena biasanya justru itu yang memakan waktu paling banyak dan yang jelas paling ribet menurut saya.

Dua hari menjelang hari H, saya sudah belanja, membuat kotak-kotak nasi, menggoreng kerupuk (eh itu suami dink..:D), dan membungkusnya. Mempersiapkan sendok garpu dan lain-lain sebagai supporting tools di nasi kotak..:). Sampai sini saya merasa semua lancar-lancar saja, dan terus terang pede jaya menyambut datangnya hari H.

H-1, saya mulai menyiapkan bumbu-bumbu, potong-potong, tumis-tumis bumbu, ukep mengukep ayam. Untuk sayur, buah, telur dan urusan menggoreng, saya pikir cukup lah ketika hari H sehingga rasanya masih oke.

Hari H dini hari. Sekitar jam 01.00 saya mendengar ada suara penggorengan di dapur. Ketika saya cek, suami saya sudah mulai menggoreng ayam...Subhanallah....Memang tak ada bandingannya deh suamiku ini...:). Dia minta saya tidur lagi, supaya Rakha tidak menangis karena tidak ada orang tuanya, sekalian menyimpan energi untuk kerja keras hari ini.

Sekitar jam 03.00 saya bangun dan menyiapkan makan sahur dan siap-siap minum dopping madu, sari kurma dan lain-lain untuk persiapan kerja rodi hari ini. Saya ketika itu bersikeras tetap puasa walaupun ada rukshoh untuk ibu menyusui, tapi saya yakin saya kuat berpuasa. Setelah sholat subuh, mulailah kerja rodi saya hari itu.

Dimulai dari merebus telur dan menyiapkan bumbu bali (saya baru belajar ketika itu bahwa bumbu bali bisa diinapkan di kulkas sehingga bisa save energi di hari H dan malahan terasa lebih enak dibanding dibuat mendadak seperti yang saya lakukan hari itu).
Mengupas dan menggoreng telur tak dinyana memakan waktu cukup lama karena saya juga masih harus memandikan Rakha dan menyusuinya. Ada satu asisten rumah tangga di rumah yang saya minta konsentrasi untuk menemani Rakha dan ketika Rakha sedang bersama saya, maka tugasnya adalah mencetak nasi. :)

Oh yah, sekitar jam 06.00 pagi salah satu asisten cabutan sms mengabarkan bahwa dia "mundur" karena migrain...Saya masih tenang karena Insya Allah saya masih yakin dapat mengerjakan dengan bantuan satu asisten yang lain. Jam 08.00 pagi, teman saya belum datang juga. Akhirnya saya telphone, dan dia bilang, dia minta maaf tidak bisa datang karena ada ibu mertuanya datang jadi harus menemani, dan minta maaf juga karena tidak bisa mengabari saya karena pulsanya habis....

Hiks....rasanya mau marah, sebel, kesel, yang paling dominan sih ingin menangis sangat......Tapi mau menyalahakan siapa sebenarnya? Semua punya alasan yang tidak bisa ditolak kan?

Tapi saya tahu, amanah tetap amanah. Harus dikerjakan walaupun babak belur. Saya sempat telphone suami di kantor untuk curhat, dia meminta saya bersabar dan fokus sama pekerjaan saja, jangan pada kekecewaan. Suami saya juga mengingatkan akan rukshoh puasa yang bisa saya dapatkan ketika nanti saya merasa tidak kuat secara fisik untuk terus berpuasa. Saya mendapat suntikan semangat baru dan mulai mengerjakan dan yakin Allah pasti membantu.

Jam 12.00 siang, makanan sudah siap semua. Ah gampanglah. Tinggal dimasukkan ke kotak.... Dengan pengalaman minimal, karena biasanya cuma menerima paling banyak 50 box, saya tidak terlalu sadar bahwa 155 adalah 3 kali nya 50 box, jadi yah pastinya makan waktu jauh lebih banyak. Alhasil, ketika jam menunjukkan pukul 14.00 dan ternyata baru setengah pesanan yang selesai, saya mulai ingin menangis lagi. Tubuh yang mulai lemah, haus, Rakha yang rewel minta saya menemani dan menyusuinya membuat saya mau berteriak saja..
Aaaaaaaaahhhhhhhhhhh........

Jam 15.00 akhirnya semua selesai, tinggal dimasukkan ke mobil dan cap cus meluncur ke Tebet dari rumah saya di Joglo. Sedikit bisa bernafas lega lah saya. Sahabat saya minta jam 17.00 nasi kotak nya sudah ada di sana, biar ada waktu untuk membagikan pada kaum dhuafa. Saya pikir 1 jam lah paling lama sampai ke sana. Saya sempatkan untuk mandi sekadar untuk memberi energi baru bagi tubuh saya, dan menyusui dan memompa ASI untuk Rakha sebelum saya berangkat menuju Tebet.

Tepat pukul 15.30 saya siap berangkat. Kok ya dilalah, ternyata masih ada lagi ujian yang diberikan Allah...AC mobil saya mati...huaaaaaaaaaa.......Dan entah kenapa di sore hari ini, matahari sangat bersahabat dan rasanya ingin bermesraan dengan saya....panasss terik seperti jam 12.00 saja layaknya. Belum lagi Jakarta yang rasanya tidak ingin saya hanya sebentar berada di jalanannya, saya terjebak macet berkali-kali. 
Dengan keringat mengucur deras, rasa lelah yang luar biasa, kemarahan kepada semua situasi yang tidak mendukung membuat saya lagi-lagi ingin menangis. Saya sempat menanyakan ke diri saya sendiri, dapat ide darimana saya kalau perjalanan hanya akan makan waktu sekitar satu jam. 
Akhirnya saya sadar, saya biasa berangkat ke rumah sahabat saya itu dulu dari rumah Kebon Jeruk, nah biasanya dari rumah Kebon Jeruk menuju Tebet cuma sekitar segituan waktunya. Saya lupa, Joglo-Tebet dengan Kebon Jeruk-Tebet jelas jauh berbeda. Titik macetnya jauh lebih banyak.

Di tengah kemacetan ibukota itu lah saya bicara pada Allah, "ya Allah, segininya yah berusaha cuma untuk mendapatkan uang ratusan ribu....". Terbayang ketika saya masih kerja di kantor, dengan baju yang fancy, ruangan ber AC, tempat kerja yang nyaman, supir yang membawa mobil ketika ada urusan luar kantor, gaji yang digitnya sangat jauh berbeda dari bakul amatir begini, fuiiiiiiiiiiiiih rasanya marah, entah marah pada siapa...

Ketika sesuatu berjalan di luar rencana awal kita, memang lebih mudah bagi kita untuk marah, menyalahkan keadaan, dan menyesali diri. Tapi ketika akhirnya saya mulai tenang dan sambil istighfar, pertolongan Allah pun datang. 
Tiba-tiba saya mulai membayangkan Rakha yang lucu, sehat, dan alasan saya yang utama memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan bekerja apa saja asalkan bisa tetap menemani dan mengikuti perkembangan Rakha detik demi detik. Tak lama kemudian bayangan tentang Rakha berganti dengan bayangan sebuah cafe atau wedding organizer yang cateringnya juga ada di bawah kendali saya suatu hari nanti. 

Membayangkan sekumpulan keluarga harmonis yang menikmati kebersamaan di restoran milik saya yang nyaman sebagai pengembangan dari usaha catering rumahan saya. Banyak keluarga yang nantinya memiliki peluang kerja dari usaha yang saya miliki akhirnya membuat saya mulai tersenyum. AC yang rusak pun tak lagi menjadi sesuatu yang membuat saya marah. Jalanan yang masih tetap macet pun tidak membuat saya kemerungsung. 

Saya tetap lelah, saya tetap merasa sangat haus...(yah ibu menyusui kalo puasa menurut saya lebih berat daripada berpuasa ketika hamil), tapi saya tidak lagi marah dan melihat yang saya usahakan dari rupiah yang saya dapatkan ketika itu. Energi dan semangat yang tersuntikkan dari mimpi dan keyakinan akan keberhasilan dari sebuah usaha yang tanpa henti membuat energi saya ter-boost ke posisi tertinggi.

Apalagi ketika akhirnya saya sampai di rumah sahabat saya juga, walaupun memang terlambat 5 menit dari waktu yang saya janjikan. Dan lagi-lagi suami saya yang luar biasa itu sudah menunggu di sana (catatan, kantor suami saya ketika itu di MT Haryono) untuk membantu mengangkat nasi-nasi box tadi dari mobil, yang saya yakin bisa jadi untuk melakukan hal sekecil itu pun saya sudah sempoyongan karena tubuh saya benar-benar lelah dan kekurangan energi plus kaki yang gemetaran karena kebanyakan injak kopling.

Ketika semua nasi box terdeliver, tak terkira rasanya gembiranya hati ini. Suami convoy (suami naik motor) di samping mobil saya dalam perjalanan pulang kembali ke rumah. Sesenang-senangnya dan selega-leganya, tubuh saya memang tidak bisa disembunyikan kelelahan yang amat sangat nya. Ditambah dengan lagi-lagi si AC yang rusak itu melengkapi kelelahan saya sore itu, hingga saya meminta untuk beristirahat sambil menunggu maghrib di masjid di daerah Pejompongan (masih halfway to go to home).

Setelah berbuka puasa, walaupun hanya dengan sebotol teh dan sebotol air putih, tubuh pun kembali segar. Setelah sholat maghrib, kami melanjutkan perjalanan pulang dengan perasaan yang tak bisa didefinisikan. Di situ saya sadar penuh, sampai kapan pun pengalaman hari itu tidak akan pernah saya lupakan. Bukan hanya soal kelelahan yang luar biasa. Tapi lebih kepada pelajaran hidup.

Hidup ini bukanlah sekadar rupiah yang kita hasilkan ketika itu. Tapi lebih kepada semangat yang tak boleh mati, dan mimpi akan masa depan yang jauh lebih baik, target, visi dan keyakinan akan keberhasilan dengan usaha yang tak putus yang membuat saya (baca: kita semua) akan survive. Allah ma'ana.....(Allah bersama kita)


Jakarta, 9 April 2012
Tetap menganggap diri bakulan walaupun tidak pernah menawarkan produk. :)
-Poppy-

Manajemen Waktu Order Keroyokan

Hai NCCers ....


Mau berbagi cerita tentang pengalaman mengerjakan orderan dibawah ini. Kesannya terlalu berambisi mengerjakan semua, tetapi mohon dapat dilihat dari sisi bagaimana aku mengerjakan semua orderan itu tanpa meninggalkan aktivitas rutinku.

Tanggal 12 Maret aku menerima orderan kukis hias 120 pieces untuk Kamis 29 Maret. Selang 2-3 hari kemudian aku menerima orderan dari teman untuk ulang tahun anaknya untuk diantar ke daerah Bintaro hari Selasa 27 Maret jam 8.30 pagi.

Ini dia orderannya :
1. Rainbow cake birthday cake (BDCK) uk 24 cm
2. Bolu gulung ukuran panjang 15 cm sebanyak 25 buah
3. Cupcakes 50 buah

Kemudian tanggal 18 Maret ada orderan lagi dari temenku untuk ulang tahun suaminya tanggal 26 Maret dan minta diantar ke daerah Kelapa Gading jam 10.00 pagi pesenannya adalah :
1. Nasi kotak sebanyak 40 kotak
2. Rainbow cake bdck uk 22 cm

Setelah itu tanggal 19 Maret masuk orderan lagi untuk tanggal 26 Maret malam yaitu ulang ulang tahun salah satu teman latihan nyanyi setiap hari Senin malam. Ini dia orderannya :
1. Rainbow cake bdck uk 26
2. Fruit platter
3. Red velvet cupcakes 25 biji
dimana selang 1 hari kemudian minta ditambah dengan soes pandan 50 buah

Awalnya yang terpikir ... ahh tanggalnya deket, sekalian aja buatnya. Tapi akhirnya panik kog aku terima-terima aja ya semua orderan untuk hari yang sangat berdekatan, dan dalam jumlah yang cukup besar pula. Sementara aku punya 2 orang anak umur 5 tahun dan 6 bulan. Gak tau harus memulainya dari mana duluan tapi aku berusaha buat tenang dan mulai membuat list apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu.

List yang aku buat antara lain :

1. Mengecek ketersediaan bahan baku
2. Membuat list belanja
3. Mulai menghubungi supplier bahan untuk bisa disediakan bahan-bahan yang dibutuhkan berikut waktu deliverynya. Sempet bingung juga karena ternyata ada beberapa bahan yang aku butuhkan gak ada di Toko Bahan Kue yang aku hubungi, dan  akhirnya harus hunting sendiri.
4. Aku segera menghubungi pemasok sayuran sesuai dengan daftar belanjaan yang aku akan ambil hari Minggu tanggal 25 Maret.
5. Segera beli bahan mentah dan yang bisa dikerjakan terlebih dahulu seperti: dus untuk nasi kotak, dus untuk cup cake, plastik dan semuanya yang bisa dibeli duluan.
6. Persiapkan mental diri sendiri dan anggota rumah seperti :
Katakan kepada suami bahwa kita membutuhkan bantuan untuk membantu mengawasi anak-anak pada saat kita sedang mengerjakan orderan.
Katakan kepada anak-anak kita, bahwa mungkin untuk 3 hari kita belum bisa main bareng dulu karena kita sedang sibuk.
Katakan kepada ART bahwa kita membutuhkan bantuan mereka untuk additional job (misalnya, menemani anak-anak, bangun pagi dan masak, serta membereskan peralatan perang).
7. Meminta asisten mengerjakan buat kotak untuk nasi, sendok, tissu dan kotak tempat kue (kelihatannya simple, tapi apabila teman-teman mendapatkan order banyak mendingan urusan tempat kue dibereskan terlebih dahulu di depan)

Setelah semua point diatas aku lakukan... eng ing eng ....mulailah acara masak memasak dilaksanakan.

1. Aku membuat prioritas makanan/kue mana saja yang bisa dimulai terlebih dahulu...... Yup, pasti temen-teman setuju dengan aku bahwa kue kering untuk kukis hias yang pertama bisa dilakukan.
2. Lauk untuk menu nasi box (ayam, sambel, kerupuk) aku buat hari Kamis. ayam aku goreng 1/2 matang dan sambel (kemudian disimpan di frezzer).
3. Selanjutnya muffin untuk cup cakes dan kulit soes bisa dibuat dan disimpan di frezzer

Sabtu 24 Maret
Harus cek akhir bahan-bahan (harus sudah komplit semua), karena dalam memasak menurutku bila kita kekurangan 1 bahan saja maka akan merembet ke lainnya seperti delay waktu, mood memasak dan akhirnya bisa berantakan semua planning yang sudah aku buat.
Sabtu siang anterin anakku les drum dan les nyanyi buat ku sampai jam 03.00 sore. Sampai rumah aku langsung bikin butter cream. Gak tanggung-tanggung 4 kilo sampai mixer panas dan tangan pueggeeelll poolll...

Sembari menunggu mixer dingin aku mulai nimbang-nimbang bahan untuk membuat 3 rainbow cake dan membuat 25 bolu gulung. Selesai dan langsung tidur buat ngumpulin tenaga kerja full membuat kue hari Minggu

Minggu 25 Maret
Bangun pagi langsung ke tukang sayur buat mengambil pesanan yang aku sudah aku pesan 3 hari sebelumnya. Meminta asisten untuk mempersiapkan loyang dan mengolesnya dengan carlo dan kertas roti.

Pulang ngopi-ngopi sebentar langsung jam 09.00 aku mulai membuat adonan pertama untuk red velvet dengan hand mixer dan rainbow cake dengan standing mixer (sekali mixer aku bikin langsung 2 resep). Total aku bikin 7 resep untuk membuat 3 rainbow cake.

Sebenernya pembuatan rainbow cake ini simple, tapi cek bebi cek ternyata aku hanya punya 1 loyang ukuran 24 cm.... tepok jidat deh ...kan harus buat 6 lapisan berbeda (sementara untuk loyang 22 cm dan 26 cm banyak). Tapi show must go on tidak ada waktu untuk ngomel kecuali melakukan yang bisa dilakukan. Akhirnya bisa ditebak kalo aku lama di pembuatan rainbow cake untuk yang ukuran 24 cm

Rainbow cake ukuran 22 cm dan 26 cm selesai jam 03.00 sore. Sementara yang ukuran 24 cm selesai jam 05.00 mulus???? TIDAK.... karena ada 1 lapisan warna biru yang hancur berantakan pada saat handling.. Akhirnya harus bikin lagi.

Pada saat selesai rainbow cake yang jam 03.00 itu, aku langsung membuat bolu gulung (bolu gulung ini menurutku cukup kuat untuk dibikin 2 hari sebelum hari H...., maksudku dipengerjaannya jadi bisa dicicil).

Sembari menunggu bolu gulung matang aku mulai mendekor rainbow cake bdck, membuat ucapan selamat ulang tahun dengan menggunakan dark cooking chocolate (DCC) coklat dan putih. Rainbow cake yang sudah jadi aku masukan ke kulkas.

Kegiatan hari Minggu selesai jam 09.00 dengan hasil 3 rainbow cake + 15 bolu gulung + 25 cup cake red velvet.

Malamnya aku meminta asisten mulai memotong aneka sayuran untuk dibuat cap cay, mempersiapkan bumbu untuk dibuat dadar jagung dan mie goreng

Sebelum tidur jam 10.00 aku mengeluarkan ayam dan sambal dari frezeer, kemudian memberi instruksi kepada 2 asisten bangun jam 04.00 pagi hari Senen untuk membantu membuat nasi box dan mengeluarkan kulit soes pandan.

Senin 26 Maret
Asisten bangun langsung membuat nasi (perlu 4 kali masak nasi dengan menggunakan 2 rice cooker) Sembari menunggu nasi matang (aku dengan mengendong anakku yang umurnya 6 bulan, karena udah bangun dari jam 04.00), mulai memberi instruksi kepada asisten untuk segera mengerjakan dadar jagung, mie goreng dan ayam kecap.

Asistenku sudah lama ikut aku dan untuk makanan di atas mereka sudah biasa membuat jadi aku bertugas di bagian akhir sebagai tester.

Jam 06.00 anakku berpindah tangan ke salah satu asisten, semetara aku kabur sebentar ke pasar mengambil pesanan pisang dan strawberry.

Jam 6.45 aku pulang dari pasar asisten aku minta untuk membersihkan pisang dan membuat cap cay sementara aku mengisi soes (krn akan dipick up oleh kurir jam 10.00 atau jam 11.00). Selesai jam 08.00 kurang.

Jam 08.00 semua masakan siap untuk dimasukan ke dus makanan ukuran 20 cm x 20 cm.

Jam 09.00 nasi box siap untuk diantar (aku menggunakan temanku untuk menjadi kurir dadakan dan mengantarkan nasi box ke daerah Kelapa Gading)

Satu pesanan (nasi box+rainbow cake) beres dan sudah diantar. Sembari menunggu kurir, aku mulai menyalakan mixer dan mengerjakan sisa 10 bolu gulung.

Mulus lagikah??? TIDAK..... jam 10.00 kurir belum dateng (berusaha tenang), hampir jam 11.00 kurir belum juga dateng. Mulai sms orderan saya gimana?? Kue soesnya diminta pelanggan untuk tiba di kantornya maksimal jam 12.00 sebagai surprise kepada teman pelangganku yang sedang berulang tahun juga.

Jawaban kurir yg pertama : "Maklum bu hari Senen.. dimana-mana macet".

Akhirnya ditelp balik oleh kurir dan dikatakan dijadwalnya tidak diketahui kue untuk diterima jam berapa, dan jarak Depok-Pangeran Antasari tidak mungkin ditempuh dalam waktu 1 jam.

Emosi??? Tentu saja ....!! Tapi berusaha tidak membuang energi.

"Jadi gimana pak?" tanya saya ....."Nanti saya carikan kurir terdekat" jawab kurir ......what????

Aku cuma bilang :" Pak ...saya sudah bersedia membayar special handing (walaupun menurut saya kue soes tidak perlu spesial handling) dan konfirmasi via sms, yang menyatakan bersedia untuk mengambil kue saya masih ada nih" (fyi kurir konfirm oke hari Jumat 23 Maret).

Akhirnya aku tutup telp dengan tanpa ada kepastian kapan kurir terdekat datang. Otak harus berpikir dengan bagaimana caranya supaya soes ini bisa diterima ke teman aku dan langsung kontak teman aku untuk menceritakan kejadian sebenernya.

Aku langsung telepon temanku yang mengantarkan nasi box ke daerah Kelapa Gading untuk menyakan dimana posisinya sekarang? Dia bilang sudah dekat kembali ke rumah. Aku minta tolong dia sekali lagi untuk mengantarkan kue soes tadi dan temanku bersedia.

Jam 11.45 kurir aku batalkan (karena masih tidak ada kepastian dan sudah ilfill banget rasanya). Jam 12.45 soes tiba di daerah Pangeran Antasari. Alhamdulillah walaupun delay 45 menit dari jadwal yang diminta.

Oh ya, ada sms dari kurir yang berbunyi bahwa pada saat saya membatalkan orderan saya posisi kurir sudah di depan komplek rumah saya dan sudah menelpon teman saya yang mengorder kue soes tersebut. 
Mohon maaf.
Aku sudah males membalas SMS kurir tadi. Forget it about kurir.... kartu mati!

Buat aku janji adalah janji. Komitmen adalah komitmen. Kita dipegang karena janji dan komitmen kita. Jadi jangan berjanji kalo tidak bisa tepati dan membiarkan pelanggan anda tanpa kepastian.

Tadi sembari telpon sana sini proses pembuatan bolu gulung tetap berjalan dong dan alhamdulillah selesai jam 01.00 siang. Selesai bolu gulung langsung mengeluarkan cup cake dari frezer untuk di dekor. Membutuhkan waktu 3 jam utk membuat dekor cup cake yang paling sederhana (bunga, rumput, ice cream).

Jam 04.00 sore selesai langsung buat fruit platter. Potong buah sana-sini terus tinggal ditancepin ke pot dan busa hijau dibungkus aluminium foil yang sudah dibuat beberapa hari sebelumnya.

Jam 05.00 sore selesai. Istirahat sebentar main dengan anak, jam 06.00 langsung pergi lagi buat latihan nyanyi dan mengantarkan red velvet, rainbow cake BDCK ukuran 26 m dan fruit platter tadi.

Alhamdulillah sampai ditujuan di daerah Brawijaya dengan selamat. Pulang sampai dirumah jam 10.00 malam, langsung cek-cek untuk pengantaran orderan hari Selasa pagi, minum vitamin trus tidur.

Untuk cup cakes dan bolu gulung yang sudah jadi aku masukin ke kamar AC yang nyala 24 jam ....hihihihihiihihi

Selasa 27 Maret
Waktunya nganter rainbow cake ukuran diameter 24 cm, cup cake 50 biji dan bolu gulung 25 biji. Iseng sebelum ngirim pesanan, ceritanya pagi-pagi mau laporan tentang soes pandan ke milis NCC... ealah namanya buru-buru akhir terjadilah insiden salah kirim judul posting ke milis NCC ....qikqikqikqikqik (kena centong).

Pesanan harus sampai di daerah Bintaro jam 09.00 pagi karena mau dipakai untuk pesta ulang tahun anaknya sahabat di sekolah. Berangkat jam 7.30 dari rumah eh karena efek demo BBM, maka rute Depok-Bintaro menjadi lancar jaya dan hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 45 menit.

Alhamdulillah pesenan terkirim lancar ..... Alhamdulillah semua pesanan bisa dikerjakan ......Alhamdulillah dikasih kekuatan sama Gusti Allah untuk melakukan semuanya.....Alhamdulillah semua yang memesan puas.......Alhamdulillah dapet rejeki dari jerih payah tersebut.

Selesaikah?? Belum.. !! Siang jam 01.00 aku mesti harus mengajar di sebuah perguruan tinggi di daerah Lenteng Agung dan malamnya (jam 07.00) harus perform nyanyi.. hihihihii.....

Pulang sampai rumah jam 10.00 malem badan rasanya rontok semua... tapi sekali lagi Alhamdulillah tetap diberi kesehatan sampai sekarang.

Rabu 28 Maret
Mengerjakan kukis hias untuk diambil temanku hari Kamis malam serta ada tambahan rainbow cake yang aku kerjakan Kamis setelah pulang mengajar. Alhamdulillah sekali lagi berjalan lancar.

Selesai ....waktunya mentraktir anakku yang 5 tahun dan suami beli fried chicken sebagai kompensasi dicuekin selama 3 hari hehhehe....., dan untuk asisten seperti biasa ada tip untuk mereka.

Ringkasan dari tulisan ini adalah :

1. Jangan pernah takut untuk menerima orderan banyak, tapi yang terpenting adalah kita juga harus bisa menakar kemampuan kita dalam mengerjakannya.
2. Harus ditunjang dengan peralatan (fyi 3 mixer dirumah nyala semua dirumah, 2 oven besar dan kecil serta loyang-loyang bertebaran di mana-mana).
3. Usahakan mempunyai beberapa supplier/ tbk/ pemasok/ apapun istilah yang menjadi pegangan kita.
Jadi sewaktu kita memerlukan bahan-bahan yang dibutuhkan mereka siap. Harus diingat bahwa hanya mengandalkan pada 1 supplier saja akan sangat membuat kita kelabakan apabila bahan yang kita butuhkan tidak ada. Buat skala prioritas seperti tukang sayur A, tukang B dan tukang sayur C. jadi kalo tukang sayur utama misalnya A tidak ada aku bisa langsung pindah ke tukang sayur B. Aku sendiri mempunyai langganan tukang sayur di pasar. walaupun harganya sedikit lebih mahal tapi apa yang aku mau tukang sayur itu bisa memprovide bahan yang aku butuhkan. Jadi aku bisa menghemat tenaga.
4. Janji adalah janji jangan pernah membatalkan order atau menunda pengiriman hanya karena sedang mengerjakan orderan/aktivitas lainnya.
5. Selalu membuat list apa yang harus dikerjakan malam sebelum tidur dan membuat skala prioritas dan jangan pernah menunda list to do yang sudah kita buat.
6. Selalu cek dan ricek ketersediaan bahan-bahan dan gas. untuk gas walaupun aku punya beberapa tabung tapi untuk order banyak seperti ini begitu kosong harus segera beli gantinya jangan menunda membeli.
7. Lakukan aktivitas rutin seperti makan, minum, mandi atau sholat disela-sela waktu kita mengerjakan orderan. Jangan sampai lupa.
8. Selalu siapkan untuk plan B (misalnya dalam kasus aku bahwa kurir delay) 
9. Berdoa dan jangan lupa minum vitamin..


Semoga tulisan ini bisa bermanfaat ...


Pengirim : Diana A. Soetjipto
Domisili : Depok
Website : http://dianaasoetjipto.blogspot.com/


































































































































































































































































Friday, 6 April 2012

Bakul Dadakan di Tanah Rantau

Ini cerita pengalamanku masak-masak besar untuk kegiatan fundraising menjual makanan Indonesia. 
Tujuan fundraiser-nya sendiri adalah untuk membantu dana retret Komunitas Katolik Indonesia di Colorado, US (KKI). 
Tahun ini adalah fundraising tahun kelima, yang tiap tahunnya (untungnya) omzet selalu meningkat karena belajar dari tahun ke tahun mengenai selera market, kurir, dll.


Sistimnya adalah:
- Pre-Order: mulai 6 minggu sampai 1 minggu sebelum hari H
- Cooking day: hari H or H – beberapa hari
- Makanan diantar ke rumah pemesan hari H.
Target marketnya adalah orang-orang Indonesia yang tinggal di Denver & sekitarnya, dan orang-orang Amerika yang suka/penasaran dengan makanan Indonesia. 
Jadi diusahakan supaya jenis makanan yang dijual adalah makanan khas Indonesia. Ada sih beberapa yang jenisnya Chinese-Indonesian, tapi pada umumnya, jenis makanan yang sudah dikenal baik oleh orang-orang Indonesia. In short, ini menu lengkapnya tahun ini:
Otak-Otak, Martabak Manis, Mie Ayam, Sate Ayam, Sate Babi, Nasi Gudek, Lemper, Kue Panada, Kue Lupis, Kue Pandan Keju, Risoles, Kentang Teri Kacang, Empek-Empek Kapal Selam, Lumpia, Bubur Sumsum, Wingko Babat, Ikan Woku.
Tahun ini aku dapat tugas memasak kue panada 150 biji, kue pandan keju 130 potong, dan risoles 230 biji.

OK, ini cerita dapurku .....

Hari H-4:
Udara cerah banget... jadi sesuai rencana, aku mulai dengan bikin isinya panada (ikan tuna pedas) di kebun belakang, supaya rumahku nggak bau ikan pedas... karena kalau numis 3 cups bawang merah dan cabe di dalam rumah lumayan juga baunya. 
Pagi-pagi jam 09.00 semua sudah siap, kebetulan anakku yang usia 2 tahun masih lelap, sip dehhh... aku bisa mulai masak. Kompor, gas, wajan, minyak sudah siap di luar, bawang merah & cabe udah diblender,... Tomat sudah dipotong-potong, masukkin blender, tinggal pencet tombol “ON”... tiba-tiba.. jebrettt!!!
Listrik mati… Ya ampun… WHY NOW??? Sebel banget rasanya… tapi rasa sebel ini ngalahin rasa takut freezer-ku nggak berfungsi, karena freezer ini lagi dipakai juga buat nyimpan ratusan pempek untuk Fundraising. Untuk pertama kalinya aku berharap udara cerah berubah jadi salju, supaya kalau listriknya mati lama, at least aku bisa keluarin pempek-pempek dan simpan di antara salju (ide gilaku - untung nggak terlaksana). 
Usaha untuk nelponin tukang listrik juga gagal karena rupaya orang satu kota juga sedang komplain ke mereka. Mau internet juga gak bisa karena batere laptop-ku ternyata soak & dengan matinya listrik, batereku juga ingin ikut istirahat. Ya sudah… akhirnya, terjadilah bonding time ibu dan anak dengan membaca buku bersama… (blessing in disguise).
Untungnya listrik cuma mati 1 jam (gila ya… cuma 1 jam tanpa listrik aja kayak kebakaran jenggot, bayangin kalau kena listrik mati bergilir kayak di Indonesia... – ini pelajaran juga buatku untuk selalu bersyukur no matter what). Jadi aku bisa meneruskan rencanaku bikin isi panada. Buatnya cepat, 30 menit udah kelar.
Sorenya, aku nyicil bikin risoles (isi ragout-nya temanku yang buat)... jadi tugasku adalah bikin kulit risoles, ngisiin dengan ragout, ngasi telur & tepung roti, dan freeze risoles-nya sampai hari H. 

Sore ini aku berhasil bikin 60 risoles. Cukup cepat, hanya dibuat dalam waktu 2 jam (dari bikin & istirahatin adonan, tepung roti sampai masuk freezer). Rahasianya? Aku memakai 2 loyang (satu pinjam dari teman).
Tapi malam ini aku nggak bisa tidur karena otot triceps lengan kiriku sakit... ternyata oh ternyata... ini karena aku pakai loyang dari temanku yang beratnya minta ampun untuk membuat kulit risoles. Tangan kiriku dipakai untuk angkat-taruh + membalikkan loyang untuk memindahkan kulit risoles dari loyang ke piring puluhan kali. Awalnya nggak terasa, tapi malam ini baru keluar sakitnya. Ampunnn.... Belakangan baru aku tau dari temanku bahwa loyang ini sebetulnya sudah tua (pantes berat, jeunggg)... haiyaaa....

Dinner hari ini di rumahku: nggak masak, sama seperti dapur-dapur temanku yang lain, karena aku yakin dapur mereka juga sudah ”berbau” fundraising. Jadi kami makan kwetiaw goreng, sisa dinner sehari sebelumnya.

Hari H-3:
Anakku tersayang ternyata benar-benar patut disayang... hehehe...karena hari ini dia tidak mengganggu sama sekali. Habis minum susu, baca buku & main piano sebentar, aku mulai perang lagi bikin risoles. Belajar dari pengalaman kemarin, akhirnya aku pakai 1 loyang saja (yang biasa kupakai), apalagi dengan tangan yang hanya 2 + disambi ngurusin anakku dan gak ada yang bantuin. Sebetulnya sih aku dipinjami 2 loyang lagi dari teman yang lain tapi ukurannya ternyata nggak sama... waa... mosok jualan risoles ukurannya beda-beda? Hehehe... jadinya loyang pinjaman teman nggak ada yang terpakai...
Sampai jam 5 sore, total aku bikin 160 risoles... not bad-lah karena semua dikerjakan sendiri. Terus break sebentar & main sama anakku, setelah itu lanjut lagi mainan risoles sampai jam 07.30 malam, sekarang udah berhasil bikin total 200 biji, tapi risoles-nya belum dikasi tepung roti. 
Suamiku pulang jam 07.00 malam, membawa anak-anaknya temanku yang akan menginap di rumahku (untung sedang spring break, jadi mereka bisa menginap untuk bantu-bantu masak). 
3 girls ini umurnya sekitar 14 tahun, orang tuanya semua dari Indonesia seperti aku, dan masih suka masak makanan Indonesia tiap hari, jadi mereka familiar dengan enaknya makanan Indonesia. Jadi nggak susah ngasi mereka instruksi untuk finishing risoles membalur risoles dengan telur & tepung roti.
Dinner break dulu 30 menit, terus dapat telpon dari ketua fundraising kalau dapat tambahan order risoles lagi 15 biji dan untuk bikin beberapa extra just in case ada yang pecah waktu digoreng… BWAAAA… ya udah ke dapur lagi bikin extra 30 risoles. Sebelum tidur, masukkan semua risoles ini ke freezer. Hari ini semua selesai jam 11.00 malam.

Dinner hari ini di rumahku 2 loyang besar pizza.

Hari H-2:
Aku bangun jam 07.00 pagi, mulai bikin kue pandan. 3 remaja putri masih tidur di kamarnya, jadi aku mikir start early supaya cepat selesai. Nggak lama mereka bangun… terus mulai bikin pandan chiffon cake yang aku bake di square pans, instead of chiffon pan. Mereka ternyata sudah lihai misahin kuning telur & putih telur… jadi sangat membantu deh. 
Sekitar jam 12.00 siang, sudah jadi 4 loyang, mulai capek & break makan pizza sisa dinner kemaren. 
Karena ada sisa ragout dari risoles, kami mutusin untuk bikin kue sus yang diisi ragout, sekalian ngajarin anak-anak ini bikin kue sus. 
Setelah adonan sus dingin... masukkin telor, dan.... this is the fun part: mencetak kue sus! Ketiga remaja ini nggak sabar dan ngantri untuk nyetak kue sus dengan piping bag. Jadi total 2 loyang kue sus: Loyang pertama masuk ke oven… 15 menit kemudian mateng & mereka terkagum-kagum dengan hasilnya yang mekar bangettt… wah senangnyaaa. 
Terus masuk loyang kedua dan mereka nggak mau kehilangan moment melihat proses mekarnya kue sus. Jadilah lampu ovenku dinyalain dan mereka bertiga nongkrong di depan oven mandangin kue sus. Inginnya ngeliat kue sus sedang mekar… tapi mereka sibuk berargumen siapa yang bikin bentuk kue sus paling bagus dalam oven tsb…. dan tiba-tiba mereka melihat kue susnya udah mekar… Yaaaa… hilang deh momentnya gara-gara sibuk bertengkar… hihihi…
Oke, setelah itu mulai lagi bikin 2 loyang kue pandan, terus istirahat mandi. Sekitar jam 05.00 sore mulai lagi bikin 2 loyang lagi. Jadi totalnya bikin 8 loyang kue pandan nih... untuk loyang terakhir, kami mutusin untuk bikin yang paling bagus & dihias... jadilah ada motif garis-garisnya. Plus loyang terakhir pakai loyang bergerigi yang baru aku bawa dari Indonesia bulan lalu. Waaaa, loyangnya ciamikkk tenannn, di sini nggak ada tuh loyang yang seperti ini... Hasilnya? Indah donggg...
Jam 09.00 malam terus berangkat nganterin ketiga remaja ini pulang, dan lanjut ke dapur bakmi ayam, yang juga sekaligus berfungsi sebagai dapur otak-otak, untuk nganterin cooler buat tempat penyimpanan ayam. Ohhh... ternyata temanku ini harus bikin 500 otak-otak... kasian mukanya udah capek bin pasrah waktu ditemui hari itu, karena katanya baru kelar 10% dari total order otak-otaknya...  dinner keluarganya? Not suprisingly, dinner out.

Dinner hari ini di rumahku: ayam goreng-nya engkong Sanders.

Hari H-1:
Waktunya bikin kue panada. Jam 09.00 pagi mulai nge-proof rotinya panada, terus jam 09.30 dua orang temanku datang untuk bantuin. Karena butuh waktu 1 jam untuk proof roti panada, jam 10.00 baru mulai bentuk-bentukin roti panada. Terus jam 11.30 ada bala bantuan datang lagi. Asik... makin cepet deh kerjanya...By jam 05.00 sore total ada 9 orang yang kerjain panada, asikkk rame deh... 
Akhirnya kami makanin kue panada yang “gagal”: rada gosong, bentuknya kekecilan, dll. Karena kali ini proses pembuatan panada-nya jauh lebih baik daripada fundraising tahun lalu, yang “gagal” cuma sedikit... sehingga yang bisa masuk mulut tidak banyakkk... 
Kali ini karena banyak yang bantuin, panada-nya nggak menunggu terlalu lama sebelum digoreng (jadi gak sempat over-fermented).
Suamiku pulang jam 06.00 sore & tugasnya menggoreng panada... semua kelar sekitar jam 07.30 terus kompor gasku ini pindah tugas ke tempat teman untuk bikin martabak manis. Kasian temanku ini, harus bikin 86 martabak manis, dan seharian hanya ada 1 loyang martabak yang bisa dipakai karena aku hanya minjamin loyang martabak manisnya saja... tanpa tutup! Kelupaan neh judulnyaaa... jadi baru sekarang deh dianterin tutup martabaknya.
Terus suamiku berangkat nganterin tutup loyang martabak & kompor gas, sementara aku ngobrol-ngobrol sama dua temanku yang malam itu menginap untuk bantuin aku di hari H. 
Karena di dapurku semuanya sudah under kontrol dan dapur-dapur lain tidak memerlukan bantuan kami, malam itu kami bisa nonton film. Pilihannya? Film Indonesia yang baru aja kubeli waktu pulang ke tanah air bulan lalu.... Setelah film kelar: keluarin risoles dari freezer.

Dinner hari ini di rumahku: sisa ayam dan sisa panada.

Hari H:
Aku & suamiku bangun jam 03.30 pagi. Aku start menghias icing kue pandan, motong-motong, marut keju, dan nge-box-in kue-kue. Suamiku start goreng-goreng risoles. Kedua temanku bangun sekitar jam 05:30 & bantuin goreng & nge-box risoles yang sudah nggak panas & masukkin cabe rawitnya.

Keadaan dapurku saat ini:
- Kue Panada sudah masuk box malam hari H-1.
- Risoles beres di tangan suamiku dan teman-teman.

Eh tapiii,, kue pandan masih perlu sentuhan akhir (cieeee…) berupa coretan coklat untuk hiasan atasnya. Untung coklatku masih ada setengah bungkus untuk hiasan… tapi dark chocolate-nya habis, jadilah aku pakai milk chocolate aja deh. Panasin di microwave, masukkin ke piping bag, terus coret-coret di atas pandan cake, jadilahhhh…. aku cukup puas dengan hasilnya... beres…
Terus jalan ke post pusat dimana semua makanan fundraising dikumpulkan, terus dimasukkan ke bag untuk dihantar ke si pemesan. Aku & suamiku juga termasuk salah satu kurir… hari itu kami nganterin ke 10 rumah (saja).
Pengantaran selesai jam 04:30 sore, terus pulang & bersihin dapur yang berantakan, nyapu ngepel,... dan selesailah fundraising tahun ini.

Dinner hari ini di rumahku: nasi gudeg & kentang teri kacang dengan nasi panas + sambal terasi....Finally....

Moral of the story:
Kita mempunyai 4 pilihan sebelum minggu fundraising mulai:
  1. Masak yang banyak terus di-freeze, supaya tiap malam selama fundraising week nggak usah dinner out/beli makanan, alias masih bisa family dinner di rumah seperti biasa.
  2. Kumpulin kupon yang banyak buat beli dinner selama fundraising week.
  3. Datang ke dapur fundraising lain dan (berharap) mereka masak dinner, terus nebeng makan di sana.
  4. Berharap supaya dapur fundraising yang lain tidak mengambil pilihan no. 3 semua.











    Pengirim  : Angeline Santoso Muljadi
    Domisili   : Parker Colorado - USA

    Tuesday, 6 March 2012

    Semua ( memang akan ) Indah pada Waktunya :)

    Cerita cinta ini ...uppss ...cerita centong ini mengingatkan 'perjuangan' saya saat Lebaran Idul Fitri kemaren.
    Memang benar, bahwa kita hanya bisa berencana tapi Allah juga yang menentukan.

    Tiba-tiba saja asisten mudik seminggu lebih cepat dari jadwal (3 minggu sebelum lebaran dia sudah mudik).
    Alhasil asisten pengganti pun molor, terlebih lagi dia juga punya baby. Sudah bisa dipastikan kerja ga bisa maksimal. Jadilah saya yang bahu-membahu hanya berdua saja dengan suami, tidur bergantian 2-3 jam semalam menjelang sahur, habis sahur lanjut lagi sampai mau sahur keesokan harinya...huufff...
    Bahkan sempet nangis guling-guling sampai mata sembab, saat kejadian 10 loyang Cheddar Cizkek bantat dengan suksesnya.
     
    Saat itu rasanya mau menyerah saja, benar-benar ingin menyerah, tapi satu hal yang sangat saya syukuri adalah dukungan suami yang luar biasa. Sambil mengelus-elus punggung saya dia bilang, " Tarik napas dulu. Pelan-pelan saja. Jangan panik, hapus air mata baca bismilah....Ayoo kita mulai dari awal lagi.."
    Ajaib....setelah itu entah dapat kekuatan darimana akhirnya semua bisa terselesaikan kurang lebih 60 cake (mulai dari klappertart, puding, cizkek, tcc ,black forest dll )

    Sebagian pesanan kami antar saat malam takbiran, sebagian lagi diambil sendiri oleh customer.
    Walaupun keadaan rumah, dapur khususnya, udah persis pasca tsunami saking berantakannya, tapi saya lega ... selega-leganya ...:)

    Oh ya ...sehari menjelang lebaran saya akhirnya tepar juga, mual muntah disertai pusing hebat. Kami pikir pastilah satu-satunya sebab adalah karena saya  kecapean. Tapi ternyata oh ternyata ...alhamdulillah,..saya hamil..!!! Setelah 5 tahun berusaha & menunggu. Ga kebayang rasanya...! Semua capek hilang menguap begitu saja :)

    Sekarang usia kandungan saya udah masuk 8 bulan, alhamdulillah lagi masih tetap bisa eksis di dapur..
    Waahh... klo ingat saat-saat lebaran kemaren, rasanya ajaib, ga percaya saya telah bisa melewatinya hanya berdua dengan suami :)


    Terima kasihku,,,

    -- Berjuta syukur saya panjatkan, atas barokah & rezeki Allah swt buat saya, khususnya untuk suamiku tercinta yang telah mendukung dengan caranya yang begitu luar biasa.
    -- Special pelukan erat & hangat untuk teman-teman bakulan seperjuangan, yang tak putus menyemangati, Octry dari Rans & Co Cakes, Mba Rini dari Dapur d-tebi dan Kiki dari Shasy Cake
    -- Milis NCC terhebat, yang baik member maupun moderator semuanya selalu solid memberi solusi  :)
    -- Terima kasih juga buat semua customer, tanpa kalian saya bukan siapa-siapa
    -- Juga saudara & teman yang lain


    >> I loph U all <<

    Salam pantang menyerah...


    Penulis   : Achie
    Domisili  : Balikpapan