Thursday, 13 June 2013

Tak ada rotan, akar pun pun jadi

Membaca banyaknya status FB tentang keluhan seputar tingginya harga wysman atau menghilangnya wysman dari pasaran, selintas membuat saya berpikir, emang segitu hebatnya ya si wysman ini? Orang mana sih pak wys ini?
Jagoan mana sama mas wisnu ali martono yg jd moderator 15ribu org atau wis-wis lainnya? Hehehehe....

Saya,
Jujur bukan pengguna wysman
Terlebih saya juga bukan pemain kue kering.
(Tangan saya gendot2 ya, jadi rada males ngurusin kue kering yg printilan2 dan cepet abis dimakan begitu)

Jadi,
saya kurang mengerti penderitaan bakulan wysman.
Saya tidak mengerti, kenapa harus menggunakan wysman ketimbang orchid atau blue triangle
Atau bahkan margarine
Saya pun tidak memahami,kenapa sebuah wysman bisa membuat produksi bakulan berhenti.

Tapi satu hal yg saya mengerti
Bahwa a great chef/bakers or apalah namanya
Tidak tergantung pada bahan dan alat
Tp pada skill of surviving.
Itulah sebabnya skill ini diasah diajang masterchef dgn mystery box atau challenge lain
*berharap pak didi han dan beng bisa cerita pengalaman mereka

Jika wysman langka,
Bukankah inilah saat yg tepat melatih diri dan resep baru tanpa butter?
(Teringat posting mba Besta arlita ttg kue kering margarinenya, yg jg jadi andalan disaat wysman naik harga th lalu)

Jika wysman mahal,
Bukankah inilah saat yg tepat untuk menghubungi supplier dan mencoba menggunakan butter oil substitute?
*colek Charisma Wu

Saya teringat di kelas kue kering yg saya ikuti bersama mba riana ambarsari dan juga berbincang bersama mba Fat di awal saya mengikuti kelas cake dasar beberapa tahun lalu
Para suhu ini jelas mengatakan bahwa TIDAK ada alasan utk TIDAK berkarya.

Ketika itu mba Fat cerita ia mengawali karir nya dengan 5 alat sederhana saja
Yaitu baskom, mikser tangan, loyang lapis surabaya, oven, dan ah, saya lupa satu lagi.
Ia memotivasi saya yg kala itu masuk dapurpun dilarang, bahwa tak ada alat2 keren dan canggih, saya tetap bisa memulai berjualan.

Mba Riana juga kerap mengatakan pengganti2 bahan jika tidak ada bahan yg tercantum dalam resep susah didapat didaerah asal peserta
(Teringat saya pada postingan bu Heritha yg menggunakan sisa buttercream menjadi kue kering dgn menambahkan terigu dan telur serta resep buttermilk cupcakes nya yg menggunakan bahan pengganti)

Bahkan beberapa chef hebat luar negeri kerap membuat acara memasak di area2 yg terisolasi, seperti kota terpencil, hutan, padang pasir dll, hanya untuk memperlihatkan bahwa keterbatasan bahan dan minimnya alat bukan halangan menciptakan karya enak dan luar biasa
(Yah, meski memang bisa saja tayangan tersebut sudah disetting duluan, tapi buat saya, tetep inspiratif kok)

Dan bukankah sesuatu yg kreatif itu harganya menjadi jauh lebih mahal dan dicari-cari ketimbang yang biasa2 saja?
Kue lemon atau snowball atau jaan hagels NCC menjadi idola dirumah saya, karena bosannya melihat nastar, putri salju dan kastengels setiap natal.

Kita ini warga NCC loh..
Spirit berani mencoba dan berbagi resep itu wajib hukumnya

Jadi,
Marilah teman-teman sekalian,
Sebagai ciptaan termulia karena dibekali dgn akal,
Ketiadaan wysman sebaiknya ditanggapi dengan kepala dingin, hati dingin dan pikiran positif.

Mari buka lagi koleksi resep kita,
mari belajar "naik kelas" dari bakulan biasa yg didukung alat dan bahan hebat, menjadi bakulan luar biasa yg bermotokan "apapun bahannya, apapun alatnya, saya tetap menghasilkan kue/masakan enak"

Semoga cukup menenangkan tangis teman2 pengguna wysman ya..
*group hugs!

*tarik selimut, peluk guling, balik tidur lagi, abis begadang kerjain tesis


Best Regards,
Angelia Novincy Umboh

Tuesday, 11 June 2013

Awal Sebuah Perjalanan


Sebenarnya saya sudah lama sekali ingin bercerita, tetapi karena penyakit “M” alias malas yang sudah stadium 4 terus merajalela, tetapi akhirnya dengan dorongan dari ibu saya dan juga dorongan hati, akhirnya jadi juga deh ceritanya…. Jadi begini ceritanya….
 
Saya mantan mahasiswi perhotelan yang lebih memilih kerja kantoran daripada kerja di hotel atau pun restoran. Dikarenakan jam kerja yang lebih nyaman dan libur di hari sabtu dan minggu. Ternyata setelah menggeluti dunia kerja kantoran, rasanya mau kembali ke hotel atau restoran karena memang disitu lebih nyaman dan lebih terasa lebih fun aja. Ooopppss, tapi disini saya tidak mau menceritakan tentang pekerjaan saya, namun lebih kepada perjalanan hidup saya dari kerja sama orang hingga akhirnya memutuskan untuk menggeluti usaha bakulan.
 
Awalnya kenapa saya memutuskan untuk membuka usaha bakulan, itu juga karena waktu itu saya sudah “desperado” (bukan lagunya eagle loh) alias putus asa karena pada waktu saya memutuskan untuk berhenti kerja tetapi lapangan kerjaan baru tidak kunjung datang juga. Atas dukungan dan dorongan ibu saya, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba membuat makanan, debut bakulan saya waktu itu adalah macaroni panggang. Setelah try out resep (kayak anak sekolah ya pake ujian try out, hehe) macaroni panggang, saya iseng kasi ke sodara saya untuk dicoba. Ehh,, taunya dia malah sebarkan ke teman-temannya di sekolah. Akhirnya berbuah hasil deh, dari situ pesenan mulai berdatangan (kayak semut kalo dikasi gula).
 
Saya dan ibu saya merupakan kaum minoritas di keluarga kami. Gak tau juga ya kami itu salah apa, tapi pastinya kami selalu dipojokan, dan pasti selalu ada omongan yang gak enak dari sodara kami, yang bisa kami lakukan hanyalah menghela napas dan berdoa untuk mereka supaya bisa berubah (terutama ibu saya yang orangnya paling sabarrrrr baanngggeett deh, beda dengan anaknya yang selalu panasan kayak kompor meledug, hehehe). Apalagi pada saat saya tidak kerja alias pengangguran, wahh banyak banget deh omongan yang menyakitkan hati, seperti disayat-sayat pisau rasanya (aduhh pujangga banget ya bahasanya). Lalu semuanya itu berangsur berubah dengan seiringnya pesanan saya bertambah banyak, bisa dibilang dari seminggu cuma 1x ada orderan, hingga seminggu bisa 3-4x ada orderan (kayak minum obat ya,,).
 
Ada kejadian aneh sekaligus lucu pada waktu itu, dimana saya sedang mencari-cari pekerjaan lewat internet maupun koran, sodara saya hanya bertanya,” mau pekerjaan tidak?” ya pastinya saya jawab boleh dong. Lalu dia meminta alamat email saya dan menjanjikan untuk memberikan kabar lewat sms ataupun telepon. Tetapi semuanya itu hanyalah janji belaka saja. Lalu setelah dia tahu kalau saya sedang memulai usaha bakulan saya, anehnya saya mulai ditawari pekerjaan. Tentunya saya dan ibu saya bingung, “loh kok orang udah mulai usaha kenapa baru ditawari kerjaan”. Ya, saya coba untuk merespon dengan baik, dengan mengirimkan CV saya, itung-itung iseng-iseng berhadiah lah saya pikir. Lumayan kan jadi double income gitu (namanya juga manusia pasti gak ada puasnya ya). Darisitu memang ada beberapa panggilan, tetapi ya seperti yang sudah-sudah, proses selanjutnya pun tidak kunjung datang. Akhirnya saya memutuskan untuk fokus di usaha bakulan saya. Mungkin memang sudah diberikan jalan sama Tuhan kali ya.
 
Tentu saja cobaan itu tidak berhenti begitu saja, pasti ada lagi ada lagi. Waktu itu saya mulai dilemma, antara mau kerja atau bakulan. Karena waktu itu ditawari kerja di luar negeri. Memang kerja di luar negeri adalah keinginan saya sejak saya masih kuliah, lebih tepatnya setelah saya pulang training dari Malaysia. Memang gak enak ya si “dilemma” ini, mau bakulan iya, tapi keluar negeri juga iya. Saya juga punya cita-cita punya usaha sendiri yang tentunya bergerak di bidang makanan, dan saya juga berpikir kalo memang mau serius di bisnis ini, harus dimulai dari sekarang. Setelah melalu proses kebingungan dan ke-dilemma-an, akhirnya saya coba berdiskusi dengan ibu saya dan teman dekat saya juga. Menurut ibu saya, coba aja diambil, kan bakulannya tetap bisa dijalani oleh ibu saya, sedangkan teman saya juga berpendapat yang sama, untuk dicoba aja (aduh coba-coba, emang makanan apa. Kalo ga enak tinggal kasi bumbu atau buat baru, ini kan bukan makanan masalah hidup dan mati nih,, bingung tingkat tinggi). Ya udah setelah pikir-pikir, ya saya coba deh kasi CV-nya. Tapi ya tetep terus terima orderan dong. Mungkin memang saya udah kebal sama yang namanya tolakan atau bahasa halusnya, tidak ada kelanjutan proses lamaran, ya udah berlalu begitu aja, secara orderannya datang terus kayak air mengalir dari tempat tinggi (nyanyi-nyanyi kayak iklan aqua jaman dulu).
 
Usaha bakulan saya, tentunya terus berjalan, tapi ada kendala lain waktu terima orderan macaroni cukup banyak yaitu warna kurang kuning keemasan alias golden brown (bukan merk pewarna atau es krim magnum ya), karena waktu itu saya masih menggunakan oven jadul alias oven otang, yang masih bebahan bakan minyak tanah. Jujur saya gak bisa loh manggang dengan oven otang ini. Karena takut jatoh ovennya saat diletakkan diatas kompor minyak tanah. Tentunya saya berguru dengan ibu saya yang udah mahir banget buat kue, tetapi lebih memilih kerja dan buat kue hanya untuk sambilan. Ibu saya punya sebutan tersendiri yaitu “penjual kue musiman”. Ya karena memang dia lebih banyak terima orderan saat musim lebaran dan musim-musim yang lain kalo memang ada. Ok, back to topic ya. Setelah dipikir matang-matang dan dengan dana yang seadanya akhirnya kami memilih untuk membeli oven gas bekas. Karena menggunakan oven otang, lumayan buang waktu, tenaga, dan biaya. Setelah di try out oven gasnya, lumayan berbuah hasil, dari situ orderan macaroni ataupun orderan kue lainnya datang terus. Puncaknya pada saat lebaran kemarin. Memang usaha bakulan ini menjanjikan kalo memang mau di seriusin. Wong, saya mulai dari nol untuk masalah buat adonan kue, masak, manggang dan kawan-kawannya, saya jadi bisa, dan semua itu memang berbuah hasil. Tadinya saya gak punya oven gas jadi punya, trus yang tadinya ga punya “bebeh” alias blackberry akhirnya jadi punya.
 
Pernah saya berpikir kalo ibu saya itu malu punya anak seperti saya, yang kerjanya cuma malas-malasan dirumah, tetapi setelah saya bertanya dia tidak pernah malu, malah dia terus berusaha untuk membuat saya pintar dengan memberikan kursus kue dan semangat untuk terus maju. Memang saat ini saya masih dibantu oleh ibu saya dan beliau masih tetap sambil kerja. Tapi saya ingin dia benar-benar berhenti kerja dan ikutan fokus bersama saya di bakulan ini.
 
Memang hidup yang kita jalani hanyalah titipan dari Tuhan, semuanya bisa Dia ambil kapan saja dan bisa dirubah kapan saja apabila memang umat-Nya mau dekat dengan-Nya dan terus memuji Dia, dan tentunya berusaha. Semuanya pasti akan diberikan oleh-Nya. Hidup ini memang sulit dan rumit, tetapi dengan kita selalu berusaha, berdoa, dan tetap menjalankan apa yang ada tanpa mengeluh dan melihat ke belakang, semuanya pasti ada jalannya, dan semuanya pasti dimudahkan jalannya... Mudah-mudahan kedepannya saya bisa lebih rajin lagi karena modal bakulan adalah rajin, belajar dan berdoa.
 
Jakarta, 28 December 2012.
Tetap terus berusaha untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang bakulan yang sukses.
-Angel-

Brownies Sakti Mandraguna

Hampir 1 bulan yang lalu saya dapat kesempatan nengok adik bungsuku ke Dubai. Dia sudah hampir 8 tahun kerja di sana sebagai senior flight attendant di salah satu maskapai milik Afganistan. Baru sehari saya sampai di Dubai sudah ditinggal adik karena harus tugas di Kabul selama 4 hari. Untungnya di apartment tempat dia tinggal cukup lengkap home appliences-nya. Ada kompor listrik, mesin cuci + dryer, mesin cuci piring, microwave daaaan.....2 buah oven!! Melihat ada oven nganggur, saya langsung mupeng dan sakaw doong ! Bongkar bongkar laci dapur, cuma ketemu 1 buah whisker. Nggak ada mikser. Karena napsu bikin kue nggak bisa di tahan, saya nekad ke pergi ke pasar sendirian untuk beli mikser dan bahan baku untuk bikin brownies.

Setelah semua bahan dan alat komplit, mulai deh saya baking. Malamnya adik saya pulang dan disambut wangi brownies yang fresh from the oven. Begitu makan sepotong brownies langsung dia merem melek :-D..katanya "OMG!! Enjeeess benjeeesss Mbaaak (enak banget Mbak) !!".
 
Besoknya dia bawa sisa brownies ke kantor, dan siang itu saya dapet bbm dari adik saya, "Mbak, your brownies is such a hit at the office! I never have so many people visited my desk just to have a taste of your cake. Ntar bikinin lagi ya Mbak..banyak yang request nih!".
 
Malam itu saya baking lagi 2 loyang brownies dan dibawa adik saya ke kantor keesokan harinya. Siang hari saya dapat bbm lagi, "Mbak, gara-gara brownies-mu, aku dapet extra day off 2 hari lhooo! Yipiiiiieeeeee!!!! Besok bikin lagi ya Mbak. Kayaknya kalo besok aku bawa brownies lagi, bisa di jadiin ibu negara nihh!"....buset deh.. sakti banget jampi jampi brownies-kuuuh...hahahahaha!!
 
Alhasil...selama 5 hari berturut-turut saya bikin brownies untuk semua teman-teman di kantor adik. Even the CEO loved those brownies!
Setelah eforia brownies mereda, aku bikin kaastengels, schotel ayam, dan red velvet cake..and they all looooove it !
 
Tapi saya jadi mikir niih... mereka suka cake bikinan saya karena memang enak atau karena gratis yaaaa??? Hmmmmm......sebodo aah! Yang penting adik saya happy dapat tambahan cuti 2 hari.hehehe...

Salam,
Novi - Semarang

Pengalamannya Seru, Hadiahnya apalagi

Hello NCC tercinta,

Saya mau berbagi cerita sedikit ya. Hari ini saya senang sekali dan semakin percaya diri ketika hasil karya saya mendapat Juara 3 dalam acara "Cooking Competition" Kompas Women Fiesta 2013. Saya sangat bersyukur. Niat saya ikutan lomba adalah untuk menambah pengalaman. Gimana ya kalau ikut serta dalam cooking competition itu? Saya sangat penasaran. Memang saya paling suka menonton berbagai acara masak. Salah satu acara dari luar seperti "My Kitchen Rules" dimana dua orang peserta dalam satu group berlomba untuk menjadi juara, adalah favorit saya. Di setiap babak penyisihan mereka harus menyajikan 3 set menu, menu pembuka,  menu utama dan menu penutup. Dalam acara ini memang terlihat bagaimana stressnya menyelesaikan 3 set menu dalam waktu yang sudah ditentukan.

Nah waktu lomba 'Berkreasi dengan Krimer" dirilis, dalam hati saya langsung timbul niat untuk ikut perlombaan. Memang bukan karena hadiahnya loh, terus terang. Walau memang hadiahnya keren keren juga. Niat saya hanya satu yaitu doing my best. Dan mau menguji diri sendiri bisa kerja ga kalau waktunya ditentuin begitu dan lihat orang lain juga ramai-ramai berkreasi. Pasti seru!

Sewaktu si MC hitung tanda mulai, waduh jantung ini debar debar seperti waktu dulu debar ketemu pacar wkwkwkwkk...serius beneran loh. Kayaknya syukur juga ada tuh celemek merah yang cantik jadi bisa nutupin debaran jantung ini hahaha... Tapi panik benaran. Dari rumah saya sudah rencana akan membuat 2 jenis presentasi dengan dessert yang sama, tiba-tiba MC bersama Ibu Fatmah bilang waktunya hanya 30 menit. Dalam hati bertanya, bukannya 45 menit ya seperti disebut di milist sebelumnya? Waduh gimana dong? Tapi ya sudahlah aku lanjutkan saja. Terakhir memang Ibu Fatmah mengatakan kalau waktunya tidak cukup.  Syukurnya memang sebelum acara mulai saya sempet kenalan dengan si Mr. Black alias si oven. Karena rumah saya jauh dari tempat lomba dan takut telat, saya memang datang lebih awal, bahkan sebelum mall-nya dibuka hahaha. Nah waktu bertemu panitia, ternyata mereka sudah sibuk mempersiapkan peralatan lomba, mikser, blender, dan si oven. Begitu melihat oven, saya langsung tanya kepada panitia bagaimana cara pengoperasiannya. Intinya saya sudah memahami cara kerja ovennya. Dan ketika dessert saya masuk oven, saya set aja ke suhu 210'C  walau sebenernya untuk lemon tart itu suhu oven ada di 180' C. Dalam hati harus dipercepat saja. Tidak hanya suhu oven yang saya tingkatkan, tapi saya juga set oven pake api atas bawah, soalnya saya kan bikin lemon tart jadi sangat tertolong dengan adanya api atas juga. Cuman saya sangat yakin begitu disebut hanya 30 menit, ya sudahlah, yang lemon tart panjang tidak usah dipresentasikan. 

Jadi, begitu saya kelar bikin shortbreadnya langsung masukin ke loyang brownies dan loyang cupcake. Tancap gas bikin lemon tartnya. Begitu lemon tartnya kelar saya hanya punya waktu sangat sedikit. Yang bikin stress saat saya masih mencampur bahan lemon tart dengan whisker, si Mbak Besta yang pas di sebelah saya sudah mulai membersihkan mejanya dan menyiapkan set presentasinya. Wah...dan tidak lama sempat  melirik, dessertnya sudah jadi 4 biji. Oh ya ampun...makin kencang degup jantung ini. Tapi saya ingat untuk tetap tenang dan fokus. Saya sudah siapin semua garnish dari rumah. Lagi-lagi karena belum pernah ikutan lomba sejenis, semuanya saya bawa, bahkan termos berisi air panaspun saya bawa. Maksud hati ya untuk memotong lemon tart yang bentuk panjang. Untuk memotong lemon tart, supaya potongannya bagus, sebelum memotong, pisau potongnya harus dicelupkan dulu ke air panas. Nah, itulah sebabnya termos pun saya bawa sehingga bawaan saya sukses overweightnya dan sukses juga pegel-pegelnya. Saking banyaknya yang dibawa pas perlombaan saya sendiri sampe kesulitan cari ini itu. Sudah lupa taruhnya dimana karena panik dan dikejar waktu. Teman-teman, ini pelajaran berharga ya. Lain kali tidak usah membawa boks super size dan beberapa wadah tambahan yang bikin repot gitu. Cukup membawa koper saja seperti sarannya Mbak Heryanti Saleh. Tulang punggung saya pasti ga akan pegel gitu kalo bawa koper. Karena memang benar, bahkan 2 hari setelah lomba, pinggang, badan dan kaki saya masih pegel-pegel. Makasih ya Mbak Heryanti yang baik hati untuk sarannya. Lain kali kalau ada lomba harus bawa-bawa peralatan, saya pasti akan bawa koper saja hehe...

Masih terus menenangkan diri, saya bersihkan meja, lalu ambil piring saji, dan mulai dari yang printilan kecil-kecil. Saya ingin menyajikan presentasi yang bisa memperkuat penampilan dan tentunya menambah citarasa lemon tartnya. Akhirnya, Puji Tuhan sebelum waktu habis, saya bisa menyelesaikan semua dan senang sekali mendapat pujian seperti dari MC yang mengatakan presentasi saya cantik sekali juga beberapa pujian tentang rasa lemon tart yang cheesy, enak dan seru. Seneng sekali hati ini walau saat itu belum tahu siapa juaranya. Ternyata, saat Ibu Fatmah sendiri yang mengumumkan posisi ke-3, saya tak menyangka bisa menang. Saya sangat bersyukur. 

Semakin semangat untuk bangkit dan terus belajar meningkatkan diri. Saya berdoa kesuksesan seperti yang diraih para senior di NCC juga akan saya peroleh. Ibu Fatmah memang jadi inspirasi bangat buat saya.

Sejak HMFF NCC Februari 2013 kemaren baru ini bertemu  dalam event lagi ya. Dalam perlombaan ini saya juga sempat berkenalan dengan senior-senior di NCC.  Jadi semakin banyak tahu dan semakin dekat rasanya. Semangat NCC memang menyebar dan membuat suasana seru apalagi dengan kehadiran Ibu Fatmah dan Pak Wis ya. Saya salut dengan semangat NCC, salut dengan ketekunan Ibu Fatmah yang selalu mau memberi ilmunya. NCC memang TOP bangat! Saya bangga jadi member NCC.

Untuk Kompas Women Fiesta, sekali lagi terima kasih ya untuk semua hadiahnya. Buat para juri NCC juga terimakasih, buat Ibu Fatmah dan Pak Wis yang selalu setia menjadi pendorong untuk bangkit, terimakasih saya dan salut!!! Semoga di hari yang akan datang lewat event-event berkualitas, gema NCC semakin menggelora di antero persada.

Salam Desserts Enak,



Trinitati Saragih (Tati)
http://www.katdesserts.blogspot.com

A note after lomba Berkreasi dgn Krimer, Kompas Woman Fiesta 25 Mei 2013

Ga menang.
Juara harapan jg ga menang
Kl kata mba sindhi savira "uda ga ada harapan lg ngel"
Hahahaha...

Tapi ngga sedih loh.
Ciyus.
Padahal ni ya, bawaan uda paling banyak (saingan sama mba vita dapur vita)
Trus ini bikin canolli2an nya (baca: semprong) itu dari jam8 malam s/d jam 3 pagi. Total jadi 3toples. 2toples gosong&ga bisa terpakai. Itupun sampe di venue, ndilalah beberapa lempem. *tepok jidat

Terus nyambung ga tidur karna nyambung bikin zebra pie cone nya
Dan itu si gelas+mangkok coklat utk plating.

Intinya diangan2 si uda kebayang itu microwave oven electrolux
*walo tetep ada niat sampingan seperti kaya bu yanti saleh, yakni berhuru-hara bersama NCC (yak, betul, huru-hara, bukan hurai-hurai, wakakakak...)

Tetapi, I'm so grateful

Awal tiba di venue, tereliminasi dr lomba kreasi krn hrs dipindahkan ke lomba shopping race.
Alasan eliminasi? Simple, karna angel ga bakal komplain dan tetep huru-hara
dan emang bener ini acara sueper hueboh..*colek mba Riana yg berasa gempa bumi krn angel bikin vidclip Demi Tuhan-nya Arya Wiguna,hihihihi

Inti lombanya: setiap peserta belanja barang2 yg di-instruksikan dan ga boleh nombok. Simple ya?

Masing2 peserta diberi kartu perdana Indosat Aura+pulsa 5000, dan hrs diaktifkan saat itu jg krn instruksi diberikan ke kartu tersebut.

Dan tentu saja, tas belanja Carrefour yg berguna sekali.
Oh ya, kami dibekali masing2 Rp 100.000 utk belanja

Belanjanya? Bahan2 Seafood Salad
Yakni 1jenis seafood, 3jenis sayur dan 1 dressing.

Angel berhasil belanja dgn sisa 20ribuan lebih. Belanjanya udang,jagung kaleng,zucchini dan lettuce serta lemon grass dressing.
Dan sisa uangnya? Boleh disimpan! Yeay!!!
Bahkan hasil belanjaan jg boleh disimpan! Uhuuuuyyy...

Disini tuh kocak, rebutan2 bahan makanan. Trs sok pake strategi sama mba sindhi, yg ujungnya ga jalan jg itu strategi, trs diracunin sm pak joko bilang salmon itu mahal, duitnya ga cukup *padahal ci lily+pak wisnu beli salmon!!

Tapi apapun lah intrik2 didalamnya (angel sempet nabrak oma2,ampuni saya ya Tuhan..)
Ini lomba seru abis la. Karna ternyata pemenangnya????
Cowo dari medan, belanjanya cuma 27ribu sahaja sodarah sodarah!!!!
*dia belanjanya apa aja sikkk?!
Hadiahnya? Voucher belanja carrefour 3juta *sirik

Dan beberapa cowo juga hasil belanjanya jauh lebih baik dr kami para wanita.
Pak joko sisanya 31ribu. Tisna sisanya Rp 50.700
Mas wisnu? Jangan ditanya... Sisa 8ribu :D

Dan lanjut ke acara cookingnya.
Pas tiba divenue, tiba2 (mba besta arlita dan sindhi savira kl ga salah) pada blg: ga boleh pake kompor.
And I : what???!!!#@*$
Kenapa? angel tuh mau buat mousse.
Syarat buat mousse? Yak betooolll... Coklat di-tim. Which is pake kompor.

Pasrah. Tp tetep NCC Spirit donk ya.
Ga boleh nyerah. Sok bilang "yauda dioven aja la" kan kebetulan disediakan oven.

Pas di oven? Yak, oven nya ga panas2 sodarah2, ngga ngerti kenapa. Ga sempet cari tau juga kenapa (bukan oven angel soalnya ya dan ngejar waktu 30menit...)

Tp pas dimasukkin coklatnya leleh dikit, yaudala, lanjut aja. *mulai baca mantera

Kocok whipcream. Bawa Elle&Vire. Heh?! Kok ga set2 dan malah cair???
Gimana neh?! Yg salah creamnya apa mixernya, uda ga sempet ngecek lg demi si MC uda treak2 15mnt lg
*ini toh rasanya pressure test masterchef nya Beng

Puji Tuhan, ada mba vita dari dapur vita yg membantu dengan whipcreamnya yg sudah dikocok pula!
*ngaku dosa ni ke juri2..thank you mba vit,pelukkkk...

Akhirnya berhasil terselamatkanlah itu mousse.
Rasanya? Pas.
Kl panitia2 yg uda makan, kayanya ga objektif utk ditanyakan rasanya. Krn sepertinya org2 kompas itu hanya kenal rasa enak dan enak sekali,hihihi...

Tp buat angel, semua pas.
Kalo pun sampe menang, akan ga fair, krn angel dibantu mba vita.
Tetapi yg bikin makin pas?
Karena jurinya bilang, kreativitas angel membuat gelas+mangkok dari coklat itu orisinil, cukuplah buat angel yg 2th boro2 akan ikut lomba, malah ga bisa masak sama sekali (dilarang masuk dapur malah).

Lebih pas lagi?
Meja angel sebelahan sama mba sindhi, jd walau bermasalah mba sindhi bisa bikin angel tetep tenang. Didepan angel? Selalu ada mba besta arlita, bu yanti saleh dan mba vit dari luar arena yg selalu support dan bilang, santai Ngel, santai...
Dibelakang angel? Ada mba Fat, yang support angel juga bahkan nyomotin itu semprong2 beberapa kali. Yg terakhir ngabisin juga mba fat, hehehehe...*entah ini doyan,enak,lapar atau kasian

(Oh ya, angel buat semprong pake resep NCC loh, super gampang, dan buanyak jadinya. Bedanya angel ga pake wijen tapi cinnamon. Resep ada diweb atau buku 60 resep snack yaa..*jualan.com)

Jadi buat angel, semua pas..
For me, I am a winner with all those supports and blessings thou I didn't win, right?

*teringat sebelum acara cooking, mas wis bilang: kalo jodoh, pasti menang Ngel. (Apa muka angel keliatan mupeng bgt sm itu oven ya?hihihihi...)

Tp memang winner 1-3 jawara deh.
Ada yg bawa vas bunga segala loh..
Dan dari mereka, angel jadi belajar lg apa aja yg kurang
Contohnya ni, dulu awal2 masak, angel ga bisa nge-garnish atau plating loh. Inget banget teteh nicke bilang: angel km kok fotonya biasa banget sik?!

Baru mulai belajar plating dan lain2, Ya dari buku2 NCC dan buku food photography mba riana
*hayo pada beli sebelum keabisan, ga rugi. (Jualan again)

So I learn a lot from this event thou judulnya huru-hara.

Tapi above all, acara ini super fun!
Kayanya dari 4hari acara kompas, baru hari ini yg seru krn ada NCC

Bahkan, semua peralatan memasak electrolux yg digunakan di disc 50% loh
(Blender juicer, mixer dan oven)

Ah, how I love NCC dengan mottonya masuk surga bersama-sama.


#MoralOfTheDay baca ROTG dengan super jelas!


Best Regards,
Angelia Novincy

Ehm..speaking of Tidak Profesional

Selama ini saya pikir,
saya ini termasuk bakulan yg safety player-pemain aman
alias ga bakal ada deh curhat2an
secara saya ini kan dagelan abis

jadi saya termasuk jajaran penikmat blog cerita centong kita tertjintah
dan bukan penulisnya
*inget mba tira

eh ndilalah..
dapet juga kasusnya
emang jadi org itu harusnya ga boleh takabur ya,hihihi...

berawal dari orderan ayam kodok untuk acara paskah
dimana slot sudah tipis, hanya utk 2ekor saja lagi, karena saya kebetulan juga merayakan paskah

dan disaat sedang berisitrahat sejenak sambil menonton Argo di XXI
(hadiah dari kekasih)
masuklah BBM

Customer (C) : Halo, apakah benar jual ayam kodok?
Angel (A) : (dari sapaannya ketauan kl customer baru dan bukan dari inner circle) Betullll..
C: Saya ada rencana pesan untuk hari Minggu Pagi 31 Maret, bisa diinfokan untuk harganya?
A: ada email mba? Angel kirim paketnya dan juga fotonya
C: ada, boleh kirimin ke saya di .........
A: Ya, Angel kirim ya
(5menit kemudian)
A: Angel sudah kirim ya mba. 

singkat cerita malam ini dia bertanya kurang lebih menghabiskan waktu dari Argo masih iklan, sampe si Ben Affleck nya uda masuk ke Iran (setengah cerita)
yang diakhiri dengan :

C: Aku tanya mama dulu ya mba, oya Gak bisa kurang mba, siapa tau ada diskon
(diawal2 bahasanya seperti nyonya besar dengan menggunakan "SAYA", diujung2 malah seperti nawar ke pasar)
A: Monggo mba (pembicaraan diskon disensor ya), tapi kalo jadi, angel jangan dikabarin dadakan ya mba, karena hari raya, supaya angel pesen ke tukang ayam jumat, sabtu ayamnya datang, sabtu malam dibuat, minggu pagi bisa dianterin
C: Siap

Jumat tgl 29 maret malam (abis ibadah Jumat Agung) dia sms pkl 10.38PM
C: Mba jadi aku pesen ayam kodok, paket xxx utk minggu 31 maret 2013, tlg dianter ke jl.... jam 10 pagi ya mba
A : baik mba, konfirm pesenan ayam kodok paket xxx utk minggu 31 maret 2013, pkl 10 pagi, dianter ke jln.... mohon ditransfer DP nya 50% ke rek... ya, terimakasih ya mba

sabtu 30 maret pkl 09.00 pagi
A: (RESEND SMS Terakhir)

Sabtu 30 Maret pkl 10 pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2

Sabtu 30 Maret pkl 10.30pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2

Sabtu 30 Maret pkl 10.50pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2

Sabtu 30 Maret pkl 11.15pagi
A: (telp hp C) ga diangkat2

Sabtu 30 Maret pkl 11.51
A: (telp hp C) ga diangkat2

Sabtu 30 Maret pkl 11.52pagi
A: (telp ke no lokal yg diberikan semalam) dan ternyata dijawab oleh ayah C, yang mengatakan beliau tidak tahu mengenai pemesanan ini dan akan menghubungi C segera
saya juga jelaskan bahwa saya perlu dibayar segera DP nya jam 12 siang itu karena harus belanja

Sabtu 30 Maret pkl 12.01siang
C: (SMS) kalo saya transfer pasti saya kabarin, saya sedang nikahan.

secara otomatis,
selaku bakulan yg full, saya langsung balik kerjakan orderan lain yg sudah deal, sudah DP bahan sudah bayar full
mindset saya begini: mungkin dia ga jadi order.

Sabtu 30 Maret pkl 1.40PM (posisi angel sedang kehabisan pulsa dan sudah menuju lokasi untuk ngeMC acara Painting Exhibition & Fundraising)
C: (SMS) mba saya sudah transfer DP nya 505 dari rek a/n .... tolong dikonfirmasi balik ke saya,thanks

Sabtu 30 Maret pkl 06.13pm
A: (SMS) maaf mba, saya baru isi pulsa, maaf mba, sedari pagi saya saya coba hubungi mba tapi ga ada kbr sampe tadi siang jam 12 mba blg sdg nikahan. krn lewat dari jam 12 saya sudah ga bisa belanja lagi mba, uda pada abis.
Jadi saya kembalikan saja DPnya. mohon di sms no rek nya ya mba, saya transfer. terimakasih

C: no rek BCA ... a/n...saya minta dikembalikan dan konfirmasinya secepatnya (sepertinya mulai emosi)

A: hai mba, tenang saja mba, jam 9.30pm saya selesai ngeMC lsg sy trf dan konfirmasi kok. ditunggu paling telat jam 9.30 ya mba, trimakasih

C: Saya bukan masalah uang dengan cepat dikembalikancuma kenapa dibatalkan semepet ini, dan anda tidak memberi batasan untuk jam transfernya, sangat TIDAK PROFESIONAL

A: (wes, tak cuekin kabeh, lha wong org lagi ngeMC. lagipulaaaaaa... sepertinya dia butuh kacamata utk membaca bbm dan berkomunikasi lbh baik dgn ayahnya yg menerima pesan via tlp)

A: malam mba, Rp... sdh dtransfer ke BCA a/n.... dgn no rek....terimakasih

C: (ngilang, ga ada konfirmasi, ga ada bilang terimakasih)

moral of the story:
kita memang cuma bakulan rumahan dan customer adalah raja. tetapi mereka tetap manusia dan bukan TUHAN yg harus didewakan. ada kalanya harus bisa assertif (tegas tapi tidak menyakitkan)

ada kalanya betul sebagai penyedia barang dan jasa kita harus merendah
tapi bukan untuk direndahkan terutama jika kita sudah melakukan sesuai prosedurnya
(jadi teringat kisah bu matre ttg prosedur dan tanggung jawab ni)

bicara mengenai profesional bukan sekedar menyediakan barang dan jasa sesuai kesepakatan
tapi menurut saya, dengan saya memberitahukan saya tidak bisa melaksanakan pesanan dan berinisiatif mengembalikan DP itu sudah termasuk tanggungjawab yg mana jelas termasuk dalam profesionalisme bekerja
yakni bahwa saya tidak mengambil apa yg bukan menjadi hak saya
dan saya bekerja sesuai dengan prosedur yg berlaku

dan selaku customer atau buyer, jika memang ia menganggap dirinya profesional,
alangkah baiknya jika ia pun berinisiatif memberi kbr sedini mungkin mengingat orderannya yg mefet.
dan akan lebih profesional jika ia bisa mengatakan terimakasih setelah ditransfer kembali DP nya
 
so, speaking of professionalism anyone?

Ceritaku...

Alamak.. Rainbow Cake yang kubuat subuh2 kejar-kejaran ama kurir kue buat ke Malang di buang ke tong sampah.... 
 
Pagi-pagi sudah aku buat rainbow cake diameter 20cm plus permintaan konsumen dengan cheese frosting yang tebel. 10 telur, cheese cream, whipped cream melayang semua deh.. 
 
Siang2 sebelum jam 12 sudah kuantar ke agen kurinya, sudah wanti2 minta paketan kilat biar besoknya sampe. Sudah pake blue ice.. Semuanya hancur lebur di tong sampah penerima  :(
. 
:(( cryingSudah deg2an kok kemarin belum sampai RC nya, ternyata bener baru hari ini sampai dan dapat bbm "Vin, RC nya dah mpe, tapi baunya aneh". langsung lemes turun ke bumi paling dasar. 
 
Akhirnya kubalas saja "Buang aja deh kalau gitu". Mengingat konsumen ini adalah teman SD yang sudah seperti saudara, maka seperti pahlawan kesiangan kubilang "Gak usah bayar deh kue nya gakpapa". Padahal di hati sudah gak karuan lemesnya dan pusing tujuh keliling. 
 
Pengalaman deh, lain kali gak mau aku kirim RC dengan cheese frosting lagi. Kapok sangat amat deh, sampai2 ada konsumen lain yang minta kirim ke Klaten setengah kutolak (serem juga kalau sampai masuk tong sampah lagi dan usaha smua sia2 deh).


Vina 

Solo

Pie Setengah Matang

Halo temans, salam kenal...

Aku mau curhat kisah lumayan jadulku nihh.. Aku sendiri jadi bakuler belom ada setaun, dan kejadian ini pas awal2 aku buka OLS di Facebook (beberapa bulan yg lalulah).. Ceritanya, ibu X mau beli fruit pie 60pcs buat acaranya di hari minggu.. Ok aku deal orderanya.. Jumat belanja bahan2nya, Sabtu sore jam 2an aku kerjain si pie crustnya dulu.. 
Sedihnya, oven listrikku ini kecil banget, sekali oven cuma bisa 12pcs.. Jadilah aku musti manggang 5kali, buang2 listrik, buang2 waktu.. Tapi aku tetep semangat tuh ngerjainya.. Aku bikin adonan sekaligus banyak tapi dipasin aja buat 60pcs pie.. 
Pertama, kedua dan ketiga kali oven semua lancaaar.. Pas yg keempat ga tau kenapa warna pie crustku pucet.. Aku oven lagi deh 5 menit pake api atas doang.. Itu udah jam4.30sorean, pegel pengen selonjoran, panas dan cape.. Semangatku mengendur konsentrasi pun luntur.. Akhirnya aku oven sisanya, seneng juga pie crustnya dah kelar, tinggal bikin vla dsb lah, asik.. 
Sambil nunggu pie crust sesi terakhirku mateng, aku beres-beresin dapur & timbang2 bahan buat vla.. TRING! Ovenku berdenting, aku keluarin pienya dari cetakan.. PLOK! Lho? Kok? Patah, terbelah pienya cuma copot setengah, yang bagian bawahnya tetep nempel di dasar cetakan.. Kenapa ini? Duhh, bingung deh.. Mau diperbaiki, rasanya kok mustahil, bikin lagi dari awal? Duh malesnya kudu nimbang2 adonan dll.. Badan rasanya cape banget, kepikiran tadinya mau kasih 48 pie yg sukses aja tapi kok rasanya ga profesional ya? Ya udah deh aku mandi dulu, biar lebih fresh.. Sambil mandi aku kepikiran terus, kenapa ya pie nya patah gitu, apa gara2 adonany kelamaan nganti? Ah entahlah.. 
Udah kelar mandi ada sms dari ibu X, katanya "pienya mau diambil hari ini aja bisa ga, takut besok ga sempat.". Huahhh, jelas2 belom kelar ini pie..Kaga bisa bu, kagak! kataku dalam hati.. Tapi kok aku malah bales "bole, tapi jam7an yah.. ini tar lagi kelarnya", maksud hati ngga mau kecewain cust tapi malah kelabakan sendiri.. 1 jam beberapa menit lagi nih, harus kelar! Kata hatiku berkobar2.. 
Masih penasaran sama pie patah-patahku tadi, aku liat-liatin & pegang-pegang pie gagalku itu di cooling rack, baik2 aja tuh.. Nah,pas cek pie yg nempel dicetakan, baru deh sadar tuh kalo pienya empuk2 alias mentah! Loh pie ku setengah mateng dong nih?? Aku cek ovenya, astaga.. Daritadi manggang pake api atas aja?? Pantesan.. 
Semangat lagi karena penasaranku udah ilang, sambil senyum-senyum garing gajebo aku mulai bikin adonanya lagi, aku panggang dan sukses! Aku bikin vla, hias pake buah2an dan packing pienya.. Singkat cerita pas ampir jam7 semua pienya udah siap diangkut, aku sms lagi si ibu X "done, jemput pienya jadikah hari ini?".. Udah ampir jam8 ga ada jawaban.. 
Haduh kmn nih si ibu, pienya udah kelar dan dikardusin pula..Tega banget kalo ga jadi ambil nih, box segede gitu ga akan masuk kulkas.. Kalo ga dikulkasin basi ga yah vlanya? Bimbang & dilema, si ibu ngilang ditelpon pun ga diangkat.. Udah ampir jam10malem ga ada kabar, "lagi malem mingguan kali ya" pikirku, yasudahlah.. Akhirnya aku bobo bareng si pie di kamarku yang berAC (karena ga muat ke kulkas, mending kali yah ditaro di ruang sejuk berAC..hehehe)..

Akhirnya besok paginya si ibu X ke rumahku, ambil pesenanya.. Penasaran kenapa semalem hilang tak ada kabar, tapi mau nanya kenapa asa kagok.. jadilah cuma ngomong "Ga jadi diambil kemaren ya? Hehehe, ini pienya.. Belanja2 lagi di aku yaa..", si ibu cuma senyum dan say thanks sambil dadah2..
Untunglah malemnya si ibu X sms "enak pienya, kapan2 beli lagi ah.. diskon ya? hehehe", wah lega deh, berarti gpp tuh meski ga di kulkasin.. Syukurlah.. :D

Pesan moral :
- Tetap konsentrasi saat memasak, jgn sampe kejadian "Pie Setengah Matang" atau tragedi2 lainya karena hanya hal sepele ini menimpa anda sekalian temans
- Lebih baik jujur ke cust kalo pesanan belom kelar. Coba kalo aku ga sadar penyebab pie ku patah2, mungkin panggangan sesi 6 ku jg bakal gagal dan target bwt selesai jam7 ga kekejar (meskipun di kisah ini, si ibu X ga jadi ambil jam7 malam)

NB : Setelah kejadian ini, aku pernah lupa setel api oven lagi lho waktu bikin brownies (dasar ABG, jatuh ke lubang yg sama 2x) hehehe.. Tapi kok browniesnya malah enak, dalemnya moist dan jadi kaya choco lava cake gituuu :-p

Ma kasih sangat for your attention yaa..

Pengirim : Salsa
salsa_itsfood@yahoo.com
http://www.facebook.com/salsa.yummy

Monday, 11 June 2012

Beberapa Cuplikanku


Sudah lama sebenarnya ingin berbagi cerita di sini…. Tapi aampuun ga sempet selalu. Karena faktor umur kali yak yang sudah layak disebut sebagai ibu, mamih, bunda, teteh, tante, uwa..hehehe …jadi susah bener merangkai kalimat-kalimat. Jadiiii ...ceritanya diambil secuplik-cuplik dari berbagai macam kejadian…



<> Ikhlas Selalu Ada…<>

Padatnya pekerjaan hari ini, suara rajangan pisau, hembusan api di tingkat “ngebut” dibalut  hentakan riang lagu-lagu Korea dan teriakan-teriakan : 
“ Kentang 10 kg !!” 
“ Kacang 3 kg aja yaa Buu …?”
” Tetelan ada 5 kg Buu…!”
“ Oke, rebus merica garem jangan lupa, 1 jam tunggu Ibu”
Bergegas ambil ayam potong di tukang ayam, lalu beli telur 3 peti dan minyak goreng. 

Sampai rumah mata langsung berbinar melihat sudah ada 4 buah thermos berisi nasi berjajar dengan cantiknya.
“Siapa masak nasi ini?” sambil lihat jam sudah pk 13.00 thank’s God!
“ Ririn Buu…”  serempak nada soprano terdengar. 
Tiba-tiba jantung melonjak-lonjak: “Haaaa…Ririn hebaddd, horeee” 
Otomatis tepuk tanganku dengan ramenya sambil bergegas cari si anak pemalu. Tiba-tiba dia sudah nyamperin aku sambil salam dan cium tanganku (subhanalaaah,,, mengharu biru rasanya)
Dengan tanpa memandang saya, lirih terdengar suaranya: “Terima kasih Bu” sambil pergi bergegas dan senyum malu (juga dengan tanpa melihat saya, yang hampir menitikkan air mata)

Taukah…? This girl pernah berusaha memasak nasi tanpa saya suruh, memakai rice cooker dan tidak dikasih air berasnya! Hasilnya sukses gosong! 
Lalu mencoba lagi menanak nasi di hari yang sama tapi dengan air yang sedikit, hasilnya tentu saja ngeletis!! (belakangan aku tahu bahwa dia memaksa diri belajar masak karena ingat akan teman-temannya yang sedang bertugas di luar)

Saya bersyukur, karena  sudah  tertanam padanya ajaran yang sedikit. Anak ini datang dengan atribut  pemalu, introvert, no smile, tapi  sungguh keikhlasan saya  terpancar hasilnya… Alhamdulillah.



<> OVJ di Siang Bolong <>

Tanpa assisten masak …!!! Bener-bener deh,,, yang namanya kesehatan, kekuatan dan kesabaran sedang di uji olehNya.
Alasan sakiit?? Hohoho,,, mana ada yang mau tau kalau itu sudah jadi sebuah kontrak kerjasama! Setuju gak?

Tiba-tiba ini badan bawaan lemes dan maunya tidur melulu, maunya rapeeet terus ini mata!! Asal liat cahaya sinar kepala langsung berasa pusing-pusing. Cek tekanan darah!! Pinterrrr Nickeee!! Ternyata tekanan darahmu di bawah rata-rata,,, pantezzz
Pagi-pagi turun ke dapur,,, akhirnya aku bilang: ”Beresin semua ya,,, kalo udah bangunin Ibu !!” 

Aku minum obat, berusaha pingsanin diri dengan berbaring di sofa! Jiaaaah,,, baru aja ngetutup mata (perasaan doang kali ya padahal tidurnya dah lama,,, hikss), “Buuuu…udah siap tinggal sreeng!”
Bangun dengan berat hati, cuci muka, oles-oles muka pake sunblock (eeeuuuh bayangin muka aye bersinar mengkilat kena lotion) melangkah keluar, baru di pintu, kepala udah muter kaya gasing liat sinar “siang” yang terik.
Sambil berpegangan pintu, tanganku langsung meraih 'sesuatu' yang ada,,, ahh aman deh sekarang! Langsung aku pakai 'sesuatu' itu, lalu melangkah dengan tegap, lengkap dengan uniform daster, cover celemek dan bertolak pinggang.

“Mana osreng-osrengnya?” pasang suara kenceng kayak pake TOA. Langsung semua nyari, begitu nyodorin peralatan perang pisau, sutil dan centong sayur, langsung berlima itu anak perempuan jongkok sambil pegang perut ketawa terbahak-bahak.
“Aduuh ini si Ibu, mau masak sambil pake kaca mata anti badai Syarini?”
Saya cuma tersenyum-senyum geli gaya Sule: ”Diem ah! Dari pada dikomplen ga masak!” 

Akhirnya sepanjang siang masak pake kacamata hitam, tapi asal udah bertatap sama anak-anak dapur pasti deh mereka ga ilang ketawanya... hahahahaa...
Besoknya  peralatan perang yang disodorkan ada tambahan kalimat “kacamata anti badai”


<> Wabah CangCuter <>

Kalau habis lebaran, pegawai ada yang terus kerjanya dan juga ada yang berhenti. Biasanya saya akan bersaing dengan pabrik-pabrik yang ada di sekitar kampung pegawai dapur.

Ehmm, ini story about my new comer nih…
Ada seorang pegawai baru bernama “Hendi”, tampangnya biasa-biasa aja pada umumnya, tidak bakal menaruh perhatianlah cewek-cewek setaranya.
Kerjaannya juga begitu, biasa juga, masih ukuran rata-ratalah. Tapi donk, kalo sudah mau tugas service, saya sering terpana, bungkam ini mulut terkunci, tangan hanya bisa meremas-remas gelisah, lalu berbalik sambil pegang kepala,,, pusiiiing deh kepala! Dalam hati aku berkata : "Aduuh Hendi untung ya saya masih punya hati…!" 

Gimana coba??? Bayangkan,,, si Hendi ini akan memakai baju seragam kita, rapih plus harum semerbak (point 7 deh buat dia). Tapi begitu ngeliat tampilan rambutnya,,, alamaak itu rambut basah, dengan satu baris poni dibiarkan basah menempel di kening dengan sisa poni serta rambut atasnya dijambul setinggi sasak nenek-nenek!
Toeeeeeetttt,,, meleyot deh itu point langsung turun di level 3! Gimana saya harus mbetulin penampilannya coba!! 

Agak lama sedikit bekerja mulailah saya bisa hapal sifatnya. Akhirnya saya muter cari cara supaya bisa ngasih tau tentang itu jambulnya.
Suatu saat saya sibuk cari sepatu tugas, ada kerjaan Hendi yang ga beres, sepatu dibiarkan berantakan. Nah kena looo!
“Hendiii,,, sini kamu, ini apa kerjaan kaya gini beresin ga! Nanti ibu rebonding rambutnya yak! Kamu jangan asal bisa jambulin rambut donk, kudu pinter juga bebersih!”
Jawab si Hendi sambil lari-lari betulin sepatu-sepatu:”Bu,,, punten jangan marah atuh, kan kalo dijambul, sampe salemba kering rambutnya, jadi tar kelihatannya banyak"
“Aihh kamu kaya anak gadis waeee,,,! Ayo keringin sekarang rambutnya, jangan dijambul,,, hahahahaha!"


<> Sudah Diatur OlehNya <>

Suatu ketika saya dipanggil untuk kerja part time di kantor yang dulu, ah pengen bawa camilan ke kantor. Setelah berpikir pengen bikin apa, buat temen-temen kantor dan berdoa mudah-mudahan ada yang pesan suatu saat hehee.. 

Sambil ngulenin adonan roti unyil, sudah kepikir mata temen-temen yang terbelalak lihat roti kecil-kecil dengan macam-macam gaya (mungkin ini yang namanya sombong kecil-kecilan kali ya hahahaa...)
Ealah,,, hujan gerimis di pagi hari tapi tetep semangat dehh ke kantor. Waktu itu jamannya jarang banget cewek kerja bawa motor. But I did !
Weees,,,, pokoke ada alasan besar, kenapa aku kerja pake motor. Aku itu sering dilecehin di kendaraan umum. Gitulah, jadinya lebih nyaman bawa apa-apa sendiri.

Karena hujan jalanan jadi liciiiin, tiba-tiba dua motor di depan ngerem ngedadak! Lah,,, yang di belakang jadi ikutan heboh dong.
Motor di depan saya sudah mendarat ke samping duluan, alhamdulilah saya terhindar bertubrukan motor dengannya, tapi ini motor liciiiin banget sehingga terjatuh lah saya pelan-pelan. 

Langsung beberapa pengendara motor yang lain berhenti untuk menolong yang lainnya. Begitu saya buka helm (saat itu saya belum pakai kerudung) dengan tiba-tiba saya langsung dirubung oleh mereka  dengan: ”Ibu,,, ibu ga papa khan??” 
Mendadak dengan tenaga super woman aku langsung bangun: 
”Kue saya,,, kue saya,,, kue saya mas” 
Hahaha,,, yang lain akhrinya pada ikutan nolong, tapi bukan untuk nolong saya melainkan nolongin mungutin roti unyil saya!! Aduuhh …

Jadi apapun rencana yang di dalam pikiran selalu Allah yang memutuskan seperti apa kejadian berikutnya.


Pengirim   : Nicke JJ
Domisili    : Bandung 
Website    : http://aucoindemacuisine.wordpress.com/

Rainbow Cake ku Meleleh


Halooo buat semuaaa,,,,

Baru bisa merangkai kata, setelah hectic beberapa waktu yang lalu. Ceritanya kamis malam aku baca di milis ada yang butuh Rainbow Cake (RC) buat Hari Jumat. Aku coba contact untuk detailnya, lalu tanya ke kurir bisa atau tidaknya. Jawab kurir bisa ....ya sudah aku terima ordernya.

Mulai bikin kue pagi. Baru sadar stock cream cheese frosting gak cukup kalau untuk kue ini karena kebetulan ordernya adalah full covered. Pagi-pagi ke toko bahan kue di pasar dan dapat cream cheese merk Anchor dan Yummy masing-masing @250 gr. Aku beli semua.

Singkat kata,,,, kue beres pk 09.30 pick up sekitar pk 10.00-11.00 (aku ga perhatikan jam karena harus baking lagi buat yang batch siang). 


Rainbow Cake


Sampai di tempat customer, si customerku telepon, tenyata ......sebagian frosting di dinding leleh dan buah strawberry yang ada di paling pinggir banyak yang jatuh. Astagaaaa ......!!
Kata customer ini RVC akan dipakai untuk acara pk 07.00 malem. Panikkk ....langsung cenut-cenut kepalaku. Nelpon mobil langganan ternyata pas ga bisa juga. Aku coba email ke milis NCC siapa tau ada yang bisa menolong untuk cover lagi RC ini. 
Ternyata sampai jam 03.00 sore belum ada yang bisa. Ada beberapa teman di milis NCC bisa membantu tapi masih ngantor, jadi ga mungkin ngejar ke Narogong jam 06.00 sore. Ada temen yang sanggup juga tapi ga punya cream cheesenya.


Rainbow Cake meleleh


Ya sudah ...memang harus jalan sendiri. Selesai beresin kue batch sore, aku serahin ke kurir untuk dikirim ke pemesan. Aku langsung panggil taksi, sambil menunggu taksi datang siapin cream cheese frosting, lazy susan, spatula, piping bag, buah segar dll. 
Berangkat pk 04.30 sore,,,,sambil di sepanjang jalan komat-kamit berdoa ....semoga ga parah rusak cover cream cheese RC nya, dan lancar perjalanan saya. Taksi sempat merayap di toll JORR dan pintu tol Bekasi Barat, dan sempat kesasar juga cari-cari alamatnya, secara belum pernah ke daerah Narogong.

Akhirnyaaa ....sampai juga di rumah customer pk 06.30 sore. Yang empunya rumah sudah menunggu. Kue dikeluarkan dari lemari es, aku cuci tangan, ambilin cream cheese yang leleh di sekitar kue, kemudian poles ulang, dirapiiin, dan taraaa .......pk 07.00 tepat aku sudah kembali di taksi perjalanan pulang.


Rainbow Cake revisi


Alhamdulillah ....customernya bukan orang yang rewel. Kooperatif sekali. Saat aku SMS bertanya bagaimana rasa kue dan apakah ada kritik? Berikut jawabnya :
 "Oh, tamunya pada suka bu,,, lembut ,,,,dan terutama warnanya itu yang buat orang tergiur ingin nyicip. By the way, nanti saya pesen lagi untuk ulang tahun suami dan anak-anak saya. Juga orang kantor ... Thanks ya bu."  Alhamdulillah .......

Asistenku sempat berkata: "Wah ....ibu ga jadi untung dong buat kue ini, malah nombok" (waktu dia lihat argo taksi yang mesti dibayar. 
Jawabku : "Untung koq mbak, kan nambah temen 1 lagi, nambah ilmu jalan sampai ke Narogong, nama baik dan kredibilitas terjaga". 
Satu hal lagi yang ikut terbantu adalah si supir taksi yang katanya belum dapat setoran yang cukup dari kemarin. Alhamdulillah pak supirnya baik banget, dia proaktif nanya ancer-ancer tiap beberapa saat.


Moral of the story yang aku dapat : 

Be cool fiend's... Hehehehe .....kalo kita tenang insyaallah semua pasti bisa teratasi dan selalu ada jalan keluar. Coba kalo ga tenang, setelah dapat kabar itu pasti 2 kue yang ada di depan mata ga bakal jadi.


Terima kasiiiih buat yang menyempatkan baca pengalaman saya.


Pengirim   : Besta Arlita
Domisili    : Jakarta

Sunday, 10 June 2012

Curhat Saya .....


Pesanan dadakan dari seseorang yang direkomendasikan oleh salah satu customer saya.
Delivery ke Cipete Raya di salah satu restoran di sana untuk client mereka.H-2 deal transaksi, H-1 uang muka dibayar 50% dan sisanya cash on delivery.

Pada saat deal di H-1 dengan Ibu A, beliau setuju bahwa figurinenya pakai plastic mainan. Dan temanya adalah pacuan kuda. Saya saat itu langsung menyampaikan alasan saya  yaitu waktunya yang mepet banget, figurine kuda pasti ngga akan bisa set karena itu adalah standing figurine dimana cuaca juga tidak terlalu mendukung, lagi cuaca hujan dan lembab. Beliau pun OK, dan setelah cake jadi sebelum dikirim saya foto dulu cake nya dan saya kirim ke ibu A via BBM. Sekali lagi beliau OK.

Hari H :
Saya sendiri yang mengantar kuenya dengan menggunakan taxi. Sampai di temat turun dari taxi, saya antar kuenya masuk ke dalam resto. Sesampai di dalam resto ada seorang bule, dan dia pun bertanya : “Is it my cake?” ….Saya jawab :” Iya”…..
Begitu dia buka tutup kotak kue…. dia geleng-geleng sambil angkat tangan ke atas dan tampangnya bete. Semenit kemudian dia balik lagi ke arah saya dan comment :
“This is plastic and my kids can make it. This cake is standard and very basic”
“Why you don't make it from plastic icing?” and bla bla bla....and so many bad words he was said...
Yang pasti beliau marah dan bentak-bentak saya…..dan kata-kata yang jelas di kuping saya :
“SAYA TIDAK SENANG...kue ini JELEKK !!!”

Saya bengong…….speechless………

Final words …. beliau tanya :”How much??” kemudian beliau ini order ke managernya : “Asking discount to her !! This is not worthed...I dont want to pay !!!”

Saya tertegun... diem... pasrah dan hampir nangis.. tapi ditahan….
Terus managernya tanya ke saya:” Gimana nih Bu?”
Saya bilang:” Ntar bapak bicara saja dengan Ibu A, saya pasrah aja lah Pak, terserah mau dibayar berapa, seikhlasnya aja Pak”

Saya pulang dengan hati gundah, sedih dan menangis di mobil taxi dalam perjalanan pulang.
Betapa kecewa hati saya mendapat perlakuan seperti itu, mengingat perjuangan saya mencari kudanya begitu sulit, dari yang ngubek-ubek pasar mainan di Pasar Gembrong.  Selama 2 jam lebih saya di sana, setiap toko yang saya tanya semua menjawab ngga ada stock mainan kuda .
Akhirnya sampai pada 1 toko grosir yang menjual mainan kuda seperti keinginan saya, tapi saya harus beli 1 bal isi 60 pcs. Ya sudahlah terpaksa beli 1 bal @ Rp 90,000/bal....(sambil saya bingung nanti tuh sisanya mau diapain??
Sempet kepikiran mau ke Asemka, tapi kejauhan karena masih harus bikin base cakenya. Eeeh …..pas mampir ke toko Ani, ternyata mereka jual mainan kuda per 1 pc @ Rp 9,800...OMG...lemes banget liatnya. Akhirnya malah yang dipasang yang beli di Toko Ani. Mainan kuda yang 1 bal, masih utuh nganggur di rumah.
Sepulang dari Toko Ani...ban kempes kena paku… terpaksa dorong …..jauuh banget …sementara kepala lagi pusing banget, migrain kumat dan lagi flu berat.

Siang ini ...oalaahh...tambah sesek dada ini …Akhirnya aku di BBM oleh Ibu A yang isinya kue saya didiscount sebesar Rp 250,000,-
OMG....margin yang saya ambil hanya Rp. 125,000 saja untuk kue ukuran 40 cm x 40 cm dengan cover fondant.  Ketika saya coba negosiasikan dan jelaskan situasinya, saya minta harga dipotong sebesar Rp 125,000.- saja. Beliau bilang kemahalan untuk harga segitu.  Alasannya kuenya terlalu manis dan pendek, tidak sepeti kue yang saya buat untuk saudaranya tempo hari.

Akhirnya saya bilang: “Yah seikhlasnya aja bu berapa yang pantas dibayar untuk kue saya. Mungkin rejeki saya memang cuma segitu. Semoga discount tersebut menjadi berkah buat saya dan keluarga.
Semoga Ibu A makin sukses usahanya dan terima kasih banyak sudah mau menolong saya seperti yang Ibu bilang terakhir di telephone”
(Ibu A waktu itu sempat bilang, niatnya mau bantu saya tapi kenapa kok ending nya begini yah. Deg duerrr... gimanaaa gitu saya dengernya...)

Jawaban BBM saya terakhir yang saya tulis di atas, ngga dibalas oleh Ibu A. Akhirnya saya telpone Ibu A tersebut, saya bicara baik-baik dengan beliau, meminta maaf atas ketidaksempurnaan kue saya. Minta maaf sudah bikin kecewa.
Ibu A berterima kasih karena saya mau telpon ke beliau dan tetap santun padanya. Beliau bilang next time dia akan tetap order lagi ke saya, tapi untuk kalangan sendiri saja, tidak untuk client restorannya.

Soo temans ..ini pelajaran pahit buat saya, setelah saya nangis kemaren, saya hanya bisa tersenyum.
Semoga setelah peristiwa ini saya benar-benar naik tingkat ujian iman dan bisnis kue saya juga makin meningkat.
Semoga usaha ini berkah buat keluarga saya dan bisa terwujud cita-cita saya untuk memilikki cake shop…..one day ….amiieenn.

Motto hidup saya : *Bukan berapa kali kamu gagal, tapi berapa kali kamu bangkit dan jadi pemenang*.....

Aminnn...


Pengirim   : Tira
Domisili    : Jakarta
Website   :
www.rayan-cakes.blogspot.com



Friday, 4 May 2012

Pengalaman Tak Terlupakan (jauh di mata, dekat di hati)

Cerita bermula saat aku masih tinggal di rumah orangtuaku, di daerah Kembangan Jakarta Barat. 
Teman SMA ku memesan kue ulang tahun untuk keponakannya yang akan datang ke rumahnya di daerah Cikupa, Tangerang.

Aku langsung menyanggupi, karena ku pikir kalau urusan delivery tinggal menyerahkan pada kurir khusus kue.
Aku mulai belanja bahan-bahan, dan membuat serta mendekor kue sesuai pesanan yang diminta temanku itu.
Sebelumnya aku menelepon kurir langganan ku, mereka memastikan bahwa bisa mengantar tapi sekitar jam 5 sore, karena pagi dan siang sudah fully-booked. Aku konfirmasi ke temanku, dia bilang tidak masalah jika kue tiba di sana malam hari.

Pagi-pagi aku mengikuti kursus barbie cake dengan uni Dewi Anwar di Toko Jojo, karena aku sudah tidak mungkin membatalkan jadwal kursus, akhirnya kue aku titipkan dengan orang rumah. Setelah aku pulang kursus sekitar jam 6 sore, aku kaget bercampur bingung, ternyata kuenya masih ada di rumah. Ternyata kurir sudah membawa kue tersebut, tapi tak lama langsung mengembalikan ke rumahku.

Alasannya hari sudah sore dan tujuan yang terlampau jauh hingga kue tidak sanggup mereka antar. Ya Allah...aku bingung...banget...duh bagaimana ini...aku sudah capek pulang dari kursus, ditambah ada masalah seperti ini. Akhirnya aku memberanikan diri menelpon temanku dan berkali-kali meminta maaf padanya.
Untungnya temanku memaklumi, dan dia minta kuenya diantar besok ke daerah Kelapa Gading, Jakarta, esok harinya.


Jadi kuenya langsung diantar ke rumah keponakannya itu. Padahal temanku itu ingin sekali menikmati kue buatanku, tapi akhirnya tidak jadi karena insiden kecil ini.
Alhamdulillah esoknya kue diantar kurir langgananku itu ke Kelapa Gading dengan selamat dan kuenya aman tanpa kurang suatu apa pun.

Itulah salah satu pengalaman ku yang mendebarkan selama setahun lebih aku menjadi bakul kue.
Semoga menjadi pelajaran buat aku dan rekan-rekan lain.
  

Pengirim : Lala Zulaiha
Email      : zulaiha.lala@gmail.com

Thursday, 3 May 2012

Deg-degan Delivery Cake Saat Rusuh

Ini kisah kurang lebih sebulan lalu,,,,aku pernah share ceritaku ini di milis NCC tapi dengan bahasa yang acakadul & penulisan yang salah-salah, karena saat aku mengetik laporan ke milis NCC tersebut, tanganku  masih gemetar ketakutan berhubung kejadiannya baru aja aku alami...
Semoga kisah lengkapku saat ini lebih mudah dimengerti dan ga ada maksud apa-apa selain cuma ingin berbagi pengalaman yang seumur-umur belum pernah aku alami..amit-amit jangan lagi deh..

Sebelum aku ceritain tentang kisahnya, aku mau ceritain dulu latar belakang kejadiannya..

Aku tinggal di wilayah komplek yang berdekatan dengan komplek dimana di situ  tinggal salah satu "tokoh etnis suku" yang dikenal di dunia "hitam". Tinggal beserta anak buahnya yang suka sewenang-wenang pada penduduk sekitar.

Hari itu dimulai pagi-pagi pas mau berangkat antar anak ke sekolah jalan yang biasa kulalui banyak sekali bertebaran daun dan sampah ranting patah, dapet SMS dari suami  yang bilang itu efek dari angin ribut semalam (aku langsung teringat status temen di FB bahwa tadi malem ada tawuran). Dengan cuek aku balas SMS suami, bukan angin ribut tapi ada tawuran semalem.
Tapi beneran ga nyangka kalau ternyata jalan kampung itu dialihkan, ga boleh lewat jalan utama. Sepanjang jalan yang dilalui, aku lihat beberapa penduduk bergerombol di luar rumah, dan dari potongan-potongan percakapan yang kudengar, ternyata ada penduduk kampung yang terkena parang suku etnis anak buah si"tokoh" tersebut.

Akhirnya sampailah motorku di sebuah gerbang yang cukup besar menuju jalan raya. Tapiiii yang bikin aku heran jalan raya ini sudah penuuuhhh macet total  sama kendaraan dari dua arah berlawanan dan mereka tak bergerak! Setelah aku toleh ke sebelah kanan, pemandangan yang aku lihat bener-bener bikin lemeeessss …di sana ada sebuah mobil lagi dipukul-pukul pakai tongkat panjang-panjang dan kaca mobilnya dipecah-pecah oleh sekelompok anak-anak  muda.
Aku stuck ga bisa kemana-mana, ga mungkin bisa balik arah yang tadi aku lalui. Ndilalah aku melihat celah di depanku, kemudian di sebrang jalan aku lihat ada jembatan yang memungkinkan untuk bisa aku lewati.  Nekat aku lewat menuju ke sana diikuti motor-motor  di belakangku, sementara mobil yang lagi dihajar massa sudah berubah posisi moncongnya. Dalam hati mungkin mau ditenggelamkan ke kali di sisi jalan.

Alhamdulillah berhasil menyebrangi jalan macet dan sampailah menyebrang jembatan kecil di atas kali. Terpaksa pagi itu anakku telat masuk sekolah akibat kejadian ini dan berita yang aku dapat ternyata telah terjadi  pembunuhan  yaitu peumpang mobil yang digedor-gedor tadi, sedangkan mayatnya masih di jalan belum diangkat. Ya Allah ini benar-benar horror yang tidak masuk di akalku

Akhirnya sampailah di rumah dan teringat pesenan teman lama yang tinggal di Daan Mogot yang orderannya adalah Black Forest dan memajukan jadwal pengambilan karena ada isu mau ada demo buruh besar-besaraan di  Jakarta. Langsung aku buatkan birthday cake (BDCK) Double Chocolate pesanannya berikut request di BDCK tersebut ada mobil-mobilan dari fondant. Rencananya malam ini mau diambil ke rumah. Okelah ….dan akhirnya semua selesai dan siap diangkut pukul 19.00 wib.

Temanku berangkat dari Daan Mogot pk 19.30. Pada pukul  23.15 temanku nelpon: “Mbak aku sudah sampai tapi ga bisa ke komplek nih,  jalan menuju kesana diblokir" 
Seperti yang sudah disepakati, bareng suami berangkatlah aku mengantar BDCK di luar komplek malam itu. Berangkatlah kami berdua ke luar rumah malem itu naik motor sambil membawa doos besar berisi BDCK pesanan teman kami.Ddan di sinilah dimulai lagi ketegangan itu.....

Begitu sampai gerbang komplek aku ga sangka ternyata sudah banyak sekali kaum laki-laki berkumpul menjaga gerbang. Seorang bapak mendatangi kami dan berbisik :"Diluar lagi ramai pak, katanya mau ada penyerangan …tahan dulu ya pak sampai ada berita selanjutnya”
Akhirnya kami diperbolehkan ke luar komplek yang ke arah Harapan Jaya saja.

Dan ketegangan jilid II hari itu dimulai lagi. Suasana jalan yang dilalui sepi karena memang sudah menjelang tengah malam, tapi situasi mencekam sangat terasa. Kami terus melanjut kan perjalanan dengan mulut yang terus beristighfar. Jarak dari komplek menuju Harapan Jaya kira-kira 1 km dan kami harus melalui komplek Titian Indah. 
Saat menyebrang jembatan kecil yang menghubungkan Titian Indah dan Harapan Jaya, suamiku berbisik: "Kalau sudah sampai di sini malah gapapa kamu tenang aja"
Dan kamipun masih harus menyusuri jalan sampai keluar komplek Harapan Jaya dimana temanku sudah menungguku di seberang jembatan di luar wilayah Harapan Jaya. Saat itu yang ada dipikiranku secepatnya menyerahkan kue kemudian pergi secepatnya dari sana

Akhirnya proses serah terima selesai dan kami harus kembali lagi melalui jalan yang tadi kami lalui, karena melihat aku masih tegang dan cenderung panik suamiku bilang.."Kamu jangan panik ya..aku bisa ngelakuin apa aja kalau terjadi apa-apa".
Ya Allah….tambah panik deh denger suami bilang gitu, spontan aku jawab "Iya aku ga panik..iya aku ga panik.." ucapku berulang-ulang tanpa sadar dengan maksud berusaha mencari kekuatan dari kata-kata itu. Kedua tanganku makin mencengkeram jaket suami.

Sesampai di gerbang kecil yang membatasi komplek Harapan Jaya dan Titian Indah ternyata gerbangnya di gembok...panik seketika...berbarengan hp berdering temanku menelpon: “ Mbak di mana?”
“Duhh.. nanti yaa.. aku masih di jalan..nanti telpon lagi yaa...” (ternyata temanku itu menelpon karna
mobilnya kehadang oleh penduduk yang sudah membawa sejata tajam dan tongkat-tongkat panjang..duhhh).
Sementara aku masih panik karena gerbang yang sudah digembok. Tapi syukurnya ada polisi yang memang menjaga gerbang membukakan gembok itu...Ya ampuuunnn...

Akhirnya..alhamdulillah… kami sampai rumah dengan selamat dengan sisa-sisa ketegangan yang masih terasa. Legaaa..gemetar..bahkan saat itu aku mendengar suara letusan tembakan di kejauhan.
Dan ketika temanku menelpon, ternyata di luar jalan raya penduduk ramai keluar melakukan sweeping
terhadap kaum etnis suku tersebut, dan belakangan aku mendengar malam itu memang sedang terjadi 'kerusuhan' selanjutnya seperti malam sebelumnya. Bedanya ini  'kemarahan' penduduk kampung di bawah forum organisasi massa terhadap kaum etnis suku dan mereka cenderung 'ngawur' yang menyebabkan orang tak bersalah jadi korban, seperti kejadian penumpang mobil pagi itu yang imbasnya aku alami.


Ada teman yang bilang kenapa sih ga dibatalin aja? Atau di mundurin urusan kue nya? Beneran aku malah ga kepikiran..hehehe. Aku ga kepikir kondisi sebenernya di lapangan se'genting' itu, karena
pemberitaan di televisi pun cuma selintas saja dan memang diberitakan sudah aman dan sudah kondusif dan itu yang jadi peganganku.
Ternyata meskipun sudah dianggap kondusif, sisa-sisa ketegangan masih terasa sampai dua minggu selanjutnya oleh kami sebagai warga sekitar. Polisi-polisi yang terus berjaga-jaga beserta mobil-mobil truk besar dan motor-motor yang banyak di parkir di gerbang utama komplek, membuat kami  bertanya-tanya dalam hati…..memang segenting itu yah?........

Note:
Jujur sebelum kejadian ini, waktu baca milis tentang blog cerita centong ini aku mbathin....waaahh kayaknya ga bakal sih aku akan sharing ke blog CC, secara aku cuma bakulan biasa dengan ritme orderan yang biasa-biasa saja sehingga pengalaman perbakulanku tentunya ga sedahsyat temen-temen lain donk.
Ehhh.....ndilalah aku malah ngalami kejadian yang bikin sport jantung, sehingga akhirnya aku jadi bisa ikutan eksis disini hahahaha....:p *bersyukur ….alhamdulillah


Pengirim   : Martha Famelyna
Domisili    : Jawa Barat

Tuesday, 1 May 2012

Kue Ultah Salah Design

Ass.wr.wb ,,,,hallo semuanya,,,,, 
Saya mau bagi cerita nih,,,, pengalaman yang sangat tidak mengenakkan, yang membuat makan tak enak dan tidurpun tak nyenyak... halah kayak lagu aja hehehee ....

Ceritanya siang-siang salah seorang langganan loyal telpon ke rumah, order kue ulang tahun base cakenya sponge cake mocca dengan hiasan bunga-bunga. Karena saat itu saya lagi full orderan maka nggak terlalu nanya detail desain kuenya seperti apa. Nggak tau kenapa yang ada  di pikiran saya ini pasti untuk anaknya yang cewek, maka saya menawarkan buttercreamnya warna pink. Customerku  menjawab mocca aja bu, biar serasi denga rasa base cake nya. 
Telpon ditutup, saya melanjutkan lagi ngerjain orderan untuk sore itu, sambil bikin base cake mocca untuk birthday cake (BDCK) pesanan tadi.

Paginya karena mau pergi ke demo alat masak maka cepet-cepet kuhias BDCK mocca pesena itu, sambil membayangkan yang ultah anak cewek centil... Tiba-tiba saya inget masih punya edible print gambar barbie, wah cocok itu untuk BDCK tersebut. Kubayangkan pasti anaknya seneng ada gambar-gambanya, ini ekstra aja untuk langganan lama. 
Pas mau menghias agak bingung juga, kenapa kok milih cream mocca, bunga-bunganya cocoknya warna apa ya... setelah kupikir-pikir kuberi bunga-bunga fondant aja warna-warni biar meriah nggak terlalu buram. Jadilah kue tersebut kuhias edible barbie kecil dan sekelilingnya bunga-bunga fondant warna warni, masih kutambahi tulisan Happy Birthday My Girl. Terbayangkan betapa meriahnya BDCK tersebut. 
Saya memang lalai sekali nggak tanya umurnya, asal bikin aja apa yang ada di pikiran.

Sepulangnya dari demo, customerku sms nama yang ultah e... kok ya kebetulan nggak ngomong umurnya, kutulislah namanya di kue. Kira-kira jam 04.00 sore kue diambil, langsung dibuka e... menjeritlah dia... "Bu kok barbie.... yang ultah umurnya 20 tahun" 
Whatttsss !!! O..... My God ini kesalahan yang terbesar dalam sejarah pesanan kue ulang tahun selama ini. 

Lemes banget badan in, langsung putar otak harus kuapain kue ini supaya bisa masuk untuk BDCK orang dewasa. Mula-mula mau kubikinkan lembaran coklat untuk menutupi atasnya.. tapi waktunya sudah nggak keburu. Akhirnya yang paling gampang gambar barbie kututupi denga cream lalu kuseruti coklat dan kutambahi cherry sebagai pemanis. Hatiku nggak enak banget, walaupun customerku bilang nggak papa yang penting dalemnya enak dan dia juga mengakui kesalahannya karena nggak bilang untuk dewasa.

Semalaman  saya nggak bisa tidur, terbayang terus kesalahan yang sangat fatal, membuat konsumen kecewa dan bisa merusak acara istimewanya. Esok paginya kuputuskan untuk mengirim tart mocca dengan disain seperti yang dia mau sebagai gantinya. Ini saya lakukan untuk sedikit mengurangi rasa bersalah. 
Customerku  surprised banget, dia bilang: "Terimakasih bu, kok segitunya sampai dikirim ulang tartnya, kemarin nggak papa kok.. yang penting rasanya enak. "

Alhamdulillah hati ini sedikit lega. Mulai sekarang saya sangat berhati-hati kalau menerima order, sejelas-jelasnya supaya nggak mengulangi kesalahan yang sama. Kalaupun orderan hanya lewat sms deskripsinya kuulangi, kusimpan jadi waktu mau membuat kubuka smsnya dan kucocokkan deskripsinya.

Mudah-mudahan ceritaku ini ada gunanya ya untuk teman-teman semuah..... muach....muach....
Salam manis......





Pengirim   : Asti Retno
Domisili    : Jakarta
Website    : http://fianscorner.blogspot.com/